Monday, August 23, 2010

Every Child is Special...


Taare Zameen Par...  sebuah film india yang dibintangi Amir Khan bercerita tentang seorang anak bernama Ishan yang menderita disleksia, yang membuatnya tak dapat mengenali huruf dan sedikit kesulitan membaca dan menulis dibanding anak pada umumnya. ayahnya tak pernah mau mengerti Ishan. ia mengira Ishan hanya senang bermain dan nakal tanpa pernah mau mengerti. Sampai akhirnya Ishan bertemu Amir khan yang tatkala melihat Ishan bagaikan melihat cermin dirinya...




Film ini membuat saya mereka-reka tentang ukuran yang dipakai untuk mengukur kebahagiaan seorang anak. Bukan hanya dari perspektif orang tua tapi mencoba belajar melihat dari kaca mata anak-anak. di film ini ada adegan dimana Ishan yang sebenarnya sangat suka melukis akhirnya tidak ingin melukis lagi. Bukankah ketika hal yang paling disukai tak lagi ingin dilakukan menandakan hati yang tengah sakit? Seringkali ke"sok tahuan" membuat orang bertindak egois.ya... kadang sayapun menjelma sok tahu.. (maaf, maaf pada korban ke sok tahuan saya) sebagai seorang calon guru sudah seharusnya saya belajar dari sekarang, belajar untuk berani mendengarkan anak, mencoba mendengarkan mereka. Jika pendapat mereka salah, semoga saya bisa meluruskannya dengan cara sebagaimana seorang sahabat kepada sahabatnya..mereka berhak didengarkan.

Ada beberapa kompetensi yang ingin saya gunakan sebagai ukuran meningkatnya kemampuan saya sebagai orang tua kelak (hehehe). Antara lain kompetensi dengan berperan sebagai orang tua  yang dipanggil ayah-bunda, peran guru yang menempatkan orang tua menjadi perpustakaan dan ensiklopedia bagi anak-anak, dan sebuah peran yang membuat anak akan nyaman bercerita dan bermain bersama mereka... Peran sebagai sahabat.

Semoga saya dan semua orang tua selalu diberikan kesadaran betapa specialnya setiap anak...ya, setiap anak berhak didengarkan, mereka berhak menunjukkan diri, setiap anak special karena bukankah dirinya cuma satu di dunia...yang dititipkan oleh Tuhan pada orang yang akan mereka panggil ayah-bunda... 

Friday, August 20, 2010

Aku Mencintaimu

" Kenapa kau suka padaku? aku tidak cantik, tidak punya uang juga status sosial" kata sang wanita. laki-laki itu tersenyum dan menjawab "Karena aku punya semuanya, tampan, kaya, juga status sosial, yang cukup kau lakukan adalah...
menjadi dirimu sendiri"...

Mhm... Dialog-dialog diatas adalah dialog pada  drama BBF Korea yang sangat saya sukai. Berbicara tentang cinta, saya jadi teringat sebuah status teman dalam facebook "mencintai jiwa bukan usia". sehingga ketika ada sebuah kalimat pendek terucap maka ia mewakili semua rasa di hati, pengejewantahan denyut dan debar-debar kecil dalam diri. Kalimat yang diucapkan sepenuh hati lewat lisan dengan tatap yang sungguh-sungguh.Sebuah kutipan dari seorang kekasih pada kekasihnya, saudara pada saudaranya, sahabat pada sahabatnya. Dan menjadi lebih berkah ia ketika terucap dengan ridhaNya... 
Saya perlihatkan kalimat pendek favorit saya :
"Aku Mencintaimu"..


Mataram, sebuah hari di bulan Juli 2010