Wednesday, December 28, 2011

Sepasang Mata untuk Cemburu


Cemburu… 
Membicarakan sebuah rasa  yang bisa membuat lupa, Meletup, memanas  dan bisa berujung amarah tanpa mata. Ia bisa hadir sebagai sebuah tanda kecintaan, namun tak jarang muncul juga sebagai cicilan untuk menimbun rasa iri. Jenisnya beragam, alasan lahirnya juga bisa berbeda, begitupun cara menyikapinya  pada masing-masing hati  yang  ia kunjungi. 
Namun saya rasa.. cinta, entah itu yang kanak-kanak atau dewasa akan belajar membijakkan cemburu pada tiap waktu yang beranjak.. agar ia tetap manis dan tetap bermata…  karena ia bisa jadi membuat sadar…
bahwa cinta tak pernah pergi dari hatimu…

Black Room,  di penghujung Desember 2011
Sekedar melemaskan jemari, membenahi hati dan seperti biasa…
meminta kata menerjemahkan beberapa rasa…

Dedicated : mereka yang merasai letup-letup cemburu.

Monday, December 12, 2011

The Duo (si tukang ijin Pipis dan Si pemalu)

\\(0.0)//    Hoaaa. lama gak pulang ne... blog ane uda ada sarang burung waletnya. :p
mau cerita dong, mau cerita dong...
aih, cerita ini  tentang anak kelas 3 SD yang duduk sebangku. Kita cek  profil pemerannya dulu:

1. SAMAT
 Si lesung pipit yg suka ijin pipis. adda aja alasannya buat keluar kelas. pake wajah melas lagi, untung punya lesung pipit jadi keinget afgan makanya tak kasi ijin. kalo gak, dia banjiri kelas tebar pipis kayak air mancur juga ane kagak peduli. Sebenarnya bisa dibilang dia punya potensi buat jadi bintang kelas, (mau jadi planet kelas atau matahari juga bisaaaaaaaaa, terserah!) hanya dia spertinya perlu dikasi perhatian ekstra.  hobinya berkelahi! salah temennya juga se yang suka ngolok. dia ngebales olok-olokan dengan cara praktis dan instan. bogem sekali juga uda bikin temennya jadi artis sinetron *nangis!

2. PIAN
Si tukang senyum gak jelas. kalau dia mau fokus dan gak males, dia adalah bulan di kelas. *sebenarnya semua anak juga gitu cuma biar dia shinee dikit la. bisa dikatakan pemalu, tapi juga gak. baiklah... akhirnya kita tahu sifatnya, KADANG_KADANG PEMALU.

Mereka berdua adalah teman sebangku *ngulang penjelasan di atas_red. Dalam seminggu paling tidak Pian akan menangis 4 kali. Alasannya.. dia dijadiin samsak buat latihan tinju... sama siapa??? ya teman sebangkunya- si lesung pipit jago tinju-. sempat ane mau pindahin tempat duduk, tapi mereka malah buat adegan sinetron saling peluk gak mau dipisah. APPA! telah tumbuh cinta diantara mereka? *plak geleng kuat2.
ane sempat heran, kalo memang mereka sering bertengkar ya uda pisah aja... tapi pas mau dipisah eh malah makin erat. padahal ane sudah siapin surat cerai *ngomong apa se????

Ane jadi mikir... di kehidupan kita juga mungkin kayak gitu ya... kadang kita tambah deket dengan seseorang justru karena sering bertengkar... mungkin saat itu sangat ingin dia pergi dari kehidupan kita, atau kita aja yg pergi (terserah!) but... pas hari perpisahan tiba dan detik-detik itu mendekat malah jadi gak pengen pisah... lebih ekstrim lagi setelah jauh malah kangen...
The duo kelas 3 SD ini ngajarin ane secara gak langsung... atau lebih tepatnya NGINGETIN... kalo pertengkaran yang ada mungkin bukan semata-mata berarti ketidakcocokan tapi adalah langkah mencari kesamaan dan kedekatan.. jadi gak harus saling bunuh pake pisau dan BOM. ataupun say good bye dengan tergesa.  Kalo endingnya tetep beda, ya uda...  balik ke pelajaran PKn... dengan materi TOLERANSI, SALING MENGHORMATI dan BHINNEKA THUNGGAL IKA, kepaduan dalam keragaman... aih... yiiihaaa!

Friday, December 2, 2011

Bertemu Helvy Tiana Rosa

Cerpen "Darah Hitam' dalam buku Bukavu memikat saya... ini bukan pertama kalinya tulisan-tulisan Helvy Tiana Rosa membuat saya "jatuh" dan terpikat..
akhirnya bisa juga bertemu dengannya, hohohoho.... seperti biasa, selain memerangkap kata pada kesempatan ini saya pun memerangkap waktu.. meminjam kilatan cahaya dari sebuah kamera HP butut yang menemani saya bertahun-tahun...



berikut petikan cerpen "Darah Hitam" HTR...
"Ia akan pergi ke sebuah jalan baru. Jalan yang pernah dibentangkan lelaki itu dalam ketakpeduliannya...Jalan paling cinta, yang tak pernah membedakan bau darah seseorang.... "

Mataram, 16 November 2011

Wednesday, November 2, 2011

Bantu Somalia Yuuk....


