Saturday, August 4, 2012

Jejak dan Masa Lalu


Jika masa lalu menurutmu lebih baik, kembalilah, datangi dan bawa untuk masa depanmu, karena itu bagian dari ikhtiar....

Seperti biasa saya kembali dengan beberapa kutipan. Kalimat di atas adalah status teman facebook. Saya rasa kalimat ini bersimpangan dengan teori yang mengatakan "Yang lalu biarlah berlalu" Teori yang juga tak terlalu sy setujui. hehehe.  Bisa saja kan masa sekarang justru ada untuk lebih meyakinkan kita akan "masa lalu" yang mungkin lebih baik. Sehingga kita tak ragu untuk kembali dan menjalaninya dengan lebih yakin di masa sekarang. Ulasan tentang ini pernah saya bahas  sebelumnya. Silahkan baca di postingan Mengunjungi Masa Lalu
Jejak, bukan hanya menunjukkan telah seberapa jauh kita melangkah. Tapi ia juga menunjukkan jalan pada kita, saat kita ingin kembali di titik yang kita ingini...  

Friday, August 3, 2012

T-ara ow T-ara

Awal kenal KPop pas nonton reality show Idol Army nya 2Pm Karena seru n kocak jadi nyari reality show lainnya. ee.. malah jadi ngikutin perkembangan dunia hiburan Korea. Mulai dari artis-artisnya pun drama-drama yang nyentuh.
Jadi kerasa beda sinetron indonesia ma Drama Korea. Jadi tahu juga kenapa remaja kita malah lebih banyak beralih konsen nonton drama mereka dibanding produk Indonesia sendiri. Wong dari segi alur, pemilihan aktor dan kewarasan cerita mereka pantes menang.

Tapi selain gemerlapnya dunia hiburan di sana, ada juga sisi mendungnya. Mulai dari banyaknya artis Korea bunuh diri yang juga pernah sy singgung di sini . Persaingan mereka untuk tetap eksis sangat berat. Untuk debut saja mereka harus melewati masa Training sampai tahunan ada yang 8 tahun, ada juga yang 9 tahun. Setelah debut mereka harus berjuang untuk mendapatkan fans dan berusaha menutup mata akan serangan anti fans yang bisa ekstrim sampe ada upaya pembunuhan. . Jika ada isu scandal terhadap idol maka ini merupakan celah lebih dari cukup untuk antis membenarkan hipotesis ketidaksukaan mereka.
Baru-baru ini kelompok Girl band yang lagi naik daun malah tersangkut kasus Bully yang diduga terjadi dalam tubuh grup mereka. Tadi baca ceritanya di Koreanindo (klik here). Coment-coment pembaca tentunya lebih banyak yang pro pada member yang di bully. Hwayong kalo gak salah (sorry soale gak fokus kenal member T-ara semuanya). Fans tentunya terpecah, dan serangan antis bisa jadi makin kuat. Ending paling mengenaskan bisa aja grup ini bisa bubar. Paadahal perjuangan mereka gak main-main buat bisa sampe pada tingkat popularitas yag sekarang.

Saya pribadi bukan fans T-ara, tapi juga bukan Antis. Hanya saja, kalau memang di Tubuh T-ara ada pembullyan. Sy juga nggak bisa membenarkan mereka atas alasan apapun. biasanya bully terjadi karena ada pihak yang merasa LEBIH HEBAT dari yang lain. Nah pihak lain inilah yang jadi sasarn eksekusi. Biasanya karena lebih muda, lebih lemah dan gak populer!  Alasan yang telalu mengada-ngada jika hanya untuk membuat seseorang terlihat pantas menderita!  
Akhirnya cuma bisa berharap semoga kasusnya segera kelar, dan pemberitaan Kpop jadi lebih postif. 

