Friday, May 31, 2013

My First Email

Pertama kali berkenalan dengan internet di tahun 2007. Awalnya saya ingin mengirim naskah cerpen saya ke salah satu majalah remaja, di salah satu ketentuan pengiriman disebutkan untuk tidak menulis cerpen di bagian body email. Saya yang baru melek komputer dan baru tahu cara masuk warnet langsung puyeng. Apa itu Body email? Waktu itu bahkan cara membuat email saja saya tidak tahu.
Bersama teman saya Ira Nyoret, saya akhirnya pergi menemui saudara jauh satu kampoeng si Weird Man alias Bang Ncep yang kos nya beberapa meter dari kos Ira. Si Nyoret waktu itu membutuhkan email untuk mengirim tugas kuliah, sedangkan saya sebenarnya tidak hanya membutuhkan email tapi membutuhkan ilmoe ngenet lainnya, bahkan saya sudah membuat list apa saja yang akan saya tanyakan. Ya, saya memang kepo banget!

Takut salah info, saya pun membawa majalah remaja berisi ketentuan pengiriman cerpen. Bang Weird Man membaca sendiri dan manggut-manggut, tapi dia menunda untuk menjelaskan karena harus memberikan tutorial cara membuat email pada kami. Parahnya, loading internet waktu itu lama sangaat sehingga kami memutuskan untuk pulang dan berjanji akan kembali besok. Tapi karena kesibukan kuliah, saya jadi tidak bisa belajar langsung pada bang Ncep. Tapi lucky nya Ira sudah belajar dan dengan senang hati mengajari saya membuatnya. Saya masih ingat siang itu kami menuju warnet dekat Unram. Ira mengajari saya dengan baik, entah apa yang saya pikirkan waktu hingga membuat email dengan alamat cicit_cu@yahoo.co.id. Jadilah sejak saat itu saya resmi memiliki email, thanks Bang Ncep, thanks Ira Nyoret. Dan alhamdulillah, email ini aktif sampai sekarang, walaupun  kini saya juga memiliki belasan email lainnya :p

Titik Didih
Sejak bisa membuat email, saya gandrung mengunjungi warnet. Belajar ngutak atik dunia maya. Google adalah mesin pencari pertama yang saya tahu. Saya pun mencari banyak hal mulai dari gambar-gambar anime maupun alamat web yang sudah ada dalam catatan saya sejak SMP, Hahaha.

Hingga akhirnya saya tertarik untuk mendownload video,

Thursday, May 30, 2013

Love

Love...
That is something I would never play with, insya Allah...

Wednesday, May 29, 2013

Abandoned

Aku membaca tentang bayi yang ditemukan terjebak dalam pipa pembuangan kotoran di Jinhua, Provinsi Zhejiang Cina. Petugas pemadam kebakaran dan dokter berjuang untuk menyelamatkan bayi itu. Sekarang dilaporkan keadaannya sudah stabil dan masih dalam perawatan di sebuah Rumah Sakit di Jinhua.
Aku melihat foto si baby, entah berlebihan atau tidak. Tapi aku bukan hanya merasa sedih, namun juga sakit. Ia yang sekecil itu, masih selemah itu sudah merasai sakitnya dicampakkan. 

Here is picture of the baby *crying
Tidurlah... bermimpilah tentang dekap yang hangat
Berita lengkap baca aja di sini atau di sini



Alasan

Perhatian dan pengorbanan kata Liza ketika kutanya tentang apa yang bisa membuat seorang wanita jatuh cinta pada laki-laki. Kupikir ada benarnya, walaupun tentu selain kedua hal itu ada banyak alasan lain yang bisa membuat hati wanita jatuh.
Perhatian, mhm.. tentu saja siapa yang tak suka diperhatikan? Disayangi juga dijaga. Hal ini tentunya akan menghadirkan rasa nyaman, dan aku yakin rasa nyaman adalah pupuk terbaik untuk kesuburan cinta, itu sebuah suasana paling kondusif untuk menanam benih asmara.
Berikutnya adalah pengorbanan, di dalamnya ada hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Ikhlas... juga rela. Jika seseorang berkorban untuk cintanya maka sungguh ia telah membuktikannya dengan cara paling nyata.
Tapi sebelum bertanya pada liza, aku sudah tahu apa jawaban paling ideal untuk mencintai seseorang. Allah...
Namun tentunya lisan memang selalu lebih mudah, lebih manis, dan lebih ideal berucap ketimbang apa yang sesungguhnya bergejolak dalam hati. 

