Sunday, September 22, 2013

Menang Mini Give Away Tarapuccino Hadiah 3 Novel

Pengumuman dari Blog Mba Riawani Elyta :) *seneng
Setelah Menang Mini Give Away beberapa waktu yang lalu, saya jadi rajin menyambangi Syaikh Gugel. Tanya-tanya kali aja ada Give away lain yang cocok ama saya. Eh, alhamdulillah nemu juga Kuis Give Away berhadiah 3 buah novel dari Mba @RiawaniElyta. Tantangannya menulis Flash Fiction yang nggak lebih dari 200 kata. 

Karena merasa cocok dengan kuis ini, akhirnya aku putuskan untuk ikut serta dan mulai menulis, kurang lebih 15 menit kemudian Flash Fiction ku yang berjudul Pahatan Luka selesai. Tanpa pikir panjang, aku posting saja di kotak komentar blog Mba Riawani. 

Setelah memposting FF,  kusempatkan untuk membaca FF peserta Give Away lain, *ceritanya ngintip saingan hehe, dan mulai sok-sokan melakukan penilaian. Waktu itu FF berjudul Dialog Terakhir yang ditulis oleh mas Dedul kuperkirakan bakal jadi salah satu kandidat pemenang. Bagus soale.. *plok plok

Dan ternyata perkiraanku benar, 1 jam yang lalu Mba Riawani Elyta men-tag pengumuman Give Away ini di Facebook. Ada 3 pemenang, salah satunya aku *hehehe. Yuk simak 3 Flash Fiction yang terpilih di bawah ini :)

Saturday, September 7, 2013

Menang Mini GiveAway

Oke, saya sedang berbahagia.. mungkin aura saya bakalan pink dengan kilauan yang mempesona *mabok :p
Penguman dari blog mba @ningaiyu
Tanggal 3 september kemarin saya (seperti biasa) ngobrol dengan syaikh Google, waktu itu kami ngomongin tentang Lomba Menulis. Dari syaikh saya mendapat informasi tentang Mini GiveAway. Itu semacam mini quiz yang sering diadakan oleh para blogger baik hati, jadi mereka ngasi semacam tantangan seperti nulis review, atau jawab pertanyaan ringan dan pemenang bakalan dikasi hadiah yang bisa berupa buku, novel, pernak-pernik, pulsa dan lainnya. 

Sebenarnya saya sering baca tentang Mini Give Away tapi tidak pernah benar-benar ikutan. Nah kali ini beda, saya memutuskan untuk ikut dengan konsep ‘siapa tahu menang’, lagian setelah lirik-lirik hadiahnya oke juga sih :) *ngarepnya makin besar haha

Mba Bloggernya @ningaiyu memberikan persoalan dan meminta peserta memberikan pandangannya, ada yang comment bijak, berapi-api tapi ada juga yang nyablak semena-mena bin konyol :) Ini nih screen cut pertanyaannya.

Tuesday, September 3, 2013

Judge (Catatan Lama)

Sebuah catatan lama yang lain dalam folder tanpa nama. Catatan tertanggal 26 Januari 2011. Saya kurang ingat mengapa menulis ini, tapi saya merasa saat itu saya tengah menemukan sebuah jawab...

Bagi sebagian orang, mungkin ada sosok yang mereka lihat begitu sombong, sok, banyak omong dan banyak sifatnya yang menjengkelkan. Sehingga mungkin mereka pernah mengharapkan orang itu terkena meteor yang nyasar di kampus. Atau paling tidak berharap ia tersesat di dunia pokemon.

Malam ini saya baru menyadari kenapa mereka dan bahkan saya bisa menilai seperti itu dan hanya berhenti atau terpatok dengan penilaian itu.Ya... karena mereka dan saya hanya menggunakan satu sudut dalam melihat ,merekam hingga menilai orang lain. Penilaian dalam pembelajaran yang saya pelajari di kampus menyatakan bahwa penilaian harus didasarkan pada keseluruhan aspek pada siswa. Penilaian menyeluruh terhadap diri siswa baik penilaian proses maupun hasil. Meliputi psikomotorik, afektif dan kognitif. 

Kupikir... begitu juga ketika melakukan penilaian terhadap orang lain. Ada banyak sisi yang tidak kita ketahui, mungkin kita menguasai informasi sisi-sisi “kiri” dari orang tersebut. Namun, akan sangat baik jika kita mau melihat dari berbagai sudut hingga kita menemukan... ternyata sisi “kanan” orang tersebut jauh lebih bermanfaat untuk kita lihat, rekam dan nilai. Hingga pada akhirnya membiarkan diri kita memutuskan untuk menjadi seperti apa..