Thursday, August 2, 2012

Media Online Tarung Cerpen

gambar dari sini
Pada umumnya, keinginan untuk menjadi seorang penulis akan tumbuh seiring kecintaan kita pada literasi. Awalnya mungkin hanya berkeinginan pengen nulis!. Seterusnya seiring waktu kita akan menemukan fokus kita. Apakah bidang fiksi atau non fiksi. Dua-duanya oke, kalau mahir di both of them  jadi bisa  menyeimbangkan kemampuan   .
Menurut saya, fiksi kebagi jadi dua.. Antara Novel atau Cerpen. Kesukaan orang beda-beda. Khususnya saya yang lebih bengkok ke cerpen daripada novel. Dengan membaca cerpen, saya bisa mendapatkan point nya lebih cepat dibanding membaca  novel. Dan biasanya cerpen  di baca sekali duduk. Tapi tergantung juga se, ada toh cerpen yang tebelnya kayak novel. 
Nah.. buat kalian yang syuka nulis dan ingin menilai seberapa tangguh cerpen yang kalian buat. saya rekomendasikan untuk mengunjungi website Annida Online, klik di sini. ada beberapa kelebihan yang saya temukan pada Annida.
Pertama: cerpen kamu bakalan jelas nasibnya. di tolak (rijek) atau dimuat. Karena Annida memiliki pengumuman khusus mengenai daftar naskah yang ditolak, namanya cerpen rijek. Enaknya, ini disertai komentar yang bisa buat kamu tahu kekurangan cerpen kamu. Contohnya gini ni  Bagi seorang penulis, sebuah cerpen yang berhasil selesai adalah harta yang lumayan penting. Jadi bagus gak bagusnya tetep merupakan prestasi sendiri yang layak dibanggakan.

Kedua: karena Annida sistemnya Online, kita jadi bisa langsung komunikasi dengan para pembaca yang memuji atau ngasi kritik ke naskah kita.

Ketiga: Honor tentunya! wkwkwkkwkwk  

Selain itu kalau mau belajar dan tahu seperti apa cerpen yang sering dimuat di harian besar. Kalian bisa intip blog lakon hidup yang update tentang cerpen-cerpen yang dimuat di beberapa harian besar Indonesia. klik di sini aja. Kita bisa tahu ide-ide lain yang bisa dijadiin nyawa dari sebuah cerpen. nambah ilmu juga mengenai pemilihan diksi ataupun alur dari beragam cerpen yang ada. Point nya ada yang bisa kita tangkap dengan mudah, ada juga yang berkali-kali saya baca malah tetep gak ngerti. 

Bagi kita yang memang punya keinginan atawa mimpi jadi penulis. Memulai adalah langkah awal yang selalu tepat. Dan pertarungan (yang banyak) bisa bikin cerpen kamu makin "berotot". Ditolak, oke la.. jatah gagal katanya memang ada. Abisin aja jatah gagalnya dulu. Jadi yang tinggal cuma jatah sukses! 

Dan! jangan sampai karena keputusasaan malah berubah jadi plagiator. Pernah saya ulas di postingan sebelumnya di sini tentang Luka sang pemimpi. 
Oke, Selamat menulis... 

Wednesday, August 1, 2012

Kelainan Genetis pada Pribadi Pesimis

Ada tiga macam ketakutan kata Paul Arden seorang motivator asal Inggris. Ketiga macam ketakutan ini yang sering menjadi halangan kesuksesan seseorang.  Yang pertama adalah takut gagal. ini alamat kita gak akan pernah mau memulai. bawaannya parno terus  . Kedua adalah takut malu. kalo yang ini biang kerok kita jadi nunda belajar. baru ngelangkah, sisi negatif bilang "jangan, nanti malu-maluin!"  walhasil level kita bakal gitu-gitu aja. nah, ketakutan ketiga menurut saya adalah yang paling sering kita temui, yakni takut omongan orang! 

Iya juga se, kita emang idupnya gak sendiri. kita selalu berada dalam lingkaran sekelompok orang yang disebut lingkungan. mau gak mau akan ada juga yang pro atau kontra dengan apa yang kita lakuin. but, masalahnya adalah dengan kesadaran teori pro-kontra maka kita gak bakal mungkin bisa nyenengin semua orang. 

Jadi inget kata temen salah satu ciri kegagalan adalah bisa menyenangkan semua orang! Waktu itu mase gak ngeh maksudnya apaan. tapi ini mungkin nyambung dengan bahasan kita. sebagai manusia tentunya kita selalu butuh apresiasi atawa dukungan. tapi seringkali kita memamng fokus pada omongan orang yang rada ngejatuhin dan lupa kalau ada orang-orang yang setia ngasi support.  Efeknya bisa jadi buat kita down. merasa gagal, kecewa dan buat cahaya ide meredup. kalau uda gini bejimane??
Pertama kita perlu sadar bahwa di sekitar kita memang ada saja orang yang kerjaannya menanggapi sesuatu dari segi negatifnya. Idupnya always mendung dan burem. Jadi secara otomatis dia ngasinya juga hawa horor.