Tuesday, May 28, 2013

Langkah agar Fokus Menulis

If I waited for perfection, I would never write a word.”
--Margaret Atwood--


Tidak fokus, malas, tidak tahu mau menulis apa, minder, mood. Hal-hal ini kerap jadi alasan mengapa seseorang tidak menghasilkan satu tulisanpun. Ngintip blog ini ada 7 langkah mudah untuk berlatih fokus dalam menulis. Tapi saya menulisnya hanya menjadi 4 langkah.

1. Mengatur Jadwal Menulis.
Tidak cukup hanya mengatur, tapi juga dipatuhi. Intinya komit ya. Taruhlah menulis dari pukul 8 sampai 8.30. jadi ketika jam sudah menunjukkan pukul 8, wajib hukumnya anda duduk manis dan mulai menulis

2. Sanski?
Jika sudah membuat aturan seperti pada nomer 1, sekarang buatlah bentuk pertanggung jawaban jika anda melanggar atau tidak mematuhi jadwal menulis yang sudah ditentukan. Contohnya, apabila anda tidak menghasilkan satu tulisan hari itu maka anda akan membayar denda atau mentraktir si A, atau Si B. Saya pernah coba cara ini, waktu itu saya berjanji untuk memberikan uang sekian rupiah pada adik saya, jika  tidak bisa menyelesaikan sebuah cerpen pada deadline yang sudah saya tentukan. Terbukti manjur, karena saya mencintai uang saya *hahahaha

3. Singkirkan aneka Aplikasi, Game atau Hal yang bisa membuat perhatian anda teralihkan.

4. Perkuat keinginan untuk mulai menulis. Tahan, tahan, lanjut, lanjut!
Bayangkan saja bahwa ketika menulis anda sedang berbicara pada seorang teman tentang suatu topik.
Jika ada keinginan untuk berhenti menulis karena ada hasrat untuk melakukan hal lain, tahan saja. ingatlah bahwa anda harus berkomitmen dengan aturan yang sudah anda buat sendiri. Tahan! Jika memang ada sesuatu yang begitu menarik, lihat saja. Tapi jangan terlalu bereaksi, santai, pikir-pikir lagi dan kembalilah menulis. Jangan menganggap menulis haruslah perfect, kalau menunggu kesempurnaan bisa jadi tidak ada tulisan yang akan anda anggap layak. Karena selalu ada kecendrungan untuk membandingkan dengan yang lain, tulisan orang yang mungkin lebih profesional. Cintai saja apa yang sudah anda tulis. Itu karya anda, mungkin masih compang-camping atau mungkin menjelma itik buruk rupa. Tapi itulah wujud usaha awal anda. Seiring waktu anda akan melihat bagaimana si itik ternyata berubah menjadi si angsa cantik dengan kepak sayap yang anggun. Nikmati prosesnya, kenali jejak-jejak anda. Menulislah.. 

Berlatih

Dari hasil blogwalking, membaca banyak cerita dari para blogger, aku memutuskan untk menulis setiap hari. Entah cuma 5 kalimat atau cuma 5 menit. Yang penting nulis. Semacam warming up untuk langkah selanjutnya, untuk tulisan-tulisan inti. 

Intinya Allah Tepat Waktu

Pagi ini teman satu kosku mengatakan bahwa ia baru menyadari bahwa sudah lama ia tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang dulunya pernah ada ketidakcocokan dengannya. Aku menjawab bisa jadi itu karena Allah sedang menjaganya dari pertemuan dengan orang yang memang hanya membuatnya tak nyaman. Dan jikapun suatu saat nanti mereka bertemu maka mungkin itu memang waktu yang tepat, entah untuk membaikkan kembali hubungan atau memang karena disaat itulah hatinya sudah tak akan terganggu lagi dengan kehadiran mereka. Ya bisa jadi begitu, intinya Allah tepat waktu.

