Wednesday, November 13, 2013

Love Letter to Jambi : 4 Reasons Why I'll Love Jambi

Dear Jambi…

Sejak menyadari bahwa kalimat ‘Lamo Tak Jumpo” yang sering kugunakan bercanda dengan temanku ternyata adalah dialek daerahmu, aku merasa suatu saat kita akan terhubung. Lucu bukan? Aneh bukan? Bagaimana hal-hal yang keliatannya kecil bisa merubah dan mempengaruhi perasaan kita. 

Aku pikir ini bukan kebetulan, mungkin ini skenarioNya untuk membuatku sampai padamu. Itulah sebabnya aku memasukkanmu dalam daftar salah satu tempat yang ingin kukunjungi dan tak sabar memberitahumu tentang:

Why I think I will love you? 
These are my reasons:

Kamu nggak Hanya Menyimpan Peninggalan Sejarah Nusantara, tapi juga Salah Satu Warisan Sejarah Dunia! 
Jambi, kamu tu unik, kamu tu antik… Kamu punya kompleks percandian Hindu-Budha terluas di Indonesia, dan bahkan Se-Asia Tenggara. Kamu juga harus tahu kalau Angkor Wat nya Kamboja yang pernah dijadikan setting untuk film Tomb Rider masih kalah luas dari kamu. So chin up! Kamu memang sudah wow dan pantas dicintai.

Jambi, tahu nggak? Pertama kali membaca tentang Kompleks Candi Muaro Jambi itu ketika aku membaca salah satu ulasan seorang traveler yang bilang kalau dia sumpah mati, kagum banget dengan peninggalan sejarah yang diduga kuat dari zaman kerajaan Sriwijaya dan Melayu itu. 

Ini juga yang jadi salah satu awal ketertarikan aku sama kamu. Langsung deh aku konsultasi sama Syaikh Haji Google, untungnya Syaikh Haji Google pinter banget, jadi dia bisa jawab pertanyaan-pertanyaan seputar Muaro Jambi :)
Salah satu candi di kompleks Muaro Jambi
Aku pribadi juga suka dengan bangunan lama, di Lombok aku sering mengunjungi kota tua Ampenan sembari membayangkan bagaimana sibuknya mantan kota pelabuhan itu di jaman penjajahan. Ya.. bukankah sejarah selalu menyimpan cerita yang sebenarnya wajib dikenal pewarisnya? Sama seperti Muaro Jambi, ia wajib dikenal, ditahu, dan tentu dijaga.

Ini yang membuat aku pengen ke Jambi, ketemu kamu! Lihat langsung candi-candi di Muaro Jambi. Aku penasaran dengan candi Tinggi, pengen lihat 12 sisi candi Astano dan ngerasain langsung seberapa kuat sih aura misteri di candi Koto Mahligai.  Uuh.. pasti bakalan seru keliling sambil naik sepeda yang katanya bisa aku sewa dengan harga 10.000 sampai 20.000 rupiah perjam.

Uhuk, nulis ini rasanya sudah menghirup udara Jambi, aku seperti bisa melihat gerbang Muaro Jambi, dan nggak sabar juga melihat deretan arca, relief, menapo-menapo candi, juga tampilan arsitekturnya yang katanya seperti The Lost Kingdom. Aku ingin ke sana, merasakan seperti apa rasanya menjadi arkeolog muda yang jatuh cinta dengan misteri dan peninggalan tua. 

Sunset di Batanghari kurasa pas untuk sisi melankolisku!
Awalnya aku tidak tahu jika ternyata Batanghari merupakan sungai terpanjang di Sumatera, wowo.. nampaknya akan menjadi moment yang uhuk jika bisa menikmati sunset sambil bersantai di tepiannya. Aku bisa membayangkan warna-warna senja yang memantul di permukaan Batanghari :) sebuah moment yang cantik untuk menambah koleksi di instagram :)

Ah.. akan sangat romantis juga menikmatinya malam hari dengan ditemani lampu kelap-kelip. Tentunya akan lebih lengkap sembari menyantap beberapa jajanan dan kuliner lokal dari beberapa pedagang keliling yang berada di sekitar Batanghari. Mhm.. suasananya mungkin nggak akan bisa kugambarkan. Aku rasa akan sangat pas jika aku memutar lagu-lagu Payung Teduh untuk menemani kita…

Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata, ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya, mungkinkah kau tahu jawabnya
Malam jadi saksinya, kita berdua di antara kata yang tak terucap

Yummy Time! Cinta mungkin lebih cepat datang karena khasnya kulinermu

Matahari dapat menghangatkan tubuh, musik dapat menangkan jiwa dan sepiring makanan akan mendekatkan hati… 

Jambi, aku rasa seporsi Gulai Tempoyak yang katanya akan lebih mantap menggunakan ikan sungai akan menjadi favoritku. Ah.. aku juga ingin mencoba pindang ikan, tekwan juga kue tanah yang membuat alisku mengernyit penasaran. Saat itu aku mungkin akan paham slogan salah satu iklan mie instan bahwa rasa memang tak pernah bohong :)

Lebih dari Alasan-Alasan di atas, yang buat aku pengen banget ketemu kamu, karena kamu punya Masjid Agung Al-Falah, Masjid 1000 Tiang.