Photo di atas saya rasa berbicara dengan bahasa yang bisa anda mengerti.
Ini hanya menyambung apa yang saya dapat dari Annida Online...

Setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar empat juta empat ratus ribu Rupiah dalam program #Dari Sobat Nida untuk Somalia, dan menyerahkan langsung pada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation, Annida-Online kini kembali membuka program penggalangan dana yang sama tahap kedua.  
“Mendengar penjelasan dari tim ACT, bahwa keadaan emergency bencana kelaparan di Somalia diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun. Dana yang terkumpul di tahap awal saja baru terjaring dari dua puluh orang donatur, masih sedikit sekali yang ikut serta, oleh karena itu Annida-Online akan meneruskan program Dari Sobat Nida untuk Somalia tahap kedua,” papar Syamsa Hawa, selaku Redaktur pelaksana Annida-online di saat acara penyerahan dana untuk Somalia kepada tim Aksi Cepat Tanggap (18/09).

Bagi yang ingin berpartisipasi (lagi) maupun baru ingin bergabung dalam program "Dari Sobat Nida untuk Somalia", dapat menyumbangkan dana melalui rekening 

Bank Syariah Mandiri atas nama Yayasan Insan Media Peduli 
no. rekening 039-010-7788
Bagi yang telah mentransfer dimohon untuk meng-sms ke 0838-99-6474-39 dengan format sbb: 

nama-waktu transfer-jumlah transfer,contoh: Nino-29 September 13:10:15-Rp.500ribu.
Dana yang terkumpul bisa di lihat di  di web annida-online.

untuk info lebih lengkap bisa dilihat di web Annida online..  ada kilasan video yang tak copas dari Annida juga...

video





Ending???

Bagaimana jika tidak ada cara terbaik untuk mengakhiri sebuah cerita kecuali dengan kematian?
Ada begitu banyak film, dan cerpen yang menutup kisah dengan matinya tokoh. Namun  entah mengapa kematian terkadang justru semakin mengindahkan akhirnya. Apakah karena banyak orang berpikir tentang surga? Atau apakah justru cara paling pas mengakhiri cerita adalah dengan melenyapkan pelakunya. Mengirimnya ke dunia yang tak seorang hidup pun tahu gambarannya.

Pengarang memang sering mengambil peran pembunuh. Bahkan untuk karakter yang paling dicintainya. Adakah pilihan itu diambil karena munculnya kekhawatiran dalam diri pengarang? Takut tokohnya bertemu dengan suatu masalah berat dan akhirnya bunuh diri tanpa sepengetahuan pengarang? Akhirnya dalam kekhawatirannya si pengarang membunuh tokohnya. Bisa jadi itu bentuk kekhawatiran atau hanya masalah ketidakpercayaan akan kekuatan sang tokoh yang pengarang ciptakan sendiri.

Lalu bagaimana dengan ending cerita yang menggantung?
Ah.. ini cerita tentang pengarang lain.. yang mungkin memang mempercayakan pilihan  hidup pada sang tokoh… gantung gak gantung yang jeals cerita gue “end’ katanya…
Sekali lagi… ini hanya MUNGKIN…

Saat pusing mikirin ending cerpen, oct 2011

Monday, October 31, 2011

Dee

Aku ingin cerewet hari ini... ingin juga melemaskan jari. Jadilah tulisan ini.
Dee, penulis yang aku  suka... cerita pendeknya pada buku rectoverso menawanku begitu dalam. ku akui, bahwa buku Rectoverso mempesonakanku dari banyak segi, baik dari tampilan buku maupun beberapa photo yang apik disisipkan diantara cerita. photografi  dan cerpen pada dasarnya adalah dua hal yang selalu menarik perhatianku... dan rectoverso memiliki keduanya...
"hanya isyarat' memerangkap hatiku dengan sangat cepat... teori Dee tentang punggung ayam dan cinta memancing untuk berpikir lama... dan ending selalu menjadi bagian menarik untuk masuk kedalam perenungan..
untuk kali kedua akhirnya bertemu filosofi kopi,



teori spasinya membuatku kembali jatuh pada tulisan Dee... betapa jarak memang mengajarkan kita untuk mendekat... kira-kira itulah yang  tertangkap dari pesan Dee...
selanjutnya  adalah "madre". Penasaran... itu hal pertama yang  terasa ketika melihat "madre" terpajang manis di sebuah toko Buku di mataram. dan baru-baru ini akhirnya ia ada dalam genggaman. Aku kembali terpikat dengan Dee. Caranya bertutur dalam cerita yang temanya unik dan "beda'.
Betapa banyak cerita di dunia ini yang bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan mimpi dan prinsip... punggung ayam, kopi, dan roti....

Aku belajar banyak dari tulisan-tulisan Dee... akhirnya kudapati diriku memang benar-benar terpengaruh dan jatuh kembali pada cinta, pada kata...