Lampaq-Lampaq ke Lombok Selatan (Sade,Kuta,Tanjung A’an)

Uwoo, akhirnya bisa juga rihlah kecil-kecilan ke Lombok Selatan. Lampaq-lampaq dalam bahasa sasak berarti jalan-jalan. Beberapa kali aku sering nulis tentang pusat-pusat wisata di Lombok seperti Senggigi, Gili, Kute, dan beberapa tempat popular lainnya. Tapi jujur, aku sendiri nggak pernah ke tempat-tempat yang aku tulis, Hihi. Artikel wisatanya jadi full dengan referensi dari nona gugel yang aku lengkapi dengan hasil tanya-tanya ke temen yang sering nongkrong ke tempat-tempat itu. Miris? Dikit se… makanya berbekal rasa malu (soale aku asli Lombok tapi nggak pernah jelajah pulau sendiri) aku mutusin buat mulai perjalanan muter-muter ke Lombok Selatan Sabtu kemarin. Telepon sana-sini akhirnya aku berhasil merekrut Lulu si Toekang Poetret. Haha

Akhirnya jadilah kami menjelajah hari Sabtu. Lokasi pertama yang aku datengi tu di BIL (Bandara International Lombok). Terakhir aku ke sana cuma lewat dalam rangka ke rumah teman. Kolot banget akunya ya, belum ke BIL. Hadeeeee kemarin ke sana sok-sok an keliatan mau jemput orang, haha..  tahunya Cuma numpang nemenin Lulu ngambil uang di ATM. Itupun Cuma 50 rebo. Kalo aku rasanya keliatan  banget jadi backpacker kere, wong nggak bawa uang sepeserpun, tanggal tua. Jadi aku bener-benar bersandar ama si Lulu hahaha, tapi dalam hati berniat akan mentraktirnya pas gajian nanti *semoga inget. 

Jalan menuju Lombok Selatan terbilang uda mulus, beda banget dengan terakhir kali aku ke sana. Dulu masih ada gundukan tanah dengan debu-debu seperti di Arab. Sekarang mah uda rada adem, ada banyak pepohonan yang bikin perjalanan lumayan nyaman.
BIL ternyata nggak jauh beda dari hasil penelusuran aku di google. Masih kesorot beberapa kekurangan. Atap bocor, pas masuk ada ember di tengah jalan nengok ke atas eh atepnya rada bolong. Belum lagi ada beberapa kaki lima yang mejeng depan jalan masuk. Jual sandal jepit sampe balon mainan berbentuk bebek juga ada. Ok, aku nggak  niat buat negkspos kekurangannya tapi cuma kasi gambaran aja. Moga-moga dengan pemerintahan TGB yang kedua kalinya BIL bisa lebih menawan *pray

Monday, May 27, 2013

Only Thee

That I want thee, only thee---let my heart repeat without end
All desires that distract me, day and night, are false and empty to the core.

As the night keeps hidden in its gloom the petition for light
Even thus in the depth of my unconsciousness rings the cry---I want thee, only thee

As the storm still seeks its end in peace
When it strikes against peace with all its might,
Even thus my rebellion strikes against thy love
And still its cry is--- I want thee, only thee


By: Rabindranath Tagore

Puisi ini pertama kali kubaca dari blognya Mba Ollie. Dalem dan sedih. Begitulah cinta, tapi aku yakin cinta pada akhirnya tahu apa yang dia mau dan apa yang harus dilakukan. Jika seseorang benar-benar mencintaimu, No worries.. Kau tak kan 'terluka'. 

