Tuesday, April 30, 2013

Tak Luka

Perempuan itu masih keras kepala. Ia masih dengan harapnya yang kerap babak belur. Namun begitulah, harapnya justru semakin kuat.
Dengan tangan bergetar, ia berdoa agar lelaki dalam hatinya baik-baik saja. tak luka, tak luka, tak luka...

Saturday, April 27, 2013

Renungan saat Meninggalnya Uje



Twitter, facebook dan beberapa sumber berita di internet penuh dengan postingan tentang meninggalnya Uje.  Baca dari OKezone dikabarkan kecelakaan motor Uje terjadi sekitar pukul 03:00 dini hari sedangkan dari  Detik Hot dikabarkan kecelakaaan terjadi sekitar pukul 01:00 dini hari.
Saya teringat bahwa sekitar pukul 2 pagi waktu itu alarm HP berbunyi, saya memang sengaja memasang alarm untuk sholat malam. Saat alarm berdering, saya memang terbangun. Tapi kemudian memutuskan untuk terlelap lagi beberapa menit. Dan saat membaca berita meninggalnya Uje, saya tersadar bahwa saat memilih untuk terlelap kembali dini hari tadi,--setelah diberikan kemampuan untuk bisa bangun malam-- puluhan kilo dari tempat saya, ada seseorang yang terlelap untuk selamanya. 

Wednesday, April 24, 2013

Keluh sebuah Bayang (Dimuat di Annida Online 24 Oktober 2012)



Dalam gelap, aku menghujat tuanku!
***
Aku lahir dari cahaya. Kemudian bergerak mengikuti wujud tuanku, patuh pada geraknya, turut dalam tindaknya. Menjadi pendengar dari serapahnya, menjadi saksi dari laku-lakunya. Ya.. menjadi sebuah bayang. 

Ia bejat, kusebut saja begitu. Namun otaknya cukup cerdas. Ia lihai mencipta rencana perampokan, bahkan sketsa pembunuhan orang-orang penting. Dulunya ia hanya seorang bayi lucu yang lahir dari rahim seorang perempuan nakal Beruntung sekali, perempuan itu melahirkan anak cerdas. Laki-laki dan tampan pula. Pemilik benih pastilah tampan pula. Namun sayang, kemungkinannya ia juga bejat. Bayi itu besar dengan cacian, makian dan sumpah serapah tiap hari. Tak heran jika kata pertama pada ucap mulut mungilnya adalah

Tuesday, April 23, 2013

Epik Keduaku : Lantunan Dalam Desau (Dimuat di Annida Online 18 September 2012)



Akulah angin, melembut namun tak mau ditundukkan, kecuali oleh satu. Atas inginNya aku mewujud dalam rasa. Bahkan  amuk lautan  turut dalam amarahku.

I
Aku menggairahkan awan yang akhirnya melahirkan hujan. Aku suka ketika butirannya jatuh dengan anggun di permukaan sungai Naf. Bergabung kembali dalam kumpulan. Aku meliuk di atas sungai, menyaksikan hujan lain dari mata orang-orang Rohingya. Mereka nampak letih dan terluka. Berdekapan dalam perahu mereka yang mengapung di atas sungai. Perahu itu terlihat sesak dengan puluhan orang di dalamnya. Diantara isak yang terdengar, samar-samar kudengar lafaz doa dari perempuan berkerudung cokelat tua. Sembari menghapus tangis, ia terus taat dalam alur doa. Aku mengusap lembut wajahnya, mencoba memberi tenang. Semua orang dalam perahu ini sama. Terusir dan terluka.
            Sehari yang lalu, ketika ia dan para pengungsi lain tengah

Epik: Tanah Gulali (Annida Online 28 Juli 2012)

Saya menulis ini setelah membaca tentang Somalia, alhamdulillah di muat di Annida Online :)

Tanah Gulali



Di tanah rekah ini kami lahir sebentar saja...
***
Panas! Aku menguatkan genggaman pada jemari ibu. Kerudung kualihkan menutupi muka, menghindari debu yang memeluk tubuh kami terlalu sering. Matahari pun memberi cinta yang sangat banyak untuk tanah kami. Sedangkan air telah lama memilih menghindar.
Perjalanan sudah enam hari. Aku lelah dan ingin digendong. Membaui ibu di punggungnya yang nyaman, tapi Nasro adikku sudah lebih dulu meringkuk dalam pelukannya. Ruang untukku hanya jemari yang cukup untuk menggantung sebuah genggaman.  Di belakangku, rombongan yang terdiri dari para ayah, ibu-ibu, orang lanjut usia hingga anak-anak berjalan beriringan. Rombongan memilih berjalan kaki daripada memakai angkutan, karena biayanya bisa jadi semakin mahal. Tak ada yang bersedia memberi tumpangan gratis karena keadaan dirasa tak cukup untuk memikirkan orang lain, dan entah mengapa kami sama-sama memaklumi.
Gemerisik dari kantong hitam besar

Sunday, April 21, 2013

Saat Cinta Menempel Kuat

Cinta...
Ya benar, akan selalu ada orang yang lebih tampan dan lebih cantik dari kita, but yang kita perlukan adalah menemukan pasangan yang entah bagaimana menjadi tidak terlalu peduli dengan itu.Karena ajaibnya, di mata dan hatinya kita menempel dengan begitu kuat. Kau gemuk, bau, tidak mandi seminggu, atau keriput,  dia masih memujamu. 
Dari mana kekuatan menempel ini berasal? hahahaha
Terinspirasi dari this cute bear