Monday, November 25, 2013

Mengenal Mehyar Khaddour : Pemeran Khalid bin Walid dalam Serial Omar

Tahu Mehyar Khaddour?

Nggak? 

Jika kalian penggemar Serial kolosal Omar - Umar bin Khattab-yang dulunya di putar di MNC TV pasti kenal wajahnya. Yup! Mehyar adalah pemeran Khalid bin Walid. Salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal jago berkelahi, menguasai taktik perang dan tenar dengan sebutan Saifullah (Pedang Allah).

Mehyar ini juga merupakan actor Syria, sama seperti Sameer Ismail yang berperan sebagai Omar. Ingat kan? Dulu pernah saya tulis di sini

Mau tebak berapa umurnya? Pas-pasan kok, 30 tahun. Ia lahir pada tanggal 10 Oktober 1983. Mehyar lulusan sebuah sekolah acting yang terkenal lho, yakni Syrian High Institute of Dramatic Art. Debut actingnya ia mulai di tahun 2007 pada sebuah film berjudul 'Antara", lanjut ke TV series lainnya yakni Zahrat Anrjis pada tahun 2008, Al Dawarma tahun 2009, lalu Al Ghoufran di tahun 2010, pokoknya banyak!

Selain itu katanya ia juga aktif dalam bermain teater, mungkin turunan dari jiwa sang ayah yang seorang penyair. Kalian tahu? Ayah Mehyar adalah seorang penyair Syiria yang populer, yakni Fayez Khaddour!

Garang dalam peran sebagai Khalid bin Walid --Omar Series-- 2012
Ok, kembali ke bahasan Mehyar dalam serial Omar. Tentunya bukan sebuah peran yang mudah untuk mengambil role sebagai Khalid. Mehyar dalam wawancaranya pun membenarkan ini. Ia berkata bahwa pengalamannya beracting dan bekerja sama dengan sang sutradara --Hatem Ali-- dalam serial ini merupakan sebuah pengalaman yang istimewa dan menyenangkan. Banyak persiapan yang ia lakukan agar bisa memberikan performance terbaik sekaligus berbeda dari actor lain --yang dulunya juga pernah berperan sebagai Khalid--

Friday, November 22, 2013

Gimana Mau Nulis? I am Totally Blocked!

Sharing hasil baca buku Roy Peter Clark Help For Writers!

Writer’s Block, kalian kenal kan?
Ayo bunuh dia! X(

Para penulis, terutama kita yang pemula sudah tentu sangat mengenal the famous problem yang satu ini. Yea, kalian pernah kan mengalami ini : sudah duduk manis di depan laptop dan siap menulis namun tiba-tiba mandek. Membeku.  Satu menit, dua menit, satu jam, dan akhirnya berjam-jam hanya menatap layar dengan tatapan pasrah. What is the prob?

Ide? Banyak!

Alur cerita? Uda mantap di kepala.

Bahkan kalimat-kalimat dan dialog-dialog mantap sudah membayang.

Tapi…

Apa kata pertama untuk memulai? Apa kalimat awal yang pas?

Mandek! Sudah menulis kalimat awal, hapus! Kurang pas, kurang mantap, kurang memuaskan! Klise ah…! Nggak keren! Ngak bagus, apus! Apus! Akhirnya? Nggak nulis sama sekali. Deadline lomba? Berlalu begitu saja, dan ya.. satu kesempatan say good bye.

Kita sering menyebut itu sebagai Writer’s Block. Dan ya.. kemungkinannya ini memang writer’s block. Ciri paling kuat adalah You May Sit Frozen at The Keyboard.

Apa penyebab Writer's Block?

Wednesday, November 13, 2013

2 Options if You Only Write Crap!

Jika yang kau tulis hanya 'sampah', apakah ini waktunya untuk berhenti?
Jika memang kalian menulis 'sampah', mungkin dua opsi ini bisa jadi pilihan. 

Love Letter to Jambi : 4 Reasons Why I'll Love Jambi

Dear Jambi…

Sejak menyadari bahwa kalimat ‘Lamo Tak Jumpo” yang sering kugunakan bercanda dengan temanku ternyata adalah dialek daerahmu, aku merasa suatu saat kita akan terhubung. Lucu bukan? Aneh bukan? Bagaimana hal-hal yang keliatannya kecil bisa merubah dan mempengaruhi perasaan kita. 

Aku pikir ini bukan kebetulan, mungkin ini skenarioNya untuk membuatku sampai padamu. Itulah sebabnya aku memasukkanmu dalam daftar salah satu tempat yang ingin kukunjungi dan tak sabar memberitahumu tentang:

Why I think I will love you? 
These are my reasons:

Kamu nggak Hanya Menyimpan Peninggalan Sejarah Nusantara, tapi juga Salah Satu Warisan Sejarah Dunia! 
Jambi, kamu tu unik, kamu tu antik… Kamu punya kompleks percandian Hindu-Budha terluas di Indonesia, dan bahkan Se-Asia Tenggara. Kamu juga harus tahu kalau Angkor Wat nya Kamboja yang pernah dijadikan setting untuk film Tomb Rider masih kalah luas dari kamu. So chin up! Kamu memang sudah wow dan pantas dicintai.

Monday, November 4, 2013

Winning #OllieBooks

Masih ingat tentang postingan Do I need to Slap Myself? Di sana gue cerita tentang bagaimana gue mencoba melawan rasa malas dengan ikut tantangan kecil di twitter. Sebuah tamparan ringan untuk rasa malas, and akhirnya hari ini gue menamparnya dengan lebih keras. Gue Menang! dan barusan gue baca DM mba Ollie kalo buku impor tentang Creative Writing yang jadi hadiahnya bakal dikirim besok *uhuk :)
Can't wait to read this book, uhuk :)
The Process
Oke, ini cerita selengkapnya. Waktu itu gue yang sedang dirasuki rasa malas kronis bin bosan membuka twitter dan dengan perasaan gamang membaca twitt twitt para cuiter. Nah di sana gue liat tentang pengumuman #OllieBooks. Gue emang punya satu buku yang ditulis mba Ollie, judulnya Yes You Can dan pernah gue bahas di postingan iniSebelum memutuskan untuk ikut, ada bisik-bisik (yang gue duga kuat dari setan) untuk nggak ikutan. Tapi akhirnya sisi baik gue ngebisikin balik bahwa gue harus lawan rasa malas yang sudah beberapa hari ini makin parah.
Moment Uhuk :)
So yeah, akhirnya gue milih ikutan. Gue mulai mikir konsep foto, menurut gue kalo fotonya biasa kayaknya bakalan kalah soale make up gue habis, dan wajah gue masih dipenuhi aura rasa malas, kalo tetap paksa lanjut ngekspos wajah, gue takut Mba Ollie bakalan silau dengan kecantikan gue yang tiada tara ini (kalo silau kan berarti fotonya gak bisa  di liat) *hihi jadi gue milih gaya foto tanpa harus ngekspos wajah. Dan jadilah seperti yang gue posting kemarin :)

Sunday, November 3, 2013

Do You Want to be Writer or Better Writer?

First, you need to know that I am not a famous writer, I am still learning how to *hehe. But just because I am not famous it does not mean I do not have anything to be shared with you. 

Ini soal pilihan, saya sudah memilih untuk berbagi, kalau kalian mau kita bisa sama-sama belajar, yuuk :)

Dulu saya mengiyakan saja ketika menemukan bahwa tips terbaik untuk menjadi penulis adalah dengan menulis, menulis dan menulis. Ow,ow! That does not enough actually! We need to do more than just write! 
Beberapa waktu yang lalu saya sempat googling bareng dengan teman, begitu kami menemukan sebuah postingan tentang tips menulis dia mengatakan

Monday, October 28, 2013

Do I Need to Slap Myself?

