Monday, November 25, 2013

Mengenal Mehyar Khaddour : Pemeran Khalid bin Walid dalam Serial Omar

Tahu Mehyar Khaddour?

Nggak? 

Jika kalian penggemar Serial kolosal Omar - Umar bin Khattab-yang dulunya di putar di MNC TV pasti kenal wajahnya. Yup! Mehyar adalah pemeran Khalid bin Walid. Salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal jago berkelahi, menguasai taktik perang dan tenar dengan sebutan Saifullah (Pedang Allah).

Mehyar ini juga merupakan actor Syria, sama seperti Sameer Ismail yang berperan sebagai Omar. Ingat kan? Dulu pernah saya tulis di sini

Mau tebak berapa umurnya? Pas-pasan kok, 30 tahun. Ia lahir pada tanggal 10 Oktober 1983. Mehyar lulusan sebuah sekolah acting yang terkenal lho, yakni Syrian High Institute of Dramatic Art. Debut actingnya ia mulai di tahun 2007 pada sebuah film berjudul 'Antara", lanjut ke TV series lainnya yakni Zahrat Anrjis pada tahun 2008, Al Dawarma tahun 2009, lalu Al Ghoufran di tahun 2010, pokoknya banyak!

Selain itu katanya ia juga aktif dalam bermain teater, mungkin turunan dari jiwa sang ayah yang seorang penyair. Kalian tahu? Ayah Mehyar adalah seorang penyair Syiria yang populer, yakni Fayez Khaddour!

Garang dalam peran sebagai Khalid bin Walid --Omar Series-- 2012
Ok, kembali ke bahasan Mehyar dalam serial Omar. Tentunya bukan sebuah peran yang mudah untuk mengambil role sebagai Khalid. Mehyar dalam wawancaranya pun membenarkan ini. Ia berkata bahwa pengalamannya beracting dan bekerja sama dengan sang sutradara --Hatem Ali-- dalam serial ini merupakan sebuah pengalaman yang istimewa dan menyenangkan. Banyak persiapan yang ia lakukan agar bisa memberikan performance terbaik sekaligus berbeda dari actor lain --yang dulunya juga pernah berperan sebagai Khalid--


Salah satunya adalah dengan melakukan research kecil, Mahyer banyak membaca. Ia menyebut "The Jaws of History" sebagai salah satu referensinya, buku ini ditulis oleh dr. Suhail Issawi. Mehyar menerangkan dalam buku tersebut banyak pembahasan mengenai tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam. Ada juga buku lain yang membahas tentang Khalid secara lebih mendalam, baik gaya bertarung hingga detail kepribadiannya. Dan nampaknya bacaan-bacaan inilah yang banyak membantu Mehyar untuk lebih mendalami role sebagai Khalid bin Walid. (Kalau liat actingnya di serial Omar, tatapannya kayak mau nebas orang aja! Kayaknya saya kalau ketemu model begini pura-pura pingsan aja kali ya? Uhuk)

Sebelum dan sesudah berubah :)
O ya perlu kalian catat, karena berperan sebagai Khalid yang setting adegan lebih banyak dalam peperangan. Mehyar juga melakukan latihan fisik yang nggak ringan lho. Dia katanya melakukan beberapa latihan seperti gerakan-gerakan dalam olahraga anggar. Ciat-ciat! Pake pedang-pedang gitu, soalnya kan nanti perannya ada adegan tebas-tebasan. Jadi kayaknya kudu terbiasa memegang senjata. Selain itu dia sering jatuh dari kuda lho, jadi nggak heran ketika host acara bertanya apakah banyak pemeran yang terluka sewaktu beracting. Mehyar dengan singkat, padat dan sadis menjawab "we all get hurt!"

Uhuk :D
Dia bercerita bahwa adegan untuk Khalid bin Walid 80% bersetting dalam pertarungan, dan peperangan, untuk adegan-adegan itu dia bersikeras melakukannya sendiri. Kalian lihat kan dia nggak pake peran pengganti? Dia bilang dia terjatuh dari kuda beberapa kali, bahkan pernah kena kampak juga. (Omo, maaak.. kampak mak!) Itu sebabnya ada beberapa luka memar di tubuhnya.