Jodoh Sebuah Tanya

Ada seorang teman yang tiba-tiba bertanya tentang arti kedewasaan... dalam pandanganku dia bukan tipe yang benar-benar tak tahu jawaban dari pertanyaan ini. entahlah... mungkin dia hanya "gelisah" atau cuma sekedar mau nanya? 
Pertanyaan ini sudah berkali-kali aku temui, tapi tak pernah sungguh-sungguh kupandang. Iseng kucari di google. Aneka jawaban berserakan. tapi sekali lagi entah, aku merasa jodoh untuk pertanyaan ini belum kutemui.
Banyak orang berteori tentang definisi kedewasaan. Mencoba menderetkan beberapa tolak ukur. Dari segi fisik... dari kemampuannya berfikir dan kepiawaiannya memutuskan, pun disertai juga syarat mampunya bertanggung jawab.
Tapi dari sekian ragam jawaban dan ukuran kedewasaan yang kutemui, belum yang benar-benar pas di hatiku. Mungkin karena jawaban paling ideal dari pertanyaan ini ingin kutemui sendiri.
Mungkin lewat beberapa perjalanan dan perenungan, yang tak perlu kupaksakan... mungkin juga akan da beberapa kemungkinan yang lain.
Orang-orang punya hak jawab, namun aku punya hak pilih... ya, rasa-rasanya memang begitu.
Jodoh pertanyaan ini akan kujemput dengan uluran tulus yang "mungkin" kutawarkan....hohoho

Black Room, 31 Oct 2011



Wednesday, October 19, 2011

Menaklukan Kematian Ide

Ada sebuah artikel menarik di Annida online mengenai Writer block, dan membuat saya tercerahkan... tentang bagaimana menaklukan "kematian ide'.. atau melancarkan pena yang tiba-tiba macet, salah satunya dengan bertanya, diberikan contoh juga:

"seperti apa warna merah bagi orang buta?" pertanyaan yang bisa jadi ide menarik untuk cerpen..
Ya... karena menarik, si empunya tulisan uda duluan buat cerpennya... tapi, sebuah quote dari Fauzil Adhim juga nancep banget buat sy pribadi... Quote yg pendek tapi menghajar saya sampai babak belur... buat yang suka nulis, ne cocok jadi renungan..
kalau menulis untuk menyampaikan kebenaran

kenapa sibuk mencari inspirasi untuk dituangkan?

My Room, Oktober 2011
menggelitik kemalasan diri 

Monday, October 3, 2011

Recycle Bin



Tulisan ini berawal ketika  teman saya  menghapus file tugasnya. Ia juga punya kebiasaan tak suka melihat recycle bin laptopnya penuh sehingga langsung mengosongkan isinya. Tiba-tiba baru dia sadar bahwa file yang sudah dia hapus tak ada salinannya, sedangkan ia sudah susah payah mengerjakannya.
Akhirnya ia mengulang mengerjakannya dari awal. Satu-satunya solusi yang ia punya waktu itu.
Saya sedikit merenung.  Ketika hati kita masih ragu atau setengah-setengah untuk “membuang’ sesuatu, sebaiknya kita tidak memutuskan untuk benar-benar membuangnya.
Karena mungkin akan tiba suatu saat dimana tiba-tiba menyadari bahwa kita benar-benar membutuhkannya. Dan saat itu, ia sudah tak ada lagi…

Tak ada, karena kita sudah mencampakkannya, kita sudah menyia-nyiakan jatah kita…
Kita membuangnya…
Ke tempat sampah…

Dimana mungkin ada seseorang yang memungutnya dan menjadikannya lebih berharga…
Dan saat itu, hak kita atas sebuah kepemilikanpun sudah terlepas, sudah tak ada...

Tuesday, September 27, 2011

Memerangkap Waktu

Adakalanya kita tiba-tiba merindukan masa kecil. Beberapa orang yang “rajin” memotret atau dipotret dapat melihat beberapa jejak yang  telah  ia buat dalam jajaran gambar di album photo mereka. Tapi bagi yang senasib dengan saya, mungkin hanya kan menemukan kurang dari beberapa gambar saja. Apesnya lagi tidak ada sama sekali.
Saya jadi mengerti kenapa dulu ibu saya begitu cerewet meminta saya untuk sekedar bergaya di depan kamera untuk moment-moment tertentu. Tapi saya lebih banyak menghilang ketika ajang jepret-jepret itu tiba.
Where am I?
Akhirnya, saya  mendapatkan gambar masa kecil saya di photo 3x4 ijazah TK. Nasib….