Ouch! Apa judul postingan ini terlalu sadis?
Mungkin kalian akan menjawab tidak jika tahu apa hal paling produktif yang gue lakuin beberapa hari ini. The most productive thing I did? Sleep! Gue jadi ingat status seorang teman di Facebook

Rasa malas itu datang ketika kita terlalu cepat memutuskan untuk beristirahat 
sebelum datang rasa lelah. 

Mungkin memang iya.. Rasanya memang gue berubah jadi pemalas, gue cuma ngeliatin detik-detik jam dinding di rumah gue berlari without really accomplishing anything. 

But today, I decided to get out of bed.. Gue secara spontan memutuskan untuk ikut dalam kuis kecil di twitter, proyek sederhana #OllieBooks. Lumayan buat lemesin jari-jari kaku, dan ngerangsang semangat yang loadingnya putus nyambung... Dengan bahasa Inggris seadanya, gue nekat kirim foto ini buat ikut kuis di twitter. Haha.. spontan gini rasanya oke juga :p

Foto bareng Bukunya Mba Ollie untuk ikut tantangan #OllieBooks
Pada akhirnya, rasa malas hanya bisa memudar jika kita memang melawan, dan untuk mulai melawan mulailah dengan basmalah dan loncatlah dari tempat tidur! In my case, gue langsung ikutan tantangan kecil di twitter, itu tanpa pikir panjang... mikir panjangnya baru pas nentuin konsep foto bukunya *hihi.. Rasa malas itu bener-bener racun, jadi inget sebuah quote pas blogwalking, katanya:

"Kalau setan gak bisa ngerayu kita buat ngelakuin maksiat, dia bakalan buat kita lalai terhadap waktu"
*iiiih... 
Note:
Postingan ini juga tanpa kotak komentar ya... :p

Saturday, October 26, 2013

The Pain of Bearing Untold Story

There is no greater agony than bearing an untold story inside you
--Maya Angelou--

Saya rasa seberapa biasa pun seseorang dengan kesendirian, ia akan tetap merasa sepi. Sepenyendiri-penyendirinya seseorang, seintrovert-introvertnya mereka, mereka tetap butuh seorang pendengar.

Bukan! bukan hanya seorang pendengar, tapi seseorang yang membuat nyaman hati mereka.. seseorang yang mereka percaya, seseorang yang dengannya mereka berani memperlihatkan luka, yang di depannya mereka berani menunjukkan tangis... seseorang yang dengan sabar menjadi pendengar tentang cerita mereka yang patah-patah dan bercampur suara serak, yang itu pun masih tertahan di tenggorokan, yang membuat cerita mereka mungkin akhirnya hanya mampu ruah dalam tangis yang panjang... dan bahkan dalam tangis yang diam.

Orang-orang seperti ini benar-benar membutuhkan seorang pendengar, namun adakah yang mengerti bahwa sebuah tangis yang diam juga adalah sebuah cerita? adakah kau, kalian dan saya mau menjadi pendengar dari suara-suara sepi? Ya.. menjadi pendengar dari cerita yang tak bisa diceritakan...

Note:
Pasti sakit sekali bukan? :(

I am Sanguin-Melancholy

7.02 pm

Hujan.
sisi melancholy saya sedang menguat. Tapi memang 1 bulan terakhir ini saya menyadari bahwa sejak awal saya benar-benar seorang melankolis. Awalnya saya berpikir dan menasbihkan diri sebagai sanguinis. Tapi ternyata saya baru tahu adanya kombinasi, dan setelah membaca beragam artikel. Saya paham sepaham-pahamnya bahwa kepribadian dasar saya adalah melankolis. 

Lalu bagaimana mungkin seorang Melo juga memiliki sisi Sanguin? Bagaimana dua kepribadian yang bertolak belakang malah tergabung dalam diri saya? Bukankah seorang melankolis adalah orang yang introvert? Sedangkan sanguin adalah lambang dari sifat yang ekstrovert? Orang-orang melo bukankah orang yang begitu detail dan seorang thinker sedangkan para sanguinis adalah mereka yang bergerak secara spontan dan cenderung impulsif? 

Akhirnya saya paham, mengapa terkadang saya begitu ansosial, namun terkadang begitu menyukai 'panggung'...
Akhirnya saya paham, mengapa saya begitu tabah seperti Hujan Bulan Juninya SDD dan menikmati 'luka'... 
Akhirnya saya paham mengapa...

Note:
Sorry postingan ini tanpa kotak Komentar, bukan apa-apa.. hanya ingin saja ('.')

Say Bye to Jin!

Saat menulis ini, kakak saya sedang menonton film india.. dan jadilah saya ngeblog dengan iringan lagu Dil To Pagel Hai nya Shahrukh Khan dan Kharisma Kapoor :) 

Saya tidak punya topik khusus hari ini, hanya ingin menulis. Mungkin buang sial atau buang rasa malas. Ada banyak list lomba menulis di meja saya. Menunggu antrian untuk dikerjakan, tapi entahlah.. akhir-akhir ini sepertinya Jin (Rasa Malas) saya sedang datang berkunjung. Selain list lomba menulis, di samping tempat tidur juga banyak buku yang bertumpuk, daftar panjang riset kecil-kecilan yang rencananya ingin saya lakukan.

Saya benar-benar berharap postingan ini menjadi langkah awal saya untuk bisa bergerak dan menanggalkan ikatan Jin (baca : rasa malas) yang saya anggap sudah cukup parah.

Adakalanya memang semangat turun naik, oke! turunnya sudah cukup! Sekarang waktunya melompat dan terbang!! Ciiiiaaaaaaaaaaaaaaaaaat ciaaaaaaat. *mulanya mau ngadopsi jurus Jeki and Jetli tp karena saya cinta Indonesia, saya pake jurus Kian Santang ama Gadjah Mada aja! :p

BlackRoom, 11.55 a.m

Thursday, October 3, 2013

Marlita is a Mom Now

“Sekarang aku punya bayi lho…”

Uhuk, itu bukan dialog saya. Tapi kalimat pertama yang diucapkan Marlita saat saya dan Ivy menjenguknya sehabis operasi Caesar. Walaupun sudah melihat Yazid (the baby) saya masih belum percaya Marlita sudah benar-benar jadi ibu.

Rasanya baru kemarin kami berumur 17 tahun, baru kemarin kami mengobrol centil-centilan sambil ngemil jajanan bibi Kantin, tapi waktu memang sudah berjalan jauh. Saya yakin kita sadar bahwa waktu tengah berjalan hanya saja terkadang kita masih terheran dengan perubahan yang terjadi, perubahan keadaan, perubahan sifat, perubahan sikap, dan ehem.. perubahan status *hihihi
Assalamualaikum Yazid :) Besar nya moga jadi cowok keren dunia-akhirat
Ngomong-ngomong tentang perubahan status, tentu saja saat menjenguk Marlita saya tak terhindar dengan pertanyaan ini,

“Ayo kapan Win?”