I am Inspired

Beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk membuat akun facebook baru. Bukan karena apa-apa, tapi aku rasa aku butuh untuk lebih memperhatikan orang-orang yang memang sudah kukenal. Lebih banyak melihat dan menyapa mereka, karena memang di dunia nyata kami jarang bertemu. 
Ada keasyikan tersendiri ketika melihat update kabar terbaru dari mereka, aktivitas, kegemaran, bahkan gosip terbaru
Beberapa dari mereka masih sama seperti dulu, ya.. update status paling berisi galau dalam hati. Namun beberapa dari mereka juga memberiku inspirasi. Oh mungkin tak hanya inspirasi, tapi mereka sudah berubah menjadi reminder. Ya.. Alarm yang Allah kirimkan untukku. Mereka membuatku mengingat kembali mimpi-mimpiku, keinginan-keinginan serta potensi yang karena kelalaian dan mungkin kemalasanku menjadikannya sekarat.
Kak Na bareng Kak Anto
Pertama, Nana Yunita aku biasanya memanggilnya Kak Na. Dia sudah menjadi a wife sekarang. Walaupun aku jarang berkunjung ke rumahnya yang penuh dengan aneka tanaman, aku tahu ia dan suaminya  punya mimpi yang sedang sama-sama  mereka usahakan. mulai dari menerbitkan buku (Oke kami sama sama penyuka literasi), kegiatan sosial dll. 
Beberapa waktu yang lalu kami sempat berkontemplasi, ketika itu aku menemuinya saat sedang break dari acara pelatihan Boga di LPMP Mataram. Aku ingat apa yang dengan pelan ia ucapkan.
"Ternyata dengan dia (suaminya--red) aku bisa sedikit-demi sedikit mewujudkan mimpi-mimpiku".
Aku ingat sekali rona wajahnya saat mengucapkan ini. Dan saat itu juga diam-diam aku merasa harus segera berbenah, merapikan banyak hal. Merapikan mimpi-mimpiku, dan mulai pasang ancang-ancang untuk mencoba meraihnya. Allah tahu aku sudah lama hiatus, hibernasi yang kelewatan. Karena itu dia mempertemukanku jauh-jauh hari dengan orang-orang ini. Orang-orang yang menjadi alarm untukku. Selang beberapa lama, sms dari Kak Na menjadi penghiburku. Mungkin ia tak pernah tahu bahwa sms itu sangat tepat waktu, dan memang sedang kubutuhkan. Sebuah sms yang menenangkan, sesaat menjelang tidur. 
17 April 2013, 19.16 pm
Asw. Tak penting berapa banyak orang yang mengenalmu, yg terpenting adalah berapa banyak org yang bahagia karena kau ada. Subhanallah, sungguh Allah mencintai org yang bekerja keras dan bermanfaat bagi sesamanya, night.
Sausan and Her dream
Kedua, Sausan. Dia pecinta KPop. Ok, dalam hal ini kami sama. Pertama kali bertemu dengannya tahun 2009. Sama-sama aktif di BEM Unram waktu itu. She is smart girl, dan tentunya menyenangkan. Aku baru saja melihat-lihat album fotonya di FaceBook. Foto-foto saat dia ikut dalam acara The 2012 Youth Camp for Asia's Future ke Korea Selatan. Bagi para penggemar KPop tentunya ini moment yang daebak banget! Melihat foto-fotonya, aku jadi teringat mimpi-mimpiku lagi. Mimpi-mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Selama beberapa waktu ini Allah memberiku banyak pemahaman. Banyak peringatan, dan bahkan ia memberiku alarm yang tak henti-hentinya berdering, hanya saja aku terlalu fokus mencari inspirasi di luar sana, mencari tokoh-tokoh hebat di luar sana. Sedangkan sungguh! Sebenarnya sejak awal alarm itu berada di dekatku, nyaring berbunyi mencoba membangunkanku dari kemalasan dan dari keterlupaan.

Ketiga, Ivy. Dia teman SMA-ku. Aku tahu banyak tentang perjuangannya. Nggak ada fotonya ding, tapi dia bisa dikunjungi di blog ini. Dia selalu bersemangat dan nggak gampang menyerah. Saat aku sedang mempersiapkan diri untuk masuk dunia kampus di tahun 2007. Dia tengah berjuang keras untuk mendapat izin kuliah dari abahnya. Namun Abahnya sampai pada titik final dan tetap pada keputusan untuk tidak memberikan izin kuliah. Walaupun berat Ivy menerimanya, aku tahu gimana susahnya menuruti orang tua ketika kita sendiri memiliki keinginan yang besar untuk diwujudkan. Ada kalimat Ivy yang masih aku simpan sampai sekarang. 