Waktu TK
Mungkin rasa miris inilah yang menyebabkan saya mulai menyukai fotografi, sekaligus mulai senang di potret, eksis sel-ca pula, saya tidak mau ketika tua nanti harus menemukan satu-satunya photo masa muda saya adalah di Ijazah pendidikan terakhir…
Walaupun hanya dengan berbekal kamera ponsel, saya akhirnya membuat perangkap untuk moment yang ingin saya simpan…
Ya.. memerangkap waktu, memerangkap kemudaan.. (^.^)

My Room, 27 September 2011

Monday, September 19, 2011

Rumi… Kupinjam Sedikit Kalimat Cinta Darimu…

I told you the truth, the only proof I have are my words. 
But words the only proof I ever had that you were real…and Still I believe..
(Soren _ Film Legend of The Guardian The Owls of Ga' Hoole) 

Sumber Gambar di sini
Bagaimana jika kita terjebak pada suatu kondisi dimana kebenaran yang kita tahu hanya bisa dibuktikan dengan kata?
Bahkan tak jarang bukti kebenaran utuh pun masih bisa tertolak. Karena ada saja orang-orang yang bermain dengan bukti hingga kebenaran menjadi absurd.

Banyak hal menunjukkan fakta namun belum tentu semua itu benar.

Contoh, kita menemukan fakta bahwa si Y dan X pacaran, akan tetapi belum tentu benar bahwa mereka pacaran karena saling mencintai. Lalu fakta bahwa si A dan B menikah dan punya anak, akan tetapi belum tentu benar bahwa anak itu anak si A. Ada contoh lain juga bahwa sebuah penyelidikan pembunuhan menemukan fakta bahwa si Z menggenggam pisau yang merupakan bukti pembunuhan, namun belum tentu benar bahwa si Z yang membunuhnya. Ia mungkin hanya berada ditempat dan waktu yang salah. Bagaimanakah ia akan mengatakan bahwa ia tidak membunuh sedangkan buktinya adalah sebuah kebenaran yang hanya dia yang tahu.

Lalu bagaimana dengan cinta yang bahkan kita sendiri tak dapat mengukurnya? Juga tak mampu mengucapnya? Akankah ia menjadi sebuah kebenaran yang terancam tak memiliki bukti apapun walaupun hanya berupa sebuah kalimat? Ya… terkadang kebenaran bahwa kita mencintai seseorang hanya kita yang tahu. Karena buktinya meringkuk aman dalam hati. Jikapun terucap maka buktinya bisa saja hanya kata-kata. Karena ada beberapa orang yang tidak tahu harus melakukan apa ketika cintanya meminta pembuktian. Katanya perhatian kurang, pertemuan jarang, dan sebagainya yang entah mengapa selalu kurang (^.^)

Namun apakah lantas ia tak berhak dipercaya dan diungkap  karena buktinya hanya sebuah ucapan?

Bagaimana kita mendefinisikan cinta, sedang ia terkadang melampaui logika? Meminjam rangkaian kata Jalaludin Rumi bahwa,
hanya cinta yang dapat menerangkan apa itu cinta.
Seakurat-akuratnya definisi hanya cinta sendiri yang dapat mengungkapkannya. Karena itu saya berharap ketika menyatakan cinta padaNYa (nya), Dia (dia) akn percaya dan mengerti sebab Dia (dia) pun mencintai saya. Biarkan cinta menjadi bukti dalam hati yang bisa kita ungkap lewat kata dan kita mengerti walau terkadang diam-diam..
Maukah Kau (kau) percaya padaku ketika dengan lembut dan sepenuh hati kungkap kebenaran cinta padamu dengan bukti kata?

“Aku mencintaimu…”

Black Room, September 2011

dedicated:
Semua yang mencintai
dan memperjuangkannya..

Wednesday, September 14, 2011

Kreatifitas Brutal

Membaca berita-berita kriminal membuat saya merinding. Metode dan trik yang kreatif namun salah tempat menurut saya. Para pelaku begitu pintar dalam merencanakan tindakan kriminal mereka. Akan sangat menguntungkan jika mereka menggunakan kreatifitas mereka untuk mencari hidup dan membuat hidup banyak orang menjadi lebih baik. 
Kreatifitas brutal bahkan cenderung saya anggap bejat. Jahat. Bukankah tidak ada yang ingin terlahir menjadi penjahat? Apakah selalu keadaan yang membuat seseorang berubah bejat? Jika pilihan dalam hidup mereka hanya mengarah pada kehancuran, mengapa mereka justru memilih menghancurkan hidup orang lain? 
Membunuh? 

Entah ada berapa hati yang terluka, bahkan nyawa yang tak akan kembali. Kehilangan bagi keluarga dan teman-teman korban sudah pasti menyakitkan tanpa ditambah alasan mereka kehilangan karena sebuah pembunuhan. Kemarahan yang muncul adalah simbol luka dan kesakitan. Kebencian adalah puncak rasa sakit, sedangkan balas dendam memungkinkan untuk mengabadikan luka. 
Lalu apa itu keadilan?

Penjara?


Hotel prodeo yang akankah menjinakkan kebrutalan kreatifitas mereka atau memperluas jaringan?

Semoga Allah memberikan penjagaan terhadap kita dari kekejaman orang lain dan dari berbuat kejam.. 
Amin Ya rabb..