Dan tentunya saya balik dengan dialog nantang,

“Cariin aja”

Ehh.. saya malah ditantang balik, Marlita bilang Abinya Yazid punya banyak stok teman yang lagi menerawang calon istri *hehehe. Dan saya hanya tertawa…. Sembari diam-diam mencari rasa siap untuk waktu itu... yang nantinya Allah tentukan sebagai titik perubahan :)

Begitula…wahai kau yang di sana

Rasa siap juga butuh ikhtiar

dan dalam sujud-sujud kita,

ia yang mungkin kini kuncup

tengah bersiap mekar…

Sunday, September 22, 2013

Menang Mini Give Away Tarapuccino Hadiah 3 Novel

Pengumuman dari Blog Mba Riawani Elyta :) *seneng
Setelah Menang Mini Give Away beberapa waktu yang lalu, saya jadi rajin menyambangi Syaikh Gugel. Tanya-tanya kali aja ada Give away lain yang cocok ama saya. Eh, alhamdulillah nemu juga Kuis Give Away berhadiah 3 buah novel dari Mba @RiawaniElyta. Tantangannya menulis Flash Fiction yang nggak lebih dari 200 kata. 

Karena merasa cocok dengan kuis ini, akhirnya aku putuskan untuk ikut serta dan mulai menulis, kurang lebih 15 menit kemudian Flash Fiction ku yang berjudul Pahatan Luka selesai. Tanpa pikir panjang, aku posting saja di kotak komentar blog Mba Riawani. 

Setelah memposting FF,  kusempatkan untuk membaca FF peserta Give Away lain, *ceritanya ngintip saingan hehe, dan mulai sok-sokan melakukan penilaian. Waktu itu FF berjudul Dialog Terakhir yang ditulis oleh mas Dedul kuperkirakan bakal jadi salah satu kandidat pemenang. Bagus soale.. *plok plok

Dan ternyata perkiraanku benar, 1 jam yang lalu Mba Riawani Elyta men-tag pengumuman Give Away ini di Facebook. Ada 3 pemenang, salah satunya aku *hehehe. Yuk simak 3 Flash Fiction yang terpilih di bawah ini :)

Saturday, September 7, 2013

Menang Mini GiveAway

Oke, saya sedang berbahagia.. mungkin aura saya bakalan pink dengan kilauan yang mempesona *mabok :p
Penguman dari blog mba @ningaiyu
Tanggal 3 september kemarin saya (seperti biasa) ngobrol dengan syaikh Google, waktu itu kami ngomongin tentang Lomba Menulis. Dari syaikh saya mendapat informasi tentang Mini GiveAway. Itu semacam mini quiz yang sering diadakan oleh para blogger baik hati, jadi mereka ngasi semacam tantangan seperti nulis review, atau jawab pertanyaan ringan dan pemenang bakalan dikasi hadiah yang bisa berupa buku, novel, pernak-pernik, pulsa dan lainnya. 

Sebenarnya saya sering baca tentang Mini Give Away tapi tidak pernah benar-benar ikutan. Nah kali ini beda, saya memutuskan untuk ikut dengan konsep ‘siapa tahu menang’, lagian setelah lirik-lirik hadiahnya oke juga sih :) *ngarepnya makin besar haha

Mba Bloggernya @ningaiyu memberikan persoalan dan meminta peserta memberikan pandangannya, ada yang comment bijak, berapi-api tapi ada juga yang nyablak semena-mena bin konyol :) Ini nih screen cut pertanyaannya.

Tuesday, September 3, 2013

Judge (Catatan Lama)

Sebuah catatan lama yang lain dalam folder tanpa nama. Catatan tertanggal 26 Januari 2011. Saya kurang ingat mengapa menulis ini, tapi saya merasa saat itu saya tengah menemukan sebuah jawab...

Bagi sebagian orang, mungkin ada sosok yang mereka lihat begitu sombong, sok, banyak omong dan banyak sifatnya yang menjengkelkan. Sehingga mungkin mereka pernah mengharapkan orang itu terkena meteor yang nyasar di kampus. Atau paling tidak berharap ia tersesat di dunia pokemon.

Malam ini saya baru menyadari kenapa mereka dan bahkan saya bisa menilai seperti itu dan hanya berhenti atau terpatok dengan penilaian itu.Ya... karena mereka dan saya hanya menggunakan satu sudut dalam melihat ,merekam hingga menilai orang lain. Penilaian dalam pembelajaran yang saya pelajari di kampus menyatakan bahwa penilaian harus didasarkan pada keseluruhan aspek pada siswa. Penilaian menyeluruh terhadap diri siswa baik penilaian proses maupun hasil. Meliputi psikomotorik, afektif dan kognitif. 

Kupikir... begitu juga ketika melakukan penilaian terhadap orang lain. Ada banyak sisi yang tidak kita ketahui, mungkin kita menguasai informasi sisi-sisi “kiri” dari orang tersebut. Namun, akan sangat baik jika kita mau melihat dari berbagai sudut hingga kita menemukan... ternyata sisi “kanan” orang tersebut jauh lebih bermanfaat untuk kita lihat, rekam dan nilai. Hingga pada akhirnya membiarkan diri kita memutuskan untuk menjadi seperti apa..

Keinginan untuk menjadi lebih baik semoga tetap memenuhi diri kita. Semoga Allah selalu memberikan kita kemampuan untuk mengambil sisi-sisi baik dari seseorang. Merekamnya kemudian mengolahnya menjadi bahan perbaikan bagi diri sendiri.

Alhamdulillah.... untuk sebuah pelajaran malam ini. Saya ingin terus belajar agar bisa menilai...

Mataram,  26 Januari 2011

Monday, September 2, 2013

Barakallahu Laka (Persiapan Merayakan Cinta)

“Baarakallahu laka, wa baaraka’alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir”
Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan

Kemarin teman dekat saya --Liza-- menikah, dan saya sibuk berpose dengannya sebelum akhirnya ia khusyuk dalam prosesi akad pernikahannya. Tidak hanya berpose, sayapun sibuk mencoba-coba memakai hena, ya.. ini hari nyentet (centil) jadi nikmati saja :)

Kami mengobrol sambil menunggu iringan penjemput yang akan memboyong liza. Walaupun ia terlihat diam, kemungkinan besar hatinya penuh deru. Sebentar lagi ia akan menjadi istri seseorang, hirarki ketaatanpun akan berubah, namun nilai ibadah akan berlipat *mau :p

Mau? Tentu saja! Bukan hanya bank atau kosmetik yang ngangkat konsep syar’i, romantis-romantisan juga kudu syar’i, caranya? Ya Halalain dong ikatannya #NikahSana!
Kiri: Ivy sedang memakaikan hena di tangan kecilku, kalau yang kanan mah Liza baru selesai dandan
Namun kata mau juga membutuhkan proses tunggu, saya sadar bahwa pernikahan bukan hanya selesai dengan kata mau atau ingin, lantas tuing-tuing duduk manis di pelaminan. Berbicara tentang proses tunggu tentu saja kita juga akan membahas tentang persiapan *hoho

Nah paparan tentang persiapan pernikahan ini dirangkum menjadi 5 item oleh Salim A. Fillah dalam buku Barakallahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta terbitan Pro-U Media.

Pertama, Persiapan Ruhiyah (spiritual).
Ini menyangkut proses perbaikan kita dalam menata sikap mental agar lebih bertanggung jawab, lebih sabar dan dapat lebih mengendalikan ego. Tak lupa juga untuk meningkatkan kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.

Kedua, Persiapan Ilmu-Intelektual
Ini ada banyak, contohnya ada ilmu parenting untuk mendidik anak agar menjadi generasi berkualitas, ada ilmu tentang bagaimana cara berkomunikasi yang makruf kepada pasangan *nggak lupa ilmu rayuan—ini asah juga—hehe. Ada pula ilmu tentang bagaimana mengatur finansial keluarga. Saya pernah membaca tentang ini, dalam sebuah artikel di majalah Ummi, dijelaskan bahwa penting adanya keterbukaan mengenai penghasilan diantara suami istri.