Keputusan Abah untuk tidak memberi izin buat kuliah mungkin salah, tapi aku yakin keputusanku untuk patuh sama beliau itu nggak salah. Ridha Allah itu Ridhonya ortu.
Akhirnya Ivy menuruti kemauan abahnya. Mereka mendirikan Bengkel Honda dan konsen dengan bisnis itu. Kemarin Ivy ke Jakarta untuk lomba tentang Honda (Ahass dan masalah bengkel--aku nggak terlalu ngerti) dan dia meraih juara 3. Aku tahu dengan moment itu Ivy bukan saja membuktikan bahwa Ridho Allah itu ada di ridho Orang Tua, tapi sekaligus juga sebagai reward buat dia setelah begitu banyak masalah dan hal rumit lain dalam perjalanannya. Dan denger-denger, bonus hadiahnya dia bakalan liburan ke Singapura dalam waktu dekat. Hahaha... Good!  


Untuk Sausan, Ivy dan Kak Na... Thank You 

Friday, May 24, 2013

Rumah Kecil di Sungai Drina-Serbia

Ok, jika membuat rumah pohon sudah menjadi biasa, kali ini ada rumah yang nyantol di atas batu di tengah sungai Drina, lokasinya dekat dengan kota Bajina Basta di Serbia. Kabarnya rumah ini menarik minat para traveller setelah fotonya dipilih oleh National Geographic sebagai 'Photo of The Day" di bulan Agustus 2012 lalu. Foto ini diambil oleh seorang photographer asal Hungaria (kenapa nggak dari Lombok, kenapaaa???) yang bernama Irene Becker.
Tentu saja rumah kecil yang nemplok di batu ini langsung jadi hit di internet. Aku perhatiin lucu imut gitu se.. Tapi begitu tahu umur rumah ini aku jadi agak merinding. Umur si rumah kecil ini katanya uda nyampe 45 tahun (Nggak jamin aman guys.. kali aja banyak setannya)

Rumah ini dibangun pada tahun 1968, kata ownernya emang nggak gampang bangun rumah ini. Tapi hal yang agak 'gila' ini pun akhirnya terwujud, dia berhasil membangun rumah ini dengan bantuan teman-temannya. Ya, walaupun emang rumah ini sempat rusak beberapa kali karena banjir but dia kayaknya masih eksis tuh dijagain ama si empunya.  Kalau lihat fotonya aku juga pengen ke sana (forgetin aja soal setan) kayaknya seru, sejenak bersantai di sebuah rumah kecil dengan dikelilingi air hijaunya sungai Drina.

Ini foto yang diambil Irene Becker

Kalau ini foto lainnya, nyomot dari sini

Eniwei, mungkin banyak 'hal gila' yang ada di kepala kita. Tapi sepanjang itu positif, gak nentang agama, nggak nyakitin orang aku rasa kita nggak salah buat nyoba. Ok, siapa mau buat rumah di atas Monas? Go ahead!



Thursday, May 23, 2013

Saat Remah bukan Remeh

Untuk sejenak saya mulai mengalihkan perhatian pada hal-hal kecil... 

Handuk Berwarna Merah Bata yang sudah bulukan, saya menerka-nerka dalam jejak waktu yang kesekian, apakah mungkin ia telah jatuh cinta pada sinar matahari di waktu pagi? Mungkin dalam diam ia juga berdo'a, agar pemiliknya tetap sayang padanya, Walaupun warnanya sudah berubah, bulu-bulunya sudah rekah, 
ya... sudah tak indah..


Lumut di Tembok Lembab, He.. sejak kapan kalian tumbuh? Air nampaknya merembes dan terus membasahi dinding ini. Maaf baru memperhatikan kalian, ternyata kalian lebih indah jika dilihat dari dekat, lebih hijau, lebih hidup 
ya... lebih membumi...


