Wednesday, September 15, 2010

Sebuah Tanya (Puisi Gie)

Sebuah Tanya 
 (By : Soe Hok Gie)


Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap..
sambil membenarkan letak leher kemejaku


Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin


Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat


Lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya.
Kau dan aku berbicara... tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita


Apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu?
Kita begitu berbeda dalam semua..Kecuali dalam cinta..


Haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah-wajah  yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti...
Seperti kabut pagi itu


Manisku.... aku akan jalan terus
Membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru.....

Saturday, September 4, 2010

Cinta yang Kusadari pada Kisah Spongebob dan Spatula



Jika kau mau, kuterima kau kembali.

Untukku sendiri tapi,
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

(Chairil Anwar- Penerimaan-)

Spongebob, tokoh kartun dalam serial anak yang sering saya tonton di salah satu chanel TV. Polos dan sedikit konyol namun ia koki yang hebat bagi tuan Crab. Tinggal dalam rumah nanas di kedalaman laut, berteman dengan bintang laut yang –saya sebut tak terdefinisi- Patrick, dan seekor tupai yang ahli karate, Sandy... Ada beberapa episode yang saya sukai. Salah satunya ketika spongebob bermasalah dengan spatula yang selalu ia gunakan untuk memasak patty di restoran krusty milik tuan Crab. Ini ceritanya : 

Spongebob lumayan setia, bahkan untuk sebuah Spatula yang patah jadi dua tatkala ia gunakan memasak.Ketika tuan crab memintanya untuk menggunakan spatula lain, spongebob mengatakan, 

“Hanya ada satu spatula bagiku”. 

Akhirnya sang spatula ia larikan ke rumah sakit. Sementara spatulanya dirawat karena dikatakan tak dapat tertolong, spongebob tergoda pada sebuah spatula canggih yang dipajang disebuah toko. Karena tergoda, spongebob membeli spatula canggih yang baru dengan menghabiskan uangnya bahkan menggadaikan bajunya. 

Dengan gembira ia kembali ke restoran, bersiap bekerja dan memamerkan kecanggihan spatulanya. Namun tatkala akan digunakan di panggangan untuk membuat burger patty, spatula canggih itu meronta dan mengatakan tak sudi menyentuh bahan makanan yang ada di dapur spongebob. Spatula canggih mahal itu melarikan diri setelah menghina spongebob. 

Ketika telah ditinggalkan tiba-tiba ia teringat pada spatula lamanya. Dia merasa menyesal meninggalkannya, ia lalu kembali ke rumah sakit tempat spatulanya di rawat. Namun ketika ia ingin kembali pada spatula lamanya, sang spatula menolak karena merasa kecewa telah ditinggalkan. Spongebob sedih dan menangis pulang ke restoran. Dijalan ia mengingat kenangan bersama spatula lamanya. Saat ia tengah putus asa di dapur restorannya, ia terkejut ketika mendapati spatula lamanya ada di sana. Seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.. seperti spongebob tidak pernah meninggalkannya. Lalu? Mereka kembali bahagia selamanya.


Saya suka edisi ini, memaafkan adalah bagian yang manis sekaligus sulit. Spatula itu memiliki hati yang cukup tangguh untuk memaafkan . Apa yang menyebabkannya mau kembali dan menerima spongebob kembali setelah ditinggalkan? Jawabannya mungkin cinta.. 

Mulai lagi dari awal.. itu yang mungkin spatula itu tawarkan pada spongebob dan……. juga pada dirinya sendiri..namun yang penting dari semua ini adalah spongebob menggunakan kesempatan keduanya dengan baik… mhm… mhm…  I love cartoon so much…


Mataram, 2 September 2010.

Hujan Bulan Juni (Sapardi D. D)

Hujan Bulan Juni
Oleh : Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

  1989



Puisi dari karya Sapardi Djoko Damono yang saya temui pertama kali berjudul Aku Ingin. Bahasa sederhana yang membuat saya menyukainya. Dan puisi Hujan Bulan Juni ini juga salah satu kesukaan saya.. bolehkah saya menafsirkan Hujan Bulan Juni sebagai seorang kekasih yang mencintai diam-diam, mengharap dan mungkin berdoa diam-diam bagi yang dicinta…? pengen liat... mhm... naluri detektif.
Mataram 2010

The Blind side (Cuapku untuk Film)



Sumber Gambar di sini
Menonton The Blind Side, sebuah film yang diangkat dari kisah nyata… Wajah Michael Ohre (Quinton Aaron) mudah sekali menyentuh perasaan saya. Keunikan keluarga Leigh Anne Touhy (Sandra Bullock) dan Sean Touhy (Tim McGraw) membuat saya semakin menyukai film ini, terutama sifat si kecil SJ. Sepertinya menyenangkan punya anak seperti itu, tidak terlalu terpengaruh dengan perkataan miring orang lain dan lebih memilih menikmati apa yang ada. Nice!


Film ini menunjukkan bagaimana cara membangkitkan kekuatan dalam diri seseorang. Saya jadi teringat Naruto saat dengan tegas ia berkata “Kita akan menjadi semakin kuat ketika ada seseorang yang ingin kita lindungi”. Jadi ingat Go Jun Pio dalam serial Boys Before Flowers versi Korea yang memilih tulang punggungnya patah dibandingkan harus membiarkan wanita yang dicintai terluka. Hal yang hampir sama juga dikatakan Sandra Bullock dalam film Blinside ini pada Michael Ohre “protect your family”. Perasaan mengasihi dan mencintai memunculkan kekuatan yang besar. Cinta kembali menunjukkan kekuatannya. Adegan di lapangan olahraga saat Ohre mendorong keluar seorang pemain Football menjadi salah satu adegan favorit saya. 

Ada sebuah penggalan dialog lagi yang saya suka. Dialog Jacky Chan dalam film The Spy Next Door 
“Keluarga bukan pada masalah darah yang kau bawa, tapi siapa yang kau cintai dan mencintaimu”.
Mhm…Dan saya merasa film Blind Side menyempurnakan dialog ini. I love this movie…


Mataram, 2010.. di kediaman G.A