Black Room, Night September 2011

Tuesday, September 13, 2011

Park Hyo Shin (Snow Flower)

Lagu Snow Flower ini adalah OST nya drama Korea "Sorry I Love You".. dramanya uda lama sih... tapi kenangan ceritanya yang nyentuh dipaduin lirik lagu ini pas banget.. Pemeran utamanya So Ji sub si muka garang tapi cakep.. uhuk... 
"Sorry I love you" ... di ending baru saya mengerti arti judul dramanya... meminta maaf karena mencintai dan membuat seseorang jatuh cinta sedangkan ia tahu ia akan segera mati... cinta.. sebuah nyanyian dalam hati..
Park Hyo Shin sy anggap cocok membawakan lagu ini... Tapi versi acousticnya juga keren... 
Mhm.. Really Love this song...

Black Room, September 2011

Sunday, September 11, 2011

Ngutak Atik Dapur (Biasa yang Berasa)

Mhm... Puasa kemarin sempat diajari resep tahu aci oleh temen.  Setelah mudik saya coba utak-atik. Cukup mudah, hanya saja saya harus belajar untuk meng-upgrade menu ini.  Ada beberapa menu lain juga yang saya masak. Ada sambal udang wortel, dan bakwan jagung.
Hahaha.. Berasa jadi Mom...
Sempet jepret-jepret dengan keahlian fotografer amatiran... Jadilah seperti ini.
Ini Tahu Achi nya.. :D
 Kalo yang ini Bakwan Jagung (^.^)

Friday, September 9, 2011

Mom, Dad vs Child


Pada umumnya orang tua memiliki keinginan agar anak-anak mereka mendapat yang terbaik. Sedangkan anak-anak mereka memiliki keinginan yang mereka sebut mimpi. Biasanya merupakan hal yang mereka sukai berdasarkan kemampuan dan potensi mereka.
Masalahnya adalah pendapat mereka dan orang tua bertentangan. Komunikasi akhirnya berubah menjadi perdebatan yang tak sampai pada titik temu. Kalaupun ada sebuah keputusan maka itu hanya sebuah keputusan sepihak berdasarkan pandangan sepihak yang akhirnya berujung pada kepuasan sepihak. Jarang pembicaraan Mom, Dad vs Child berbuah kesepakatan bersama.
Banyak anak-anak yang akhirnya menjadi atau bekerja sesuai dengan keinginan orang tua mereka. Namun mengorbankan mimpi dan mengubur hal yang mereka inginkan sendiri. Ketika masih anak-anak banyak yang bertanya "cita-citanya apa dek?"
Lalu mulut kecil itu menjawab dokter, atau pramugari, atau guru, atau pengusaha, atau presiden, atau penulis, atau demonstran dll.... tapi terkadang, sekali lagi... mereka mengucap cita-cita namun di sudut lain ada orang yang sudah mendesain hidup mereka.
Perintah Allah agar anak-anak taat pada orang tua, mungkin anak paham betul. Dan mungkin itulah benteng terkuat sehingga mereka tak harus berdebat panjang dan memilh diam. Pada dasarnya anak-anak tahu bahwa yang diinginkan orang tua adalah juga bagi kepentingan dan kebaikan mereka. Akan tetapi Mom and Dad juga sebaiknya paham bahwa anak-anak mereka juga punya keinginan, mimpi, pandangan, dan prinsip hidup sendiri. Sebuah film dari India mengemas fenomena ini dalam judul yang singkat. 3 idiots.
How to say clearly.... Mom, Dad... I am not kid anymore...

Black Room, September 2011


Thursday, September 8, 2011

Sekilas tentang Artis Korea Yang Bunuh Diri

Awalnya saya tidak terlalu menaruh perhatian terhadap fenomena Korean Wave (Hallyu) yang terjadi di Indonesia. tapi karena disuguhi aneka drama dan lagu oleh teman akhirnya saya mulai tertarik. Saya jadi ingat sebuah drama keluarga yang pernah saya tonton. cerita emak-emak kata teman sy sewaktu dengan berbinar-binar sy ceritakan tentang drama ini. Saya begitu menyukai drama korea Rossy Life...

Rossy Life bercerita tentang kehidupan seorang ibu rumah tangga yang diperankan Choi Jin Sil. Memang pemerannya sudah tua-tua, tapi jalan ceritanya fokus dan menyiratkan banyak pesan. Sampai-sampai saya menangis bombay di ending cerita. Kemudian baru-baru ini sy kembali menonton drama dengan pemeran yang juga sudah tua-tua. Saya temukan kembali wajah Choi.





Judulnya The Last Scandal. Usut-usut ternyata ketika nanya mbah Google, Choi Jin Sil sudah meninggal bunuh diri. Walah! Bukan hanya Choi artis yang bunuh diri di korea. Banyak pendahulu bahkan pengikutnya yang juga memilih jalan serupa. Seperti Park Yong Ha... yang saya puji-puji aktingnya di sebuah film, ternyata sehari setelah menonton filmnya baru saya tahu dia sudah bunuh diri. selain itu ada drama Poenix, yang ternyata artisnya juga bunuh diri. Rata-rata penyebabnya karena depresi. Choi sendiri diberitakan mengalami tekanan dan depresi oleh pemberitaan media, belum lagi masalah perceraiannya. Padahal aktingnya bagus. Namun sekarang potensi itu sudah terkubur dan kehidupan Choi akhirnya hanya terangkum dalam batu semen yang dingin dan kaku. Lahir tangga sekian, wafat tanggal sekian. End.... 