Dengan begitu bukankah kita bisa lebih mudah mengatur target dan rencana-rencana :) jadi gampang pilah-pilah, sekian untuk ini, sekian untuk itu, lainnya untuk ditabung, lainnya untuk setoran apabila ada hutang produktif (kredit rumah, motor dsb), dan tentunya ada juga untuk sedekah :) *yang ini kudu inget!

Ketiga, Persiapan Fisik
Sehat-sehatin diri, kan bisa olahraga, senam, jaga makanan, kalau sakit ya mbok di ikhtiarkan sembuhnya :) contoh kalau panu segera beri kalpanax, kalau pilek beli sanaFLU! Kalau pusing kan ada Bodrex! *sorry ini penjelasannya dari saya bukan dari Salim A. Fillah :D

Keempat,  Persiapan Material
Ulasannya cukup singkat, berikhtiar untuk SEGERA MANDIRI :)

Kelima, Persiapan Sosial
Nah disini kita dianjurkan untuk mulai belajar (kalau sudah ya ditingkatkan belajarnya) untuk bersosialisasi, paham bagaimana say hai dan say salam kepada tetangga karena kan dakwah bisa dimulai dari yang paling dekat :) *asyiknya itu punya tetangga hobi masak, kita bakal dapat seporsi hidangan cicip yang semoga kian mendekatkan hati, mengeratkan ukhuwah, kalau bahasa temen saya never ending ukhuwah :)

Dan yang tidak kalah penting menurut saya adalah memperbanyak do’a. Agar segera bertemu dengan ia yang terpilih, jika sudah bertemu maka semoga diberikan kemampuan untuk saling mengenali dan memantapkan hati, agar waktu tak terlalu lama berjeda hingga membangkitkan angan-angan yang kian melebarkan pintu-pintu syaitan…

P.S
Selamat buat Liza dan Kukoh, Barakallahu :) Semoga keluarga kalian selalu diliputi barakah :)

Monday, August 26, 2013

On a Journey

Saya menemukan lagi sebuah catatan lama yang tersimpan dalam hardisk laptop saya yang lama. Nampaknya sisi melankolis saya sedang sangat kuat waktu itu. Sebuah pengingat... tentang waktu..

Dulu kita hanya sperma yang melakukan perjalanan menuju rahim. Membelah dan tumbuh, kemudian lahir. Menangis, merengek, melakukan hal-hal yang manis dengan balutan kepolosan. Sweet… kita mengalami banyak hal dan itu tanda bahwa kita tumbuh. Merangkak, berjalan kemudian mendapati diri kita pandai berlari.

Akhirnya kita sampai pada masa pubertas, muda, energik, penuh gairah dan ingin tahu. Masuk ke dalam ruang pencarian jati diri. Menemukan dan memulai  desain prinsip serta tujuan hidup. Fase itu terus berjalan hingga nantinya sampai pada pelaminan. Menikah. Punya anak dan menjadi orang tua.

Waktu untuk kesekian kalinya begitu setia mengajar kita. Namun ia juga apik dalam menasehati dengan memberi   tanda akan waktu yang menjemput. Ia memberi  tanda dengan uban, dengan sakit, dan juga kerut.. juga dengan berita “waktu” dari orang lain… namun, menyimakkah kita ketika di masjid menggema pengumaman
“Innalillahi….. telah meninggal dunia… Fulan bin Fulan…….”

Bukankah kita juga tengah menunggu diumumkan?
Rasa-rasanya… perjalanan kita memang membutuhkan “bekal” lebih banyak lagi.

Black Room,  di Zuhur  September 2011

Friday, August 23, 2013

Shalihat Gathering 2013 Regional Bali-Lombok

Pernah dengar berita bahwa seorang muslimah mendapat terror di negara-negara tertentu karena memakai jilbab? Atau tentang adanya aturan pelarangan jilbab  bagi saudari-saudari kita di kampus dan tempat kerjanya? Di Prancis contohnya, yang dulu memicu demonstrasi karena bukankah memakai jilbab termasuk HAM dan melarang pemakaiannya merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM itu sendiri. Bahkan mungkin tak akan lepas dari ingatan tentang Marwa El Sharbini yang terbunuh di Jerman karena luka tusukan berkali-kali saat akan memberikan kesaksian di pengadilan terhadap pelecehan dan beragam insult yang ia dapatkan karena memakai jilbab.

Awalnya saya hanya mengira bahwa pelarangan jilbab dan fenomena Islamphobia hanya terjadi di luar negeri. Namun setelah bertemu dengan beberapa orang di acara Shalihat Gathering 2013 untuk regional Bali-Lombok yang diadakan pada tanggal 18 Agustus lalu, saya baru tahu bahwa pelarangan jilbab dan insult terhadap jilbaber juga ada di Indonesia, di sini, di Negara yang termasuk memiliki jumlah muslim terbesar di dunia. 

Mba Zira bercerita bahwa di beberapa wilayah Bali, insult terhadap saudara kita yang berjilbab kerap terjadi, bahkan katanya jika disebut teroris dan pocong itu sudah menjadi panggilan akrab. Hal tersebut katanya tak bisa lepas dari kejadian BOM BALI yang memang masih menyisakan trauma hingga saat ini. Namun Mba Zira menenangkan kami juga dengan menambahkan bahwa ada dan banyak juga warga Bali yang memang menerima kehadiran jilbaber. Insult hanya dilontarkan beberapa orang saja, namun insult tetap insult dan itu tentu tak pernah menyenangkan :(

Pesan yang disampaikan Mba Zira saat kami ngobrol cukup menyengat saya, pesannya singkat saja.

Wednesday, August 14, 2013

Mengintip Senyum di Dapur BIOGAS

Ramadhan kemarin saya berkesempatan sedikit berpetualang dalam rangka berburu materi terkait Green Energy yang merupakan salah satu topik dalam Green Competition 2013 yang diadakan oleh Biogas Rumah (BIRU). Dari tiga kategori lomba yang ada yakni Feature Article, Photo Story dan Campaign-Kit Design, saya memilih yang pertama. 

Jika saya tidak salah ingat, ini pertama kalinya saya mengikuti sebuah lomba penulisan nonfiksi. Jenis feature article juga tidak begitu saya pahami. Akhirnya saya menggunakan sekitar 30 menit untuk berkonsultasi dengan Nuna Google sehingga mendapat beberapa pencerahan :)

Ternyata Feature Article merupakan sebuah tulisan nonfiksi yang ditulis dengan lebih hidup sebagai ungkapan daya kreatif, jadi ada sentuhan subyektif yang kuat dari penulis terhadap peristiwa, situasi atau aspek kehidupan yang ingin ia tulis, dimana biasanya memang lebih banyak mengambil aspek human interest. Selain bertujuan untuk memberi informasi, feature article juga ditujukan untuk menghibur, mendidik dan tentunya meyakinkan pembaca mengenai materi yang dibahas.

Untuk memperoleh informasi biogas sayapun memulai perburuan dengan research kecil di internet mengenai daerah mana saja yang sudah mulai menggunakan Biogas. Luckily, NTB khususnya Lombok ternyata telah menjadi satu diantara 9 propinsi yang daerahnya menjadi sasaran program BIRU Indonesia sejak 2009 lalu. Program ini dikelola dan diterapkan oleh HIVOS (Institut Kemanusiaan untuk Kerjasama Pembangunan) yang turut dibantu secara teknis oleh SNV (lembaga Pembangunan Belanda). Ini seperti jodoh bagi program Bumi Sejuta Sapi-nya pemerintah NTB. Tentunya populasi sapi yang meningkat akan memberikan dampak tersendiri terhadap lingkungan. Salah satu pembahasan di situs BIRU mengungkap hasil penelitian yang menyatakan bahwa sapi dapat menghasilkan 10 kg kotoran perhari. Dan silahkan hitung sendiri jika sapinya ada sejuta :p 

Kotoran sapi ini jika didiamkan tentunya menjadi limbah dan polusi udara, selain mengganggu pandangan mata juga menimbulkan bau tak sedap. Dan ada yang lebih berbahaya lho, ternyata proses penguraian  

Friday, July 26, 2013

Hello Dreamer!

