Thursday, January 24, 2013

My Favourite Quote

Confession is the most beautiful thing in the world... *is it exaggerated?


Wednesday, January 23, 2013

Stubborn

gambar ngacak dari Nyai Gugel
Kau tahu bagaimana keras kepalanya sebuah hati? ia bisa saja tetap bergelantung di sebuah akar berduri sedang di bawahnya jurang. Tangannya akan sakit tertusuk duri, semakin ia keras kepala berpegangan di akar itu maka ia akan semakin tertusuk duri-durinya. Sakit? tentu.. tapi ia sadar, jika ia melepaskan pegangan ia akan mati seketika.

Short Story:

Bayangkan saja, ada sebuah boneka yang keras kepala terus memintamu untuk menjadikannya teman dan pajangan di kamarmu, kau terus menolak dan membuangnya. Tapi dengan luka hati dan tubuh yang babak belur, ia masih saja datang kepadamu dengan sekuntum bunga di tangan. Sayangnya.. kau hanya memperhatikan tubuhnya yang lusuh dan kumal, tanpa pernah sekalipun menyadari bahwa di tangannya yang gemetar, ada sekuntum bunga segar yang ia bawa untukmu.. dan  itu hanya untukmu..
akhirnya kau sadar setelah boneka keras kepala itu tersenyum manis dalam kamar orang lain, yang mungkin memungutnya, membersihkannya dan menyayanginya, lebih dari yang bisa kau berikan..
ya.. karena Tuhan menghargai setiap hati..

Thursday, January 3, 2013

Who Are You?

"I don't even recognize myself!
Jadi, jangan biarkan orang lain mendikte  apa yang terbaik dari diri Anda.
Karena andalah yang tahu benar what you are really good in."


Itu kalimat yang diucapkan Dian Sastrowardoyo ketika  mengalami kesalahan makeup. Beritanya tadi di Yahoo.Dikabarkan seorang makeup artis mencukur alisnya hingga ia nampak seperti alien. Wajar jika kemudian ia sampai mengucapkan "I don't even recognize myself".
Aku sepakat dengan kalimat selanjutnya untuk tak membiarkan orang lain mendikte apa yang terbaik dari kita, karena kitalah yang akan merasa nyaman dan paling tahu kecocokan perasaan kita.

Namun tak jarang kita justru terperangkap kacamata orang lain, terjebak pada pendapat orang dan akhirnya ngikut arus pandangan mereka. Jadilah kita mendapati diri membeo, bersiul-siul tanpa mengerti yang sebenarnya. Bahkan horornya lagi kita menekan kata hati hanya untuk sebuah penerimaan oleh orang lain.

Lalu siapa yang kena getahnya? Kita? yang sakit? kita.. penerimaan mungkin di dapatkan dari "kumpulan" namun bukankah itu hanya penerimaan semu? Karena itu totally bukanlah diri kita yang sebenarnya. Akhirnya kita mendapati diri bukan bagian dari kelompok siapa-siapa.. tidak diterima siapa-siapa, baik oleh "kumpulan" maupun diri kita sendiri karena cermin berujar dingin,
"sorry, I don't even recognize who you are!"