Masjid Agung Al-Falah bisa jadi alasan paling kuat yang membuatku ingin ke Jambi. Masjid 1000 tiang yang merupakan julukan al-Falah mengingatkanku pada julukan Pulau 1000 Masjidnya Lombok. 

Mungkin ini yang akan membuatku jatuh cinta, selain perasaan seperti menemukan rumah, aku mungkin akan tenggelam dalam sujud panjang yang mendamaikan. Mungkin aku akan bersandar pada salah satu tiangnya sembari mencatat beberapa inspirasi dan cerita dalam perjalananku.  Dan tentu nggak mungkin kulewatkan untuk melirik interior bernuansa emas dalam masjid ini. 
Gambar hasil nyomot dari jambiupdate.com :D
Di tempat ini  juga ada jejak sejarah kan Bi. Jejak perjuangan di jaman penjajahan, jejak waktu yang mungkin menyimpan banyak hal, lebih dari yang aku dan orang-orang kira.

Atau mungkin aku akan menghitung satu-satu tiangnya yang kata Nyai Wikipedia berjumlah 256 buah, bagusnya lagi sambil shalawatan, jadi begitu selesai ngitung aku secara otomatis juga sudah menyetor 256 shalawat *hehe :)

Jambi… jika suatu saat aku berkesempatan ke tempat kamu, aku ingin mengabadikan pertemuan kita dalam beberapa photo. Mungkin akan ada pose-pose lebayku di candi-candi Muaro Jambi, pose romantisku di tepian Batanghari, juga wajah laparku saat menyantap Gulai Tempoyak dan Pindang Ikan-mu yang khas, atau photo saat aku berburu sesuatu di Duo Angso dan tentu tak ketinggalan photo yang akan mengabadikan keinginanku untuk merasai sujud di Al-Falah… 

Dan aku yakin saat kita bertemu nanti aku akan menemukan alasan lain yang membuatku jatuh cinta padamu. Mhm… sepertinya kita akan punya banyak photo kenangan, yang walaupun bukan termasuk sejarah dunia, namun akan tetap menjadi satu jejak dan sejarah tersendiri untukku.. ya.. untuk kita…


With Love,

Wi…

P.S
I (will) love you

Postingan ini diikut sertakan dalam lomba blog www.pipetmagz.com


Sumber Gambar 
1.http://travel.detik.com/readfoto/2011/02/18/113356/1520919/1026/1/candi-muaro-jambi-warisan-kebudayaan-dunia
2. http://teaterkerlip. blogspot.com/2011/09/kota-jambi.html
3. http://salamahsilva.blogspot.com/2012/12/makanan-khas-jambi.html

12 comments:

  1. Bukannya di Jambi juga ada ancol ya, katanya Tanggo Rajo itu ancolnya Jambi. Kayaknya bakal oke kalo jeje ke sana dulu baru nongkrong di Batanghari. Deket to tempatnya? Ini kata syaikh Google juga wkwkwkw.. Tapi tentang Muaro Jambo saya sepakat, kalo saya ada rejeki ke sana, itu juga tempat pertama yang ingin saya kunjungi. Secara kak.. sejarah candi-candi yang cuma pernah saya baca dan malah hapal waktu SD akan bisa saya lihat langsung di sana. Tapi sumpah saya baru tahu kalo kita punya candi terluas se Asia Tenggara. Kenapa Angelina Jolie nggak syuting Tomb Rider di Jambi aja ya? Besok saya deh syuting di sana wkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies

    1. Hadee -_-! Syuting apa dikau di sanah? Target daku juga ke Tanggo Rajo dong…

      Delete
    2. Lu, dirimu syuting pelem india acha acha di sana, gwen jadi penulis skenarionya!

      Delete
    3. eh itu gulai tempoyaknya kayaknya sama deh dengan singang di sumbawa???
      wahhh daku pengen coba tu makanan....
      *jadi pengen ke Jambi :D

      Delete
    4. hadeee -_- kesimpulannya dikau mau ke Jambi syuting makan tempoyak sambil nyanyi india berarti?