Keinginan untuk menjadi lebih baik semoga tetap memenuhi diri kita. Semoga Allah selalu memberikan kita kemampuan untuk mengambil sisi-sisi baik dari seseorang. Merekamnya kemudian mengolahnya menjadi bahan perbaikan bagi diri sendiri.

Alhamdulillah.... untuk sebuah pelajaran malam ini. Saya ingin terus belajar agar bisa menilai...

Mataram,  26 Januari 2011

Monday, September 2, 2013

Barakallahu Laka (Persiapan Merayakan Cinta)

“Baarakallahu laka, wa baaraka’alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir”
Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan

Kemarin teman dekat saya --Liza-- menikah, dan saya sibuk berpose dengannya sebelum akhirnya ia khusyuk dalam prosesi akad pernikahannya. Tidak hanya berpose, sayapun sibuk mencoba-coba memakai hena, ya.. ini hari nyentet (centil) jadi nikmati saja :)

Kami mengobrol sambil menunggu iringan penjemput yang akan memboyong liza. Walaupun ia terlihat diam, kemungkinan besar hatinya penuh deru. Sebentar lagi ia akan menjadi istri seseorang, hirarki ketaatanpun akan berubah, namun nilai ibadah akan berlipat *mau :p

Mau? Tentu saja! Bukan hanya bank atau kosmetik yang ngangkat konsep syar’i, romantis-romantisan juga kudu syar’i, caranya? Ya Halalain dong ikatannya #NikahSana!
Kiri: Ivy sedang memakaikan hena di tangan kecilku, kalau yang kanan mah Liza baru selesai dandan
Namun kata mau juga membutuhkan proses tunggu, saya sadar bahwa pernikahan bukan hanya selesai dengan kata mau atau ingin, lantas tuing-tuing duduk manis di pelaminan. Berbicara tentang proses tunggu tentu saja kita juga akan membahas tentang persiapan *hoho

Nah paparan tentang persiapan pernikahan ini dirangkum menjadi 5 item oleh Salim A. Fillah dalam buku Barakallahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta terbitan Pro-U Media.

Pertama, Persiapan Ruhiyah (spiritual).
Ini menyangkut proses perbaikan kita dalam menata sikap mental agar lebih bertanggung jawab, lebih sabar dan dapat lebih mengendalikan ego. Tak lupa juga untuk meningkatkan kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.

Kedua, Persiapan Ilmu-Intelektual
Ini ada banyak, contohnya ada ilmu parenting untuk mendidik anak agar menjadi generasi berkualitas, ada ilmu tentang bagaimana cara berkomunikasi yang makruf kepada pasangan *nggak lupa ilmu rayuan—ini asah juga—hehe. Ada pula ilmu tentang bagaimana mengatur finansial keluarga. Saya pernah membaca tentang ini, dalam sebuah artikel di majalah Ummi, dijelaskan bahwa penting adanya keterbukaan mengenai penghasilan diantara suami istri.

Dengan begitu bukankah kita bisa lebih mudah mengatur target dan rencana-rencana :) jadi gampang pilah-pilah, sekian untuk ini, sekian untuk itu, lainnya untuk ditabung, lainnya untuk setoran apabila ada hutang produktif (kredit rumah, motor dsb), dan tentunya ada juga untuk sedekah :) *yang ini kudu inget!

Ketiga, Persiapan Fisik
Sehat-sehatin diri, kan bisa olahraga, senam, jaga makanan, kalau sakit ya mbok di ikhtiarkan sembuhnya :) contoh kalau panu segera beri kalpanax, kalau pilek beli sanaFLU! Kalau pusing kan ada Bodrex! *sorry ini penjelasannya dari saya bukan dari Salim A. Fillah :D

Keempat,  Persiapan Material
Ulasannya cukup singkat, berikhtiar untuk SEGERA MANDIRI :)

Kelima, Persiapan Sosial
Nah disini kita dianjurkan untuk mulai belajar (kalau sudah ya ditingkatkan belajarnya) untuk bersosialisasi, paham bagaimana say hai dan say salam kepada tetangga karena kan dakwah bisa dimulai dari yang paling dekat :) *asyiknya itu punya tetangga hobi masak, kita bakal dapat seporsi hidangan cicip yang semoga kian mendekatkan hati, mengeratkan ukhuwah, kalau bahasa temen saya never ending ukhuwah :)

Dan yang tidak kalah penting menurut saya adalah memperbanyak do’a. Agar segera bertemu dengan ia yang terpilih, jika sudah bertemu maka semoga diberikan kemampuan untuk saling mengenali dan memantapkan hati, agar waktu tak terlalu lama berjeda hingga membangkitkan angan-angan yang kian melebarkan pintu-pintu syaitan…

P.S
Selamat buat Liza dan Kukoh, Barakallahu :) Semoga keluarga kalian selalu diliputi barakah :)