Ini foto Choi Jin Sil dan Park Yong Ha.  Mhm...walaupun sudah terlambat saya ingin mengatakan bahwa mereka memiliki kualitas akting yang baik.

Saturday, July 23, 2011

Level


Jika anda pernah menonton NARUTO maka anda akan tahu bahwa Naruto bertambah kuat setiap ia selesai melakukan sebuah pertempuran. Ya... "bertemu" dengan kesulitan dan musuh-musuh kuat justru semakin meningkatkan kemampuannya..

Begitupun saya rasa dalam hidup. Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi akan menentukan level kita. Jika berhasil menghadapinya maka kemampuan kita baik dari segi ilmu dan mungkin juga kedewasaan akan semakin meningkat...
Saya harap beberapa kesulitan yang saya hadapi akan meningkatkan pemahaman saya... saya bukan hanya ingin melaluinya, tapi juga mengerti, menguasai dan memahaminya jauh dibanding orang-orang yang lebih dulu dibanding saya... saya ingin paham... saya ingin ilmu ini...

Saya yakin Allah memberikan masalah pada setiap makhluknya agar mereka belajar... dan akhirnya mengerti... Amin...

Thursday, July 7, 2011

Lomba "Audisi Menulis MAK JALANAN"

Mhm.. buka fb akhirnya nemu beberapa lomba.. tak coba posting yang ne... silakan yang berminat... tangkap lomba ini! copy dari sini

MAK JALANAN (Pendekar Tak Kenal Lelah)
Coba edarkan pandangan ke sekeliling saat berada di jalanan. Ada berapa jumlah perempuan perkasa di sana. Perempuan yang harus berjuang menantang kerasnya hidup.Tukang ojek sungguhan, tukang ojek buat anak sendiri, penjual jamu (yang gendong atau naik sepeda), penyapu jalan, penjual makanan keliling, pembuat kasur kapuk, sales promotion girl berbagai produk, marketing promotion tingkat paling susaaah, sopir angkutan umum, kondektur, dan lain-lain profesi yang digeluti oleh nara sumber wanita.

Mereka semua ada di jalanan, apapun mereka tempuh, demi membantu perekonomian rumah tangga, atau malah menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan, karena desakan ekonomi pula kadang ada yang terlibat dalam perbuatan haram, misalnya trafficking.

Maka tuliskanlah tentang mereka. Tulisan yang terpilih akan dihimpun dalam antologi inspiratif EMAK JALANAN (Pendekar Tak Kenal Lelah). 

Kriterianya sebagai berikut:

  1. 4-5 halaman spasi 1,5. Bahasa populer, bukan ALAY.
  2. Bentuk tulisan non fiksi, inspiratif, memberi pencerahan bagi pembaca, tidak mengandung SARA.
  3. Perhatikan penulisan kalimat langsung dan istilah-istilah asing/lokal. Jika menggunakan istilah dari bahasa daerah, harap menjelaskannya dalam tanda kurung atau footnote.
  4. Ditulis dalam Times New Roman, ukuran 12, rich text format (rtf).
  5. Tulisan berdasar narasumber yang masih hidup/ pernah ditemui semasa hidupnya.
  6. Kirim naskah dan biodata di bawah naskah, ke: gongpublishing@yahoo.com
  7. Tuliskan di subject: EMAKJALANAN_nama pengarang
  8. Deadline 25 Juli 2011.
  9. Akan dijaring 15-20 tulisan, tersedia honor Rp 100.000,- untuk masing-masing pemenang, plus 1 exp bukti terbit.
  10. Program ini diselenggarakan dalam rangka galang dana untuk Tanah Rumah Dunia (www.rumahdunia.net)

Salam dari Rumah Dunia,

Tias Tatanka

Tuesday, June 28, 2011

Friend

Come to new place... meet new people, ask name, handshake, spend time together...
give advice, take advice... sharing...
Then... I call you all....
Friend

crazy times with all of you is make me laugh and cry at the same time... thanks for all time that we spent together...                                                        


Monday, June 6, 2011

Forgiveness

The hardest things to do in life are to trust, to have faith and to forgive. So I want you to hear these things in my voice when I said I forgive you. Because I love you..That is simple and that is complicated.
(Film_Georgia Rule)

Dalam tulisan saya tentang spongebob saya pernah menulis bahwa memaafkan adalah bagian yang manis. Saya setuju dengan pernyataan bahwa memaafkan adalah solusi yang mudah sekaligus sulit. Mengenai kutipan di atas mungkin ada beberapa kesalahan dalam penulisannya maklumlah kemampuan listening saya terbatas. 
bagian ending adalah bagian yang saya suka, kutipan di atas adalah isi surat dari Huffman kepada Lohan. Berbicara mengenai kutipan, saya juga mendapat tambahan yang bagus dari status seorang teman di facebook.