      Delete
  2. Mhm, surat cinta ke Jambi. Muahahaha, kirain si gebetan yang namanya Jambi.

    Candi terluas ya… Gue pernah denger ini, kalo mau bandingin dengan Angkor Wat luasnya sih mungkin menang Muaro Jambi, beritanya memang Kompleks Muaro 2 kali lebih luas dari Angkor, tapi dari segi pemeliharaan gimana??? Bukan rahasia lagi kan kalo pemerintah kita masih punya nilai minus masalah pemeliharaan peninggalan sejarah en budaya? Para traveler luar sama orang bule yang concern dengan world heritage pastinya nyayangin hal ini. Malah pernah gue baca kalo mereka ngakuin Muaro Jambi adalah salah satu peninggalan kebudayaan dan sejarah tertua dunia BUT NEED MORE ATTENTION! Bedanya kita ama orang luar itu kali ya, bagi mereka yang namanya PENINGGALAN itu mesti di jaga, dihargai tapi kalo dalam kamus kita kayaknya PENINGGALAN sama artinya dengan benda yang uda ditinggalkan! Jangan-jangan baru ngamuk kalo pihak lain sudah ngakuin. Mungkin ini juga yang buat si Angelina Jolie lebih milih Angkor buat syuting :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uda mulai diperhatikan kok, tahun 2012 beritanya uda ada dana perbaikan dan pemeliharaan sejumlah 12,5 miliar, ini juga untuk mendukung pengajuan Muaro Jambi menjadi salah satu world heritage :) lagi pula pemeliharaan nggak harus melulu dari pemerintah, masyarakat sekitar juga harus terlibat.. mulai dari hal terkecil seperti nggak buang sampah sembarangan misalnya, atau lewat blog menggencarkan promosi tentang kompleks Candi.

      Delete
    2. mmm.. ikut nimbrung, gw googling juga tadi jadinya liat komen nona Black.. kalo masalah perhatian pemerintah, menurut gw memang uda keliatan. Salah satu buktinya kan peresmian Muaro Jambi menjadi Kawasan Wisata sejarah terpadu oleh Papa Beye. tahun 2012 maren seh beritanya (hasil ngintip google hihi) tapi gw juga baru nyadar ada candi lain selain borobudur.. hihi.

      Delete
  3. Surat cinta? Ane pikir ini untuk mas-mas yang ente ceritain. Hahaha. Eh ngemeng-ngemeng tempat unik di Jambi lainnya katanya Angso Duo win, pasar tradisionalnya. Ente kan emak-emak banget cocok ke sana, haha. Tapi ane pernah baca berita banyak keluhan di Angso Duo, isunya umum.. masalah pemeliharaan dan penataan. Tapi ane tertarik ama cerita legendanya , katanya asal usul nama Angso duo itu dari cerita putri kerajaan yang terusir dan dapat wangsit untuk segera menemukan tempat tinggal baru, jadi si putri katanya melepas sepasang angsa dengan tujuan dimanapun angsa tersebut berhenti maka di sanalah putri itu akan tinggal. Baru loading ternyata Angso Duo = Angsa Dua.. hohohoho dan ane juga baru ngudeng Lamo Tak Jumpo adalah dialek Jambi. Awalnya kan kita cuma pake akhiran O iseng doang. Ternyato.. ito salah sato varian bahasa melayu tak yo.. (dialek maksa hahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo, iyoナ kalo ada rejeki ke sana seperti yang dibilang lulu daku beliin dikaw oleh-oleh di sana. Mudahan ada gantungan kunci hahahahaナ biasanya kan dikaw kasi daku oleh-oleh gantungan kunci, kemaren dikaw ke singapur ngasinya gantungan kunci, temen kampus ke Jogja, gantungan kunci, dulu ada temen ke aussie oleh-olehnya juga gantungan kunci, lama-lama daku bisa jadi juragan gantungan kunci, wkwkw.

      Betewe kalo untuk masalah keluhan pemeliharaan dan penataan Angso Duo itu PR wajib pemerintah daerah sana, mungkin sedang diagendakan. Sekarang kan lagi gencar-gencarnya promosi pariwisata Indonesia. Pemerintah sana juga pastinya sedang beres-beres juga :)

      Delete
  4. serius amat... udah... nabung aja mulai sekarang. terus bulan madu ke Jambi!

    ReplyDelete
  5. Jambi emang keren, banyak wisata tersembunyi..

    ReplyDelete

Mendongenglah...