Bunga Merah di Tembok Batu, ia tampak merekah dan menggoda. Serangga mana yang akan beruntung menghisap sari pertamanya. Tumbuhlah cantik.. karena Kau memang cantik..


Gembok Tua di Gerbang Tua, Ia mungkin dibeli di toko orang Cina. Harganya entah, dan umurnya juga entah. Mungkin ia merasa asing pada kali pertama ia dipasang pada gerbang ini. Namun begitulah jodoh, Tuhan memasangkan mereka, walaupun gerbang dan si gembok berasal dari tempat yang entah, mereka mungkin telah jatuh cinta, entah pada waktu pertama bertemu atau mungkin saat mereka sama-sama merasai rintik hujan dan panas.. 

Untuk renungan saya, bahwa remah-remah tak berarti remeh...

Wednesday, May 22, 2013

Tuesday, May 21, 2013

PTKP untuk Si Single

Ne perbincangan singkat di group whatsapp bareng dua orang yang bakal bisa kurekrut jadi komunitas emak-emak bawel di masa depan :p
Kita ngomongnya tentang pajak, soale kemarin aku pergi ke Kantor Pajak en curhat ke mereka di WA.

  • Ivy   : Daku kemarin tanggal 10 Mei resmi punya NPWP, tapi belum tahu gimana lapornya 
  • Pieq : Eh ya, emang syarat punya NPWP apa ta? Biar kerenan dikit, punya NPWP
  • Aku : (setelah ngubek-ngubek google dengan sok pinter ngejawab) Seseorang baru akan kena Wajib Pajak jika penghasilannya sudah di atas Penghasilan Tidak Kena  Pajak (PTKP). Itu menurut Pasal 7 UU PPh. Nah PTKP itu sendiri tergantung pada status seseorang. Kalau masih single alias belum merit PTKP nya 24.300.000 setahun (ini yang peraturan baru 2013). Jadi kita-kita yang masih single baru akan kena pajak jika memiliki penghasilan lebih dari 2.025.000 per bulan. 
  • Pieq : Hooooooooh (Nelangsa) Belum jadi orang kereeen kalau gitu!
  • Aku : -------_-------!

Note:
Buat info lebih lengkap (PTKP untuk yang sudah menikah, dll) langsung ke sini aja

Monday, May 20, 2013

First Step


Nggak bisa bilang apa-apa, untuk memulai langkah ini banyak keraguan yang harus dilawan, banyak duga dan prasangka yang harus ditekan. Dan Alhamdulillah I did it! I did! *Hihi ready for the next step!

Note:
Jelas itu bukan jejak kaki mungilku, alias gambarnya fiktif belaka. Tadi nyomot di sini

Saturday, May 18, 2013

Singapura, Ketemu Merlion

Pas bangun pagi hari ini tiba-tiba kepikiran Singapura. Tiba-tiba pengen ke sana... Mungkin ini efek dari jalan-jalan ke blog orang yang gandrung backpackeran kali ya. Lantas ngebayangin aku photo-an sama si Merlion- patung singa duyung yang jadi icon Singapura--jadinya kayak gini ne..
Hihihihihi....


Friday, May 17, 2013

Cinta itu Buta

Cinta itu Buta

Sebuah kalimat yang uda jadi mantra dan alasan dibalik tingkah-tingkah gila orang yang sedang kasmaran. Sejak awal mendengarnya hingga hari ini aku masih menduga-duga siapa gerangan 'orang gila' pertama yang mengucapkannya.
Dan please jangan bilang 'Adam' (ngeeek!)

Karena jujur bagi aku sendiri, cinta itu nggak buta.. kalau buta maka itu bukan cinta.. itu bisa jadi ambisi yang make topeng, atau nafsu yang lagi nge'disguise dirinya sendiri biar terlihat seperti cinta.
Jika ternyata cinta itu nggak ngebawa kita jadi lebih baik, lebih paham atau lebih dekat pada-Nya. mungkin sejak awal 'perasaan' yang ada bukanlah sebenar-benarnya cinta.. ya, entahlah..