Tapi Mehyar ini memang suka naik kuda, dia bahkan pernah berlatih bagaimana teknik jatuh dari kuda (yang jelas nggak mau gw pelajari), atau bagaimana berdiri di atas kuda (wow). Eits, skill Mehyar nggak cuma itu, dia pun berlatih permainan pedang dengan dua tangan, walaupun baginya memang agak sulit memainkan pedang dengan tangan kiri. Dalam sebuah sesi wawancara lain dia mengungkap bahwa kemampuannya dalam martial art juga turut mendukung performancenya dalam peran ini. Nggak heran se, kalau kalian cari fotonya di Google, keliatan banget body-nya berotot dan kekar. 
(Kalau jabat tangan jangan-jangan tangan saya yang kecil ini berasa donat di tangannya)

Lalu bagaimana dengan suara dalam serial ini? Apakah Mehyar juga bernasib sama seperti Sameer Ismail yang suaranya pake dubbing? Jawabannya. Tidak! So suara yang kita dengar dalam Omar Series itu emang suaranya Mehyar (horeee!)

Mhm, ternyata setting adegan nggak cuma di satu tempat. Mehyar bilang pengambilan adegan berpindah pindah, pertamanya di Syiria, setelah itu pindah ke Morocco di Ouarzazate (mana neh tumben denger), kemudian lanjut ke Marrakech, habis itu baru balik lagi ke Syiria. Ia mengaku bahwa lokasi-lokasi syuting bukan tempat yang enak untuk bekerja, di sana sangat panas, ditambah lagi kostum mereka kan berlapis-lapis (apalagi kostum perang, kayaknya di tameng perangnya bisa goreng telur saking panasnya)

Sama seperti pada Sameer Ismail dengan peran Umar bin Khattab, Mehyar juga ditanya mengenai 'beban' peran sebagai Khalid bin Walid. Dimana pastinya para viewer (termasuk gw!) bakalan terus memantau dan memperhatikan peran Mehyar selanjutnya dalam film maupun serial lain. Ia berkata cukup tegas bahwa pada dasarnya dia adalah orang yang selektif dalam memilih peran, biasanya ia akan menimbang dengan membaca script terlebih dahulu. Jika ia merasa tak punya feel mengenai peran yang ditawarkan maka ia akan menolaknya. 

Saat menjadi Khalid bin Walid dalam Omar Series, Ini tatapannya nggak seram.. Lembut euy :)
Lagi pula menurutnya viewer harus bisa membedakan dan memahami bahwa peran hanya peran, itu acting. Jadi sebagi actor Mehyar bisa saja mengambil peran apapun. Ia mengambil contoh pada Anthony Quinn yang memerankan 'Hamzah" pada film "The Message". Di film itu menurutnya Anthony beracting bagus, dan ketika pada akhirnya ia mengambil peran di film lain, tidak lantas membuat kesan perannya sebagai Hamzah di film sebelumnya menjadi 'terganggu'.

Ditanya mengenai kontroversi seputar pembuatan serial Omar, Mehyar mengungkap pendapatnya. Ia memandang bahwa kontroversi yang ada sebenarnya bersumber dari kecintaan terhadap Umar bin Khattab. Pihak yang kontra tak setuju dengan serial ini karena mencintai dan menghormati sosok Umar. sedangkan pihak yang mendukung penayangan serial Omar juga adalah orang-orang yang mencintai dan menghormati Umar. 

Mehyar berujar pendek, so it was only about love, and I think it's beautiful thing.


Notes:
Ini beberapa referensi yang saya gunakan untuk membuat postingan ini.


Catatan ya, No Copas please! :)

5 comments:

  1. Setelah nonton Omar, mendadak sy jatuh cinta dgn sosok Khalid. Dari dulu sih sudah kagum, apalagi julukannya Pedang Allah Yang Terhunus. Tapi visualisasinya di serial Omar makin membuat sy kagum. Sudah keren, jagoperang, kayanya berasa aman saja klo bodyguard dunia akhirat kita seperti Khalid *halah :p

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. kalo saya ya setuju (pro) denagn film ini karena bisa dijadikan sarana dakwah dan ternyata bisa bikin orang nangis juga hehehe

    ReplyDelete

Mendongenglah...