"Tidak penting kau bisa memaafkan atau tidak bisa memaafkan. Tuhan hanya ingin kau mau. Dia lah yang memberimu kemampuan".
Ya... so simple and so complicated. Tapi percayalah... memaafkan memberimu pembuktian pada dirimu sendiri bahwa kau mencintai dengan tulus. This is the point that I find... ya.. setidaknya kemampuan memaafkan mungkin menunjukkan level cintamu. Dan mungkin juga..... ini salah satu alasan mengapa kebanyakan para ibu SULIT membenci anaknya....
Mhm... ini level cinta yang sulit untuk disaingi... (^.^)

Mataram, minggu-minggu penuh film 2011


Tuesday, May 17, 2011

Listening

Ada seorang teman yang mengeluh pada saya... Ia bercerita bahwa teman satu geng nya jarang sekali bercerita. Jarang  curhat dan buka rahasia. Sedangkan anggota geng lainnya saling curhat masalah mereka. Mulai dari pacar, hingga masalah lainnya. Temannya itu hanya mendengar dan memberi nasehat. Saat diminta curhat dia hanya tersenyum dan menggeleng.

Mhm.... sebenarnya bukan masalah yang mengganggu menurut saya.  Mendengarkan adalah bagian yang saya suka. Karakter tiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa langsung cerita bahkan pada orang yang baru dia kenal. Dan ada orang yang hanya pada saat tertentu baru mau bercerita. Masalahnya mungkin bukan pada tidak mau cerita, tapi lebih kepada tidak bisa, tidak nyaman atau hanya menunggu suasana yang tepat.
Setiap orang punya cara bercerita, bukan hanya dengan cara berbicara pada teman, tapi juga bercerita lewat kata. Mungkin diam-diam menjalin rangkaian huruf di kamarnya, ditemani musik lembut, hati-hati menulis isi hati dalam sebuah buku yang kebanyakan dari mereka menyebutnya... diary.... 

Saturday, May 14, 2011

Wanita dan Air Mata

 Ketika mencintai seseorang, saya benar-benar menyimpannya di tempat yang istimewa. Pada bagian yang sangat aman di dalam hati saya. Ketika saya merasakannya, mata saya tiba-tiba terasa panas dan bersamaan dengan pengakuan saya maka ada air mata yang menyertainya. Saya wanita, dan bahasa kebanyakan wanita memang air mata.

  (seorang wanita yang tidak mau menyebutkan nama)


Mhm... prolog yang tidak terlalu misterius sebenarnya. Kita tidak perlu memikirkan siapa wanita yang punya kata-kata di atas. Kita hanya perlu membacanya saja. Well... mari kita lanjutkan tulisan ini.

Kepada laki-laki... anda nantinya akan menemukan banyak arti dari air mata istri anda. Mungkin saat dia marah, atau saat dia sangat khawatir pada anda, saat anda tidak menghabiskan masakan yang ia buat khusus untu anda, saat ia tahu dirinya mengandung anak anda, saat dia melahirkan anak anda, saat dia melihat anda terluka, saat dia meminta pada Allah penjagaan untuk anda dari kejahatan dan kemaksiatan, saat dia bahkan tidak bisa mengatakan seberapa besar cintanya pada anda. Dia kemungkinan besar akan menyampaikannya dengan tangisan.

Sekalipun makna air mata itu berbeda tapi alasannya kemungkinan besar hanya satu. Dan menurut saya alasan itu sebenarnya sudah jelas.. Ya... karena dia mencintai anda. Kalau anda bertanya mengapa saya begitu sok tahu, jawabannya juga jelas.

Karena saya wanita... (^.^)

Thursday, March 24, 2011

Mengunjungi Masa Lalu

Hari ini saya terjebak macet di tengah jalan menuju kos. Saya perhatikan ke depan nampaknya akan memakan waktu lama untuk bisa sampai kos melewati jalan ini. Saya menoleh kebelakang dan melihat peluang untuk berbalik kemudian mencari jalan lain menuju kos.
Di tengah perjalanan saya berpikir. Terkadang dalam hidup mungkin perlu untuk menoleh kebelakang. Perlu untuk mundur. Karena mungkin disanalah jawaban yang kita cari. Saya jadi ingat dialog Donkey dalam film Shrek Forever After:
“Saat aku kehilangan sesuatu aku selalu mencoba mencari jejakku kembali”.
Ya... mungkin kita tak harus selalu memaksakan untuk maju jika dengan mundur kita bisa mencapai tujuan, atau mungkin akan menjadi lebih baik.
Namun terkadang gengsi cukup berat untuk dikalahkan. Itulah sebabnya beberapa orang benar-benar menutup pintu untuk kembali mencari jejaknya padahal disanalah kebahagiaannya berada. Maukah kapan-kapan kita mengajak diri kita sendiri untuk sekedar mengunjungi masa lalu...?

Mungkin ada hal yang luput dari perhatian kita.


Mataram, 23 Maret 2011

Wednesday, March 16, 2011

Sampahmukah?