Yes You Can! Kata Mba Ollie dalam bukunya. Bahasanya ringan dan sangat saya recommend buat para remaja. Tenang saja, walaupun ini buku pengembangan dan motivasi diri namun isinya tak melulu teori, justru sebaliknya, Mba Ollie menulis dengan gayanya yang biasa, tidak ribet, tidak berat dan kebanyakan memang merupakan pengalamannya sendiri. 

Judul buku ini seakan sebuah jawaban ketika saya atau bahkan mungkin kita meragu akan kemampuan diri. Sebuah jawaban yang menenangkan ketika kita merasa memiliki mimpi kelewat tinggi namun di saat bersamaan malah merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup, kekurangan waktu dan beragam excuses lainnya. Sebuah kalimat pendek yang bisa membantu kita melawan ragu yang entah mengapa gemar bertamu ke dalam hati.
Buku Mba Ollie, kecil, ringan, inspiring!
Buku ini memberikan saya point of view yang baru mengenai bagaimana sih the art of living exciting life? Intinya bagi saya adalah tahu apa yang ingin kita lakukan, tahu bidang kita dan focus! Tentu saja ini memang termasuk kunci utama karena tanpa mengenal diri sendiri, ditambah masih dalam keadaan blank dimana belum adanya tujuan/target, kita bisa jadi hanya akan gentayangan tak tentu arah. Boleh saja untuk think big tapi kan kita kudu inget bahwa perlu juga untuk mulai dari act small. Itulah yang nampaknya ingin ditegaskan Mba Ollie dengan menulis ini dalam bukunya:

To get to your destination, you need a map. So create the map, see the big picture. 
Look which way is the best for you, then start driving to the nearest point of milestones.

Ya, karena satu di antara kunci keberhasilan adalah dengan memulai. Simple! Masih kurang yakin? Quote dari eyang Lao Tzu dalam buku ini mungkin bisa nambah keyakinan kamu, percaya deh sebenarnya kita sudah sering membacanya,

Sunday, July 14, 2013

SuksesMulia Festival 2013 in Lombok (Mataram)

Kemarin pada tanggal 13 July 2013 saya berkesempatan mengikuti acara festival SuksesMulia yang diadakan di Arena Budaya Universitas Mataram. Acara ini hasil kerjasama #Komunitas SuksesMulia Lombok, #TDA (Tangan Di Atas) Mataram Community dan EO Terbang Tinggi.  Mba Kaktus menawarkan saya tiket dengan harga miring, setelah mencari beberapa informasi tentang event ini di internet saya langsung tertarik.  Saya menjadi lebih tahu tentang Komunitas Sukses Mulia yang merupakan wadah bagi para individu yang ingin mencapai kehidupan terbaiknya. Dimana mereka akan mendapat arahan dan bimbingan dari para trainer keren. Orang-orang di KSM percaya bahwa ketika seseorang di saat bersamaan bisa sukses dan mulia maka itulah kehidupan terbaiknya. *sweet

Nah #Festival SuksesMulia atau FSM ini sendiri merupakan sebuah event festival yang mengkampanyekan gaya hidup Sukses Mulia. Dimana acara ini diselenggarakan secara serentak

Friday, July 12, 2013

Nyoba Sushi di De' Sushi Mataram

Pada tanggal 3 July kemarin saya (entah kenapa) memutuskan menuju sebuah restaurant #Jepang De' Sushi di Jalan Sriwijaya Mataram. Tepat di depan Doraji, Restauran Korea yang pernah saya dan teman kunjungi hanya untuk mencoba kimchi yang membuat seorang teman  mengobrak abrik google untuk menemukan resep kimchi dan menyesuaikannya dengan lidah Sasak kami.
Wulan menceritakan tentang De' Sushi sekitar 2 hari sebelumnya. Ceritanya terdengar menarik, karena itu terbersit ingin untuk mencoba.Tapi saya lupa, Wulan memang suka masakan asing --_--

Sekitar pukul 5.05 sore saya sudah duduk manis sendirian dengan tampilan menu menawan. Pilihan menu jatuh pada semangkuk Chicken Shoyu Ramen dan Sushi berwarna pink yang cantik, kalau tidak salah namanya California Roll yang berisi avocado, tobiko, kyuri (timun Jepang) dan kani (daging kepiting) :)

Ramen penyelamat
Setelah menunggu beberapa menit yang saya gunakan untuk menjepret-jepret buku menu. Mas pramusaji berwajah ramah muncul dengan semangkuk Ramen ukuran besar (waduh nggak tahu kalau porsinya segede itu) selanjutnya sushi pink berbalur telur ikan pun terhidang di depan saya. Ternyata telur ikan inilah yang disebut tobiko. Saatnya makan :D
California Roll berbalur tobiko --_--
Ihiks... #Sushi pink itu sulit ditelan, sepertinya saya belum terbiasa, mungkin perlu waktu antara Sushi dan lidah ini untuk saling mengenali. Bukannya tidak enak hanya saja lidah ndeso saya belum terbiasa. Untuk menelannya saya mengkombinasikannya dengan kuah ramen dan air putih. Wah ternyata ramennya benar-benar Ok.. *slurp, slurp...

Tapi makanan kesukaan saya tetap makanan Sasak, ya beberok lah, pelecing lah... :) But, masuk ke De' Sushi membuat saya sedikit tidak merasa seperti di Jepang, walau cuma beberapa menit :D Ya.. mungkin someday saya benar-benar akan menginjakkan kaki di Jepang :D

Tuesday, July 9, 2013

Story of Pay-Pay

Rezeki itu datang dari tempat yang tidak di sangka-sangka…
Hari ini saya mendapat sebuah pepaya dari Ade (teman kantor), kata Ade itu pepaya California. Karena senang saya menimang pepaya itu beberapa menit, menggendongnya kemana-mana, bahkan saya sudah memberinya sebuah nama “pay-pay”. Ya setidaknya sebelum saya menelannya dia pernah merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari saya. Setidaknya kami pernah punya kenangan yang manis :p

Setelah puas menimang Pay-pay, saya memasukkannya ke dalam tas, rencananya nanti setiba di rumah dia akan saya penggal menjadi dua bagian, setelah itu akan dikuliti, di cuci dan kemudian di mutilasi berbentuk dadu. Baru masukkan ke kulkas dan di makan, what a tragic life Pay, but one of us must stay alive, so our memories can be written like this :P

Friday, June 28, 2013

Jejak Rasa

Saya punya kebiasaan menulis tanpa edit dan tanpa sensor di Hp (ya benar-benar tanpa sensor hehe).  Terkadang ketika sedang menunggu nasi goreng di sebuah warung pinggir jalan, atau saat sedang menunggu antrian di kantor Pos saya akan sibuk menulis kata-kata yang berlompatan di kepala. Saya suka ketika pada suatu ketika membuka kembali catatan-catatan pendek ringkas dan ala kedarnya itu. Seperti catatan yang tertanggal 1 Agustus 2012 ini

Notes di HP
Bahagia itu membuatmu ingin melompati pagar dan menyalami seluruh kampung. Cinta membuatmu tersenyum lebar sepanjang hari. Cinta.. adalah cara Allah mengabarkan surga
Saya tidak ingat persis apa yang membuat saya menulis tentang ini. Tapi saya bisa menebak satu hal.. saat menulis ini..  I was really happy  
Dan inilah yang paling saya suka, saat dengan mudahnya saya bisa menelusuri kembali jejak rasa yang pernah ada, entah itu kesedihan, kebingungan, kebahagiaan dan tentu saja cinta.  

