Thursday, March 24, 2011

Mengunjungi Masa Lalu

Hari ini saya terjebak macet di tengah jalan menuju kos. Saya perhatikan ke depan nampaknya akan memakan waktu lama untuk bisa sampai kos melewati jalan ini. Saya menoleh kebelakang dan melihat peluang untuk berbalik kemudian mencari jalan lain menuju kos.
Di tengah perjalanan saya berpikir. Terkadang dalam hidup mungkin perlu untuk menoleh kebelakang. Perlu untuk mundur. Karena mungkin disanalah jawaban yang kita cari. Saya jadi ingat dialog Donkey dalam film Shrek Forever After:
“Saat aku kehilangan sesuatu aku selalu mencoba mencari jejakku kembali”.
Ya... mungkin kita tak harus selalu memaksakan untuk maju jika dengan mundur kita bisa mencapai tujuan, atau mungkin akan menjadi lebih baik.
Namun terkadang gengsi cukup berat untuk dikalahkan. Itulah sebabnya beberapa orang benar-benar menutup pintu untuk kembali mencari jejaknya padahal disanalah kebahagiaannya berada. Maukah kapan-kapan kita mengajak diri kita sendiri untuk sekedar mengunjungi masa lalu...?

Mungkin ada hal yang luput dari perhatian kita.


Mataram, 23 Maret 2011

Wednesday, March 16, 2011

Sampahmukah?

"Buang sampah itu"
Kalimat ini begitu sering terdengar dalam keseharian kita. Saya jadi tahu... Bahwa cara pandang kita terhadap sesuatu, posisinya dalam hati dan pentingnya dalam kehidupan kita menentukan nilai hal tersebut. Hal-hal yang kita anggap tak penting dan tak berguna akan mungkin sekali kita buang dan memberinya label ‘sampahku’.
Tapi bagi orang lain yang memandangnya dari sudut berbeda, atau dalam situasi yang berbeda akan mengambilnya dan menyayanginya kemudian memberinya label “hartaku” . Mau beberapa contoh versi saya?

1.Bagi kebanyakan orang, ia akan membuang botol minuman di tempat sampah” tapi bagi pemulung, mereka akan mencari botol itu. Satu botol penting bagi mereka untuk menyambung hidup.


2.Pada umumnya pasangan yang sudah menikah, mereka mendamba anak dan akan menjaga mereka dengan sekuat tenaga. Memberi ASI ekslusif. Bekerja keras untuk mempersembahkan yang terbaik bagi buah hati. Tapi bagi pasangan yang “di kebon semalem” anak yang meringkuk di rahim itu MUNGKIN akan di berikan bodrex, sprite, fanta, coca-cola atau alkohol. Jika itu gagal.. maka setelah lahir akan di isi di tas kresek hitam, lalu di buang di tempat sampah.

Saya teringat sebuah pernyataan dalam acara Oprah, “ sampah bagi anda mungkin harta bagi orang lain”.

Mataram, 2011

Dedicated:
pemulung yang tersenyum padaku pagi itu...
Bayi-bayi korban mutilasi dan aborsi yang kulihat di TV

Saturday, March 12, 2011

Catatan Bodoh

Banyak hal yang bisa membuat seseorang berubah pikiran. Banyak hal yang dapat membuat seseorang benar-benar menjadi orang yang berbeda dalam sekejap. Entah itu memutuskan menjadi baik atau jahat. Its depends on your heart.
Akan ada beragam pemikiran dalam benakmu. Tumpang tindih dan saling beradu kuat. Berusaha melakukan dominasi atas dirimu. Seberapa kuat hatimu akan menentukan pilihanmu. Menjadi lebih baik atau lebih jahat.

Ada sebuah dialog dalam film yang aku lupa judulnya. “Di dunia ini tidak ada korban, yang ada hanya orang yang dikorbankan”. (scary quote). Ya.. jika bisa memilih, kenapa harus mengambil peran sebagai orang yang dkiorbankan sedangkan kau bisa mengorbankan orang lain?
Tapi untuk bisa mengorbankan orang lain, seseorang terlebih dulu perlu mengeraskan hati. Perlu melatihnya untuk mati. Seseorang harus benar-benar masuk ke dalam peran manusia tanpa hati. Seseorang tidak boleh merasa bersalah, tidak boleh menangis, tidak juga kasihan. Dengan kata lain... di hatimu tidak boleh ada cinta dan kasih sayang.

Boleh aku berpendapat? Aku rasa tidak memiliki hati atau mencoba membunuhnya jauh lebih sakit dibandingkan menjadi korban.. ketika kau menjadi korban kau bisa menangis, kau bisa merasa rasa, dan juga masih bisa berdoa. Bukankah itu menunjukkan kau masih percaya Tuhan? Kau masih punya iman.
Namun orang yang tak punya hati, ia tak punya apa-apa. Ia benar-benar tak punya apa-apa. Ia bahkan tidak bisa menangis karena sudah tak bisa merasakan sakit.Mungkin itu sebabnya beberapa orang memilih untuk dikatakan bodoh, karena ia memilih untuk dikorbankan.
Tapi terkadang aku merasa, pada akhirnya... bukankah yang menyakiti dan disakiti sama-sama menjadi korban? Hmmm...

Mataram, hari penuh asap...2011

Friday, March 4, 2011

sisi hitam vs sisi putih

Teringat sebuah perkataan dari seorang teman lama dalam percakapan singkat, "setiap orang memiliki sisi hitam dan putih".
Ya... konsep ini sudah sejak lama saya dengar. hanya saja.. baru kembali saya perhatikan.
Beberapa minggu terakhir ini saya bertemu dengannya.bertemu sisi gelap diri saya.perlahan saya bisa merasakan dominasinya...

Ya.. adakalanya kita bahkan tidak mengenal diri kita sendiri. mungkin kita memang perlu memberinya waktu untuk merasakan dominasi atas diri kita. mungkin saya perlu memberinya ijin untuk menunjukkan diri sebentar saja.. agar saya lihat, saya dengar, kemudian .... dengan manis mempersilahkannya kembali ke tempatnya. menunggu untuk ijin berikutnya agar ia bisa melakukan dominasi lagi.
Bisakah saya minta ijin untuk jadi kejam beberapa jam saja??? ada sesuatu yang bersembunyi di dalam sini. sy akan cari tau... untuk itulah saya perlu memberinya ijin.. sebentar saja.