Hasil ngintip majalah Ummi yang No 12 edisi April 2011. saya menemukan bahwa ada penelitian dari Universitas Michigan yang menyebutkan bahwa individu dengan kepribadian pesimis memang memiliki kelainan genetis dengan orang pada umumnya.  perbedaan ini ada pada protein Neuropeptide Y (NPY) yang ada pada DNA. model orang seperti ini rawan akan gangguan psikologis seperti depresi, dan bahkan jarang bisa ngucap syukur atas apa yang telah dimiliki. itulah sebabnya kepribadiannya menjadi orang yang jarang merasa bahagia. Surem terus!  (T.T)

Nah lho.. mau denger omongan negatif dari orang depresi? jawaban ada di tangan kita sendiri. :D
Kalau memang ada serangan coment negatif, kita memang mesti introspeksi. Sebenernya kita di jalan yang bener atawa nggak. Kalau emang kita salah ya monggo segera balik lagi jadi bener. Istilahnya cari yang the best la bagi diri kita, orang lain, papa-mama, adik-akak, pacar, suami, anak.. nasional or sekalian go internasional!! tentyunya dalam kebaikan yak! 

Met Puasa ^^

Luka sang Pemimpi

Bismillah..
Tulisan ini bukan tentang novel Andrea Hirata.
Walaupun sy dan Andrea Hirata punya beberapa kesamaan. Sama-sama Indonesia! 
Tulisan ini tentang orang-orang yang punya mimpi dan telah berani menyebut dirinya sebagai pemimpi. keputusan menjadi seorang dreamer sy rasa bukan keputusan mudah. karena sebagaimana khasnya sebuah keputusan ia punya konsekuensi tersendiri. Begitupun ketika memiliki mimpi, kita tak akan  hanya mengingininya tapi juga perlu menghormati, menjaga dan mengusahakan wujudnya dengan jalan terbaik dan terhormat. No cheat yak! 

Hati-hati juga dengan calo-calo mimpi. contoh horor da ya.. seorang artis Korea yang kemarenan bunuh diri. isunya se dia sudah nggak tahan dijadikan pelayan s*x oleh menejernya. ceritanya, demi mengangkat popularitas si artis agar mendapat kontrak CF ataupun drama si artis mesti rela memenuhi "callingan" beberapa org berpengaruh di industri hiburan Korea. Nah lho.. katanya lebih dari 100 "pelayanan calling" yang akhirnya ngebuat si artis depresi lalu bunuh diri. 

Ini  yang saya sebut sebagai intaian calo mimpi. Mereka mencari orang-orang dengan mimpi. dan mengambil keuntungan dari mereka.
Sedihnya ya ke si artis. Mempercayakan mimpi pada orang yang gak bener. 

Contoh Lain:
Mimpi menjadi penulis. Saya sering membaca berita plagiat pada sebuah komunitas tentang kepenulisan di Facebook. bagaimana sebuah cerpen dicontek dan bisa-bisanya dimuat di sebuah koran harian. Pujian se dapet karena memang cerpennya bagus. Tapi setelah itu ada yang jeli melihat bahwa cerpennya pernah dimuat di media lain, dengan penulis berbeda. Jadilah coment-coment pujian berubah menjadi celaan. 
Saya sempat kasian juga (bukan sama orang yang plagiat yak tapi sama mimpinya!). Mungkin dia sudah di ujung keputusasaan sehingga melakukan copy-paste. Tragis. Dari seorang dreamer malah jadi plagiator
Di lain tempat mungkin mimpi-mimpinya sedang menangis karena dilupakan, atau menghujat karena ia terwujud dengan jalur murtad, tapi selain luka si mimpi. Mungkin di relung terdalam, yang empunya mimpi juga merasai sakit.
Sepertinya luka terdalam seorang pemimpi bukan ketika mimpinya tak terwujud. Tapi ketika dia sendirilah yang menghianati mimpinya. baik itu dengan cara menyerah dalam berusaha, ataupun menempuh jalan "kiri" untuk mencapainya.

Kalau memang uda punya mimpi ya terus aja.. Seperti katanya A. Fuadi di novel Lima Menaranya. Man jadda wa jadda.. yang sungguh-sungguh akan berhasil.. Insha Allah... (^.^)