Tuesday, June 18, 2013

Hasil Blog Walking

Blogwalking itu manfaatnya banyaaaaaaaaaak banget! Salah satunya adalah menyadarkan saya untuk lebih care dengan sekitar. Adalah sebuah jitakan super sakiiit ketika dari nge-blokwalking ke blognya si Cumi Lebay saya mendapati sebuah artikel tentang Ayam Rarang. R-A-R-A-N-G, sekali lagi R-A-R-A-N-G ! Untuk maklum pemirsah, RARANG adalah tempat tinggal saya *huhuhuhu...
Buat info ya, si CumiLebay merupakan blog yang terpilih sebagai blog Pendatang Terbaik dalam ajang pemilihan Bloscar Travel 2013 oleh Skyscanner. Jadi ini merupakan penghargaan Blog Travel dimana Skyscanner memberikan apresiasi untuk para blogger travel terbaik yang telah

Isu BBM dan Cidomo Unyu

Di tengah isu harga BBM yang mau naik,
Di antara status-status pro dan kontra di beberapa media sosial
Saya...
Nemu ini 
hihi...

Nemu di postingan facebook Sausan

The Beat

Saya sedikit terkejut, namun kemudian paham bahwa tak mudah untuk memerintah hati. Ya, hati ini memang hati saya, ia berada dalam tubuh dan jiwa saya namun tetap saja ia punya cara kerja sendiri,
Saya cuma bisa mengingatkannya. Tak apa...Saya akan tunggu sampai hati ini siap...
Ia memang butuh istirahat setelah perjalanan panjang yang melelahkan

Sunday, June 16, 2013

Jejak Pertama di Gili Terawangan Part 2


foto ini diambil oleh si Toekang Poetret (Lulu)
Alhamdulillah,akhirnya sampai juga, kami menginjakkan kaki di Terawangan pada pukul 4 sore. Sudah masuk waktu Asar, kami langsung bergerak mencari

Jejak Pertama di Gili Terawangan Part 1

Lampaq-Lampaq Episode 2

Oke setelah berkelana ke bagian Lombok Selatan, saya jadi demen dan ketagihan jalan-jalan. Akhirnya saya, si Toekang Poetret dan Nyonya Kelepon memutuskan untuk menghabiskan weekend di Gili Air. Rencana awal se di Gili Air seperti angan-angan saya semenjak menulis tentang Gili Air yang katanya lebih sepi dibanding saudaranya si  Gili Terawangan. Masih ingat kan tentang saya yang sok-sokan menulis tentang wisata Lombok tapi nyatanya nggak pernah benar-benar menjejakkan kaki di area wisata, huks..  Adapun Gili Meno menurut saya terlalu sepi, cocoknya buat para honeymooners dan para jiwa petapa. Jadi yang paling pas dengan jiwa saya nampaknya adalah pulau Air.

Masalah mulai

Wednesday, June 12, 2013

Happy New Year

HAPPY NEW YEAR!!! *oups salah moment

Baiklah, baiklah ... ini memang bukan pergantian tahun. Ini memang masih Juni dan Mataram masih kerap disambangi hujan. Masih 6 bulan lagi untuk menuju 2014 dan butuh 6 bulan juga (sebenarnya 5 bulan se) untuk mundur ke awal 2013.

Saya hanya bernostalgia tentang 2 malam pergantian tahun yang telah saya lewati, yakni tentang malam tahun baru 2009 dan 2010. Dua malam yang berjarak 365 hari itu saya habiskan di kamar mandi. Menggosok lantainya sampai mengkilat. Setelah itu begadang menonton film. Sore hari sebelumnya saya akan berburu snack dan aneka cemilan juga minuman sebagai bekal merenung dan contemplating di akhir tahun. Tampak menyedihkan? NOOOOO (see? huruf kapital semua). 

Di setiap malam pergantian tahun saya mendapat banyak kata untuk ditulis. Semuanya tiba-tiba datang dan bergelantungan di kamar saya. Mereka memenuhi atap kos, juga berjejer rapi di tembok kamar yang terpoles warna krem. Di malam itu saya hanya perlu mendengar cerita mereka satu-satu tentang waktu-waktu yang sudah lewat, tentang kenangan, dan beberapa target untuk tahun mendatang. Tiba-tiba saja saya merindui kamar kos yang selalu remang itu, dengan tirai jendela tersingkap lalu sinar bulan yang masuk akan membentuk bayangan benda-benda... Kemudian saya akan merenung-renung, mengingat-ingat tentang banyak hal, tentang banyak cerita, tentang orang-orang dan tentu saja, rasa-rasa... 

Monday, June 3, 2013

Alone and Despair

source: http://obsolete-world.blogspot.com/ 
Seperti biasa saya nge-blogwalking kemana-mana. nemu blog ini. Melihat gambar ini saya jadi ingat setan. Lalu bertanya-tanya, apakah mereka pernah merindukan Allah? Apakah mereka ingin kembali seperti dulu? saat mereka menyembahNya, saat mereka patuh padaNya?
Dalam gambar ini saya merasa ada kesedihan, kesendirian, kesuraman dan sekaligus sedikit kengerian

Friday, May 31, 2013

My First Email

Pertama kali berkenalan dengan internet di tahun 2007. Awalnya saya ingin mengirim naskah cerpen saya ke salah satu majalah remaja, di salah satu ketentuan pengiriman disebutkan untuk tidak menulis cerpen di bagian body email. Saya yang baru melek komputer dan baru tahu cara masuk warnet langsung puyeng. Apa itu Body email? Waktu itu bahkan cara membuat email saja saya tidak tahu.
Bersama teman saya Ira Nyoret, saya akhirnya pergi menemui saudara jauh satu kampoeng si Weird Man alias Bang Ncep yang kos nya beberapa meter dari kos Ira. Si Nyoret waktu itu membutuhkan email untuk mengirim tugas kuliah, sedangkan saya sebenarnya tidak hanya membutuhkan email tapi membutuhkan ilmoe ngenet lainnya, bahkan saya sudah membuat list apa saja yang akan saya tanyakan. Ya, saya memang kepo banget!

Takut salah info, saya pun membawa majalah remaja berisi ketentuan pengiriman cerpen. Bang Weird Man membaca sendiri dan manggut-manggut, tapi dia menunda untuk menjelaskan karena harus memberikan tutorial cara membuat email pada kami. Parahnya, loading internet waktu itu lama sangaat sehingga kami memutuskan untuk pulang dan berjanji akan kembali besok. Tapi karena kesibukan kuliah, saya jadi tidak bisa belajar langsung pada bang Ncep. Tapi lucky nya Ira sudah belajar dan dengan senang hati mengajari saya membuatnya. Saya masih ingat siang itu kami menuju warnet dekat Unram. Ira mengajari saya dengan baik, entah apa yang saya pikirkan waktu hingga membuat email dengan alamat cicit_cu@yahoo.co.id. Jadilah sejak saat itu saya resmi memiliki email, thanks Bang Ncep, thanks Ira Nyoret. Dan alhamdulillah, email ini aktif sampai sekarang, walaupun  kini saya juga memiliki belasan email lainnya :p

Titik Didih
Sejak bisa membuat email, saya gandrung mengunjungi warnet. Belajar ngutak atik dunia maya. Google adalah mesin pencari pertama yang saya tahu. Saya pun mencari banyak hal mulai dari gambar-gambar anime maupun alamat web yang sudah ada dalam catatan saya sejak SMP, Hahaha.

