Thursday, May 23, 2013

Saat Remah bukan Remeh

Untuk sejenak saya mulai mengalihkan perhatian pada hal-hal kecil... 

Handuk Berwarna Merah Bata yang sudah bulukan, saya menerka-nerka dalam jejak waktu yang kesekian, apakah mungkin ia telah jatuh cinta pada sinar matahari di waktu pagi? Mungkin dalam diam ia juga berdo'a, agar pemiliknya tetap sayang padanya, Walaupun warnanya sudah berubah, bulu-bulunya sudah rekah, 
ya... sudah tak indah..


Lumut di Tembok Lembab, He.. sejak kapan kalian tumbuh? Air nampaknya merembes dan terus membasahi dinding ini. Maaf baru memperhatikan kalian, ternyata kalian lebih indah jika dilihat dari dekat, lebih hijau, lebih hidup 
ya... lebih membumi...


Bunga Merah di Tembok Batu, ia tampak merekah dan menggoda. Serangga mana yang akan beruntung menghisap sari pertamanya. Tumbuhlah cantik.. karena Kau memang cantik..


Gembok Tua di Gerbang Tua, Ia mungkin dibeli di toko orang Cina. Harganya entah, dan umurnya juga entah. Mungkin ia merasa asing pada kali pertama ia dipasang pada gerbang ini. Namun begitulah jodoh, Tuhan memasangkan mereka, walaupun gerbang dan si gembok berasal dari tempat yang entah, mereka mungkin telah jatuh cinta, entah pada waktu pertama bertemu atau mungkin saat mereka sama-sama merasai rintik hujan dan panas.. 

Untuk renungan saya, bahwa remah-remah tak berarti remeh...

No comments:

Post a Comment

Mendongenglah...