"Buang sampah itu"
Kalimat ini begitu sering terdengar dalam keseharian kita. Saya jadi tahu... Bahwa cara pandang kita terhadap sesuatu, posisinya dalam hati dan pentingnya dalam kehidupan kita menentukan nilai hal tersebut. Hal-hal yang kita anggap tak penting dan tak berguna akan mungkin sekali kita buang dan memberinya label ‘sampahku’.
Tapi bagi orang lain yang memandangnya dari sudut berbeda, atau dalam situasi yang berbeda akan mengambilnya dan menyayanginya kemudian memberinya label “hartaku” . Mau beberapa contoh versi saya?

1.Bagi kebanyakan orang, ia akan membuang botol minuman di tempat sampah” tapi bagi pemulung, mereka akan mencari botol itu. Satu botol penting bagi mereka untuk menyambung hidup.


2.Pada umumnya pasangan yang sudah menikah, mereka mendamba anak dan akan menjaga mereka dengan sekuat tenaga. Memberi ASI ekslusif. Bekerja keras untuk mempersembahkan yang terbaik bagi buah hati. Tapi bagi pasangan yang “di kebon semalem” anak yang meringkuk di rahim itu MUNGKIN akan di berikan bodrex, sprite, fanta, coca-cola atau alkohol. Jika itu gagal.. maka setelah lahir akan di isi di tas kresek hitam, lalu di buang di tempat sampah.

Saya teringat sebuah pernyataan dalam acara Oprah, “ sampah bagi anda mungkin harta bagi orang lain”.

Mataram, 2011

Dedicated:
pemulung yang tersenyum padaku pagi itu...
Bayi-bayi korban mutilasi dan aborsi yang kulihat di TV

Saturday, March 12, 2011

Catatan Bodoh

Banyak hal yang bisa membuat seseorang berubah pikiran. Banyak hal yang dapat membuat seseorang benar-benar menjadi orang yang berbeda dalam sekejap. Entah itu memutuskan menjadi baik atau jahat. Its depends on your heart.
Akan ada beragam pemikiran dalam benakmu. Tumpang tindih dan saling beradu kuat. Berusaha melakukan dominasi atas dirimu. Seberapa kuat hatimu akan menentukan pilihanmu. Menjadi lebih baik atau lebih jahat.

Ada sebuah dialog dalam film yang aku lupa judulnya. “Di dunia ini tidak ada korban, yang ada hanya orang yang dikorbankan”. (scary quote). Ya.. jika bisa memilih, kenapa harus mengambil peran sebagai orang yang dkiorbankan sedangkan kau bisa mengorbankan orang lain?
Tapi untuk bisa mengorbankan orang lain, seseorang terlebih dulu perlu mengeraskan hati. Perlu melatihnya untuk mati. Seseorang harus benar-benar masuk ke dalam peran manusia tanpa hati. Seseorang tidak boleh merasa bersalah, tidak boleh menangis, tidak juga kasihan. Dengan kata lain... di hatimu tidak boleh ada cinta dan kasih sayang.

Boleh aku berpendapat? Aku rasa tidak memiliki hati atau mencoba membunuhnya jauh lebih sakit dibandingkan menjadi korban.. ketika kau menjadi korban kau bisa menangis, kau bisa merasa rasa, dan juga masih bisa berdoa. Bukankah itu menunjukkan kau masih percaya Tuhan? Kau masih punya iman.
Namun orang yang tak punya hati, ia tak punya apa-apa. Ia benar-benar tak punya apa-apa. Ia bahkan tidak bisa menangis karena sudah tak bisa merasakan sakit.Mungkin itu sebabnya beberapa orang memilih untuk dikatakan bodoh, karena ia memilih untuk dikorbankan.
Tapi terkadang aku merasa, pada akhirnya... bukankah yang menyakiti dan disakiti sama-sama menjadi korban? Hmmm...

Mataram, hari penuh asap...2011

Friday, March 4, 2011

sisi hitam vs sisi putih

Teringat sebuah perkataan dari seorang teman lama dalam percakapan singkat, "setiap orang memiliki sisi hitam dan putih".
Ya... konsep ini sudah sejak lama saya dengar. hanya saja.. baru kembali saya perhatikan.
Beberapa minggu terakhir ini saya bertemu dengannya.bertemu sisi gelap diri saya.perlahan saya bisa merasakan dominasinya...

Ya.. adakalanya kita bahkan tidak mengenal diri kita sendiri. mungkin kita memang perlu memberinya waktu untuk merasakan dominasi atas diri kita. mungkin saya perlu memberinya ijin untuk menunjukkan diri sebentar saja.. agar saya lihat, saya dengar, kemudian .... dengan manis mempersilahkannya kembali ke tempatnya. menunggu untuk ijin berikutnya agar ia bisa melakukan dominasi lagi.
Bisakah saya minta ijin untuk jadi kejam beberapa jam saja??? ada sesuatu yang bersembunyi di dalam sini. sy akan cari tau... untuk itulah saya perlu memberinya ijin.. sebentar saja.