Kedewasaan

Kadang aku merasa kedewasaan membunuh sebagian dari diri kita sendiri. Kedewasaan membuat seseorang berpikir kelewat matang untuk memulai sesuatu, kedewasaan membuat seseorang kelewat sabar sampai lupa bahwa mungkin rasa marah dan benci dibutuhkan untuk menyeimbangkan dan menyadarkan dirinya bahwa ia masih 'manusia'. Kedewasaan terlalu ideal sehingga terkadang seseorang lupa bahwa ia masih tinggal di bumi. Kedewasaan terlalu sempurna hingga si kekanak-kanakan tak pernah terlihat 'mampu' dan selalu dipandang sebelah mata. Kedewasaan itu penuntut, egois dan mau menang sendiri. 
Kedewasaan itu 
ya...
mungkin 
tak pernah benar-benar dewasa...

Absurd Day, May 2013

Wednesday, May 15, 2013

My Journal

Sudah bertahun-tahun sejak terakhir menulis buku harian. Saya tiba-tiba terbangun di pagi hari dengan kerinduan pada buku harian itu. Setelah membongkar kardus lama, saya menemukan beberapa sisa, lembaran berisi catatan dari tahun-tahun lalu. Karena itu saya memutuskan untuk memulainya lagi, menulis jurnal. Dan kali ini dengan janji tak ada lembarnya yang akan menjadi abu... 
Kini saya tersadar... Betapapun banyak luka yang pernah saya tulis, berapapun banyak tangis yang saya simpan dalam almarhum jurnal itu, saya merindukannya. 
Merindukan jejak-jejak itu, 
merindukan rasa.. 
kenangan... 
dan mungkin luka-luka saya. 
ya... I miss myself...

Jepret Ngawak Day

Liat kamera nganggur iseng foto kebun belakang kantor..

Oke photo pertama, Bunga plastik jaman jebot... debunya uda numpuk sana sini tapi lumayan lah buat di jepret. Jadi model sekali dalam seumur idupnya bisa jadi prestasi membanggakan. Gaya motret biasa aja, tinggal klik, no angel, no gaya...

Trus kedua, ini foto bonekanya Aira. Pertama kali liat ne boneka barbie saya rada shock. Bukannya gimana-gimana se hanya saja, posenya kayak abis di aniaya dan di r*pe. Kasian si Barbie, sehabis di foto, saya perbaiki lagi. Puter kepalanya, bagusin bajunya, mulanya mau tak pakein hijab tapi berhubung si barbie nggak jelas agamanya jadi tak biarin aja pake bajunya semula. Ogah ah ntar si Barbie nuntut kebebasan berekspresi *Hihi


Ketiga, Lumut di atas bata di kebun belakang kantor. Kayak hutan versi mini


Keempat, Batu atau Bata yang entah berumur berapa, sekilas mirip karang di laut but Nooo.. Ini asli bata

Kelima, Tanah, batu campur kerikil... Hanya suka teksturnya.. :)

Hahaha, next mungkin bakal lebih serius, tunggu aja :)


Wednesday, May 8, 2013

Tentang Luka

Kita mungkin memang sedang sama-sama menunggu.Tentang keputusan terbaik, untukmu dan untukku. 
Aku yakin kau paham sebagaimana aku, bahwa beban yang mungkin akan kita pikul tak akan pernah lebih besar dari yang bisa kita tanggung. Begitu pun luka, kau dan aku tak akan pernah terluka lebih dari yang bisa kita tahan. Luka-luka ini akan menguatkan, membantu kita mencerna dan mengenali hati masing-masing.
Kau tahu betapa sulit perjalananku hingga sampai tahap ini? Aku pernah menjadi begitu egois dan penuntut. Aku pernah berseteru dengan sebelah hatiku yang selalu bersiasat untuk membenci. Namun janji Tuhan pasti, bahwa luka ini bisa kutanggung.
Kau pun begitu kan? Luka tak akan merubahmu menjadi lebih lemah... atau lebih jahat...

Tuesday, May 7, 2013

Doa dan Hujan


Saat hujan kuucap sebuah do'a


dan saat hujan pula, kupasrahkan ia padaNya...

Desember 2012 ---May 2013