Hingga akhirnya saya tertarik untuk mendownload video,

Thursday, May 30, 2013

Love

Love...
That is something I would never play with, insya Allah...

Wednesday, May 29, 2013

Abandoned

Aku membaca tentang bayi yang ditemukan terjebak dalam pipa pembuangan kotoran di Jinhua, Provinsi Zhejiang Cina. Petugas pemadam kebakaran dan dokter berjuang untuk menyelamatkan bayi itu. Sekarang dilaporkan keadaannya sudah stabil dan masih dalam perawatan di sebuah Rumah Sakit di Jinhua.
Aku melihat foto si baby, entah berlebihan atau tidak. Tapi aku bukan hanya merasa sedih, namun juga sakit. Ia yang sekecil itu, masih selemah itu sudah merasai sakitnya dicampakkan. 

Here is picture of the baby *crying
Tidurlah... bermimpilah tentang dekap yang hangat
Berita lengkap baca aja di sini atau di sini



Alasan

Perhatian dan pengorbanan kata Liza ketika kutanya tentang apa yang bisa membuat seorang wanita jatuh cinta pada laki-laki. Kupikir ada benarnya, walaupun tentu selain kedua hal itu ada banyak alasan lain yang bisa membuat hati wanita jatuh.
Perhatian, mhm.. tentu saja siapa yang tak suka diperhatikan? Disayangi juga dijaga. Hal ini tentunya akan menghadirkan rasa nyaman, dan aku yakin rasa nyaman adalah pupuk terbaik untuk kesuburan cinta, itu sebuah suasana paling kondusif untuk menanam benih asmara.
Berikutnya adalah pengorbanan, di dalamnya ada hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Ikhlas... juga rela. Jika seseorang berkorban untuk cintanya maka sungguh ia telah membuktikannya dengan cara paling nyata.
Tapi sebelum bertanya pada liza, aku sudah tahu apa jawaban paling ideal untuk mencintai seseorang. Allah...
Namun tentunya lisan memang selalu lebih mudah, lebih manis, dan lebih ideal berucap ketimbang apa yang sesungguhnya bergejolak dalam hati. 

Tuesday, May 28, 2013

Langkah agar Fokus Menulis

If I waited for perfection, I would never write a word.”
--Margaret Atwood--


Tidak fokus, malas, tidak tahu mau menulis apa, minder, mood. Hal-hal ini kerap jadi alasan mengapa seseorang tidak menghasilkan satu tulisanpun. Ngintip blog ini ada 7 langkah mudah untuk berlatih fokus dalam menulis. Tapi saya menulisnya hanya menjadi 4 langkah.

1. Mengatur Jadwal Menulis.
Tidak cukup hanya mengatur, tapi juga dipatuhi. Intinya komit ya. Taruhlah menulis dari pukul 8 sampai 8.30. jadi ketika jam sudah menunjukkan pukul 8, wajib hukumnya anda duduk manis dan mulai menulis

2. Sanski?
Jika sudah membuat aturan seperti pada nomer 1, sekarang buatlah bentuk pertanggung jawaban jika anda melanggar atau tidak mematuhi jadwal menulis yang sudah ditentukan. Contohnya, apabila anda tidak menghasilkan satu tulisan hari itu maka anda akan membayar denda atau mentraktir si A, atau Si B. Saya pernah coba cara ini, waktu itu saya berjanji untuk memberikan uang sekian rupiah pada adik saya, jika  tidak bisa menyelesaikan sebuah cerpen pada deadline yang sudah saya tentukan. Terbukti manjur, karena saya mencintai uang saya *hahahaha

3. Singkirkan aneka Aplikasi, Game atau Hal yang bisa membuat perhatian anda teralihkan.

4. Perkuat keinginan untuk mulai menulis. Tahan, tahan, lanjut, lanjut!
Bayangkan saja bahwa ketika menulis anda sedang berbicara pada seorang teman tentang suatu topik.
Jika ada keinginan untuk berhenti menulis karena ada hasrat untuk melakukan hal lain, tahan saja. ingatlah bahwa anda harus berkomitmen dengan aturan yang sudah anda buat sendiri. Tahan! Jika memang ada sesuatu yang begitu menarik, lihat saja. Tapi jangan terlalu bereaksi, santai, pikir-pikir lagi dan kembalilah menulis. Jangan menganggap menulis haruslah perfect, kalau menunggu kesempurnaan bisa jadi tidak ada tulisan yang akan anda anggap layak. Karena selalu ada kecendrungan untuk membandingkan dengan yang lain, tulisan orang yang mungkin lebih profesional. Cintai saja apa yang sudah anda tulis. Itu karya anda, mungkin masih compang-camping atau mungkin menjelma itik buruk rupa. Tapi itulah wujud usaha awal anda. Seiring waktu anda akan melihat bagaimana si itik ternyata berubah menjadi si angsa cantik dengan kepak sayap yang anggun. Nikmati prosesnya, kenali jejak-jejak anda. Menulislah.. 

Berlatih

Dari hasil blogwalking, membaca banyak cerita dari para blogger, aku memutuskan untk menulis setiap hari. Entah cuma 5 kalimat atau cuma 5 menit. Yang penting nulis. Semacam warming up untuk langkah selanjutnya, untuk tulisan-tulisan inti. 

Intinya Allah Tepat Waktu

Pagi ini teman satu kosku mengatakan bahwa ia baru menyadari bahwa sudah lama ia tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang dulunya pernah ada ketidakcocokan dengannya. Aku menjawab bisa jadi itu karena Allah sedang menjaganya dari pertemuan dengan orang yang memang hanya membuatnya tak nyaman. Dan jikapun suatu saat nanti mereka bertemu maka mungkin itu memang waktu yang tepat, entah untuk membaikkan kembali hubungan atau memang karena disaat itulah hatinya sudah tak akan terganggu lagi dengan kehadiran mereka. Ya bisa jadi begitu, intinya Allah tepat waktu.

Lampaq-Lampaq ke Lombok Selatan (Sade,Kuta,Tanjung A’an)

Uwoo, akhirnya bisa juga rihlah kecil-kecilan ke Lombok Selatan. Lampaq-lampaq dalam bahasa sasak berarti jalan-jalan. Beberapa kali aku sering nulis tentang pusat-pusat wisata di Lombok seperti Senggigi, Gili, Kute, dan beberapa tempat popular lainnya. Tapi jujur, aku sendiri nggak pernah ke tempat-tempat yang aku tulis, Hihi. Artikel wisatanya jadi full dengan referensi dari nona gugel yang aku lengkapi dengan hasil tanya-tanya ke temen yang sering nongkrong ke tempat-tempat itu. Miris? Dikit se… makanya berbekal rasa malu (soale aku asli Lombok tapi nggak pernah jelajah pulau sendiri) aku mutusin buat mulai perjalanan muter-muter ke Lombok Selatan Sabtu kemarin. Telepon sana-sini akhirnya aku berhasil merekrut Lulu si Toekang Poetret. Haha

Akhirnya jadilah kami menjelajah hari Sabtu. Lokasi pertama yang aku datengi tu di BIL (Bandara International Lombok). Terakhir aku ke sana cuma lewat dalam rangka ke rumah teman. Kolot banget akunya ya, belum ke BIL. Hadeeeee kemarin ke sana sok-sok an keliatan mau jemput orang, haha..  tahunya Cuma numpang nemenin Lulu ngambil uang di ATM. Itupun Cuma 50 rebo. Kalo aku rasanya keliatan  banget jadi backpacker kere, wong nggak bawa uang sepeserpun, tanggal tua. Jadi aku bener-benar bersandar ama si Lulu hahaha, tapi dalam hati berniat akan mentraktirnya pas gajian nanti *semoga inget. 

Jalan menuju Lombok Selatan terbilang uda mulus, beda banget dengan terakhir kali aku ke sana. Dulu masih ada gundukan tanah dengan debu-debu seperti di Arab. Sekarang mah uda rada adem, ada banyak pepohonan yang bikin perjalanan lumayan nyaman.
BIL ternyata nggak jauh beda dari hasil penelusuran aku di google. Masih kesorot beberapa kekurangan. Atap bocor, pas masuk ada ember di tengah jalan nengok ke atas eh atepnya rada bolong. Belum lagi ada beberapa kaki lima yang mejeng depan jalan masuk. Jual sandal jepit sampe balon mainan berbentuk bebek juga ada. Ok, aku nggak  niat buat negkspos kekurangannya tapi cuma kasi gambaran aja. Moga-moga dengan pemerintahan TGB yang kedua kalinya BIL bisa lebih menawan *pray

Monday, May 27, 2013

Only Thee

That I want thee, only thee---let my heart repeat without end
All desires that distract me, day and night, are false and empty to the core.

As the night keeps hidden in its gloom the petition for light
Even thus in the depth of my unconsciousness rings the cry---I want thee, only thee

As the storm still seeks its end in peace
When it strikes against peace with all its might,
Even thus my rebellion strikes against thy love
And still its cry is--- I want thee, only thee


By: Rabindranath Tagore

Puisi ini pertama kali kubaca dari blognya Mba Ollie. Dalem dan sedih. Begitulah cinta, tapi aku yakin cinta pada akhirnya tahu apa yang dia mau dan apa yang harus dilakukan. Jika seseorang benar-benar mencintaimu, No worries.. Kau tak kan 'terluka'. 

I am Inspired

Beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk membuat akun facebook baru. Bukan karena apa-apa, tapi aku rasa aku butuh untuk lebih memperhatikan orang-orang yang memang sudah kukenal. Lebih banyak melihat dan menyapa mereka, karena memang di dunia nyata kami jarang bertemu. 
Ada keasyikan tersendiri ketika melihat update kabar terbaru dari mereka, aktivitas, kegemaran, bahkan gosip terbaru
Beberapa dari mereka masih sama seperti dulu, ya.. update status paling berisi galau dalam hati. Namun beberapa dari mereka juga memberiku inspirasi. Oh mungkin tak hanya inspirasi, tapi mereka sudah berubah menjadi reminder. Ya.. Alarm yang Allah kirimkan untukku. Mereka membuatku mengingat kembali mimpi-mimpiku, keinginan-keinginan serta potensi yang karena kelalaian dan mungkin kemalasanku menjadikannya sekarat.
Kak Na bareng Kak Anto
Pertama, Nana Yunita aku biasanya memanggilnya Kak Na. Dia sudah menjadi a wife sekarang. Walaupun aku jarang berkunjung ke rumahnya yang penuh dengan aneka tanaman, aku tahu ia dan suaminya  punya mimpi yang sedang sama-sama  mereka usahakan. mulai dari menerbitkan buku (Oke kami sama sama penyuka literasi), kegiatan sosial dll. 
Beberapa waktu yang lalu kami sempat berkontemplasi, ketika itu aku menemuinya saat sedang break dari acara pelatihan Boga di LPMP Mataram. Aku ingat apa yang dengan pelan ia ucapkan.
"Ternyata dengan dia (suaminya--red) aku bisa sedikit-demi sedikit mewujudkan mimpi-mimpiku".
Aku ingat sekali rona wajahnya saat mengucapkan ini. Dan saat itu juga diam-diam aku merasa harus segera berbenah, merapikan banyak hal. Merapikan mimpi-mimpiku, dan mulai pasang ancang-ancang untuk mencoba meraihnya. Allah tahu aku sudah lama hiatus, hibernasi yang kelewatan. Karena itu dia mempertemukanku jauh-jauh hari dengan orang-orang ini. Orang-orang yang menjadi alarm untukku. Selang beberapa lama, sms dari Kak Na menjadi penghiburku. Mungkin ia tak pernah tahu bahwa sms itu sangat tepat waktu, dan memang sedang kubutuhkan. Sebuah sms yang menenangkan, sesaat menjelang tidur. 
17 April 2013, 19.16 pm
Asw. Tak penting berapa banyak orang yang mengenalmu, yg terpenting adalah berapa banyak org yang bahagia karena kau ada. Subhanallah, sungguh Allah mencintai org yang bekerja keras dan bermanfaat bagi sesamanya, night.
Sausan and Her dream
Kedua, Sausan. Dia pecinta KPop. Ok, dalam hal ini kami sama. Pertama kali bertemu dengannya tahun 2009. Sama-sama aktif di BEM Unram waktu itu. She is smart girl, dan tentunya menyenangkan. Aku baru saja melihat-lihat album fotonya di FaceBook. Foto-foto saat dia ikut dalam acara The 2012 Youth Camp for Asia's Future ke Korea Selatan. Bagi para penggemar KPop tentunya ini moment yang daebak banget! Melihat foto-fotonya, aku jadi teringat mimpi-mimpiku lagi. Mimpi-mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Selama beberapa waktu ini Allah memberiku banyak pemahaman. Banyak peringatan, dan bahkan ia memberiku alarm yang tak henti-hentinya berdering, hanya saja aku terlalu fokus mencari inspirasi di luar sana, mencari tokoh-tokoh hebat di luar sana. Sedangkan sungguh! Sebenarnya sejak awal alarm itu berada di dekatku, nyaring berbunyi mencoba membangunkanku dari kemalasan dan dari keterlupaan.

Ketiga, Ivy. Dia teman SMA-ku. Aku tahu banyak tentang perjuangannya. Nggak ada fotonya ding, tapi dia bisa dikunjungi di blog ini. Dia selalu bersemangat dan nggak gampang menyerah. Saat aku sedang mempersiapkan diri untuk masuk dunia kampus di tahun 2007. Dia tengah berjuang keras untuk mendapat izin kuliah dari abahnya. Namun Abahnya sampai pada titik final dan tetap pada keputusan untuk tidak memberikan izin kuliah. Walaupun berat Ivy menerimanya, aku tahu gimana susahnya menuruti orang tua ketika kita sendiri memiliki keinginan yang besar untuk diwujudkan. Ada kalimat Ivy yang masih aku simpan sampai sekarang. 

Keputusan Abah untuk tidak memberi izin buat kuliah mungkin salah, tapi aku yakin keputusanku untuk patuh sama beliau itu nggak salah. Ridha Allah itu Ridhonya ortu.
Akhirnya Ivy menuruti kemauan abahnya. Mereka mendirikan Bengkel Honda dan konsen dengan bisnis itu. Kemarin Ivy ke Jakarta untuk lomba tentang Honda (Ahass dan masalah bengkel--aku nggak terlalu ngerti) dan dia meraih juara 3. Aku tahu dengan moment itu Ivy bukan saja membuktikan bahwa Ridho Allah itu ada di ridho Orang Tua, tapi sekaligus juga sebagai reward buat dia setelah begitu banyak masalah dan hal rumit lain dalam perjalanannya. Dan denger-denger, bonus hadiahnya dia bakalan liburan ke Singapura dalam waktu dekat. Hahaha... Good!  


Untuk Sausan, Ivy dan Kak Na... Thank You