Saturday, July 12, 2025

Apa Itu Petir? Jawabannya Ada di Buku Ini!

Dalam rangka mengisi liburan anak-anak dengan membaca, jadilah saya rajin berkunjung ke Perpustakaan Daerah Lombok Timur. Beberapa cerita fiksi, seperti cerita rakyat, novel anak, dan kumpulan cerpen masuk ke daftar pinjaman. Akhirnya terpikir nyoba buku nonfiksi untuk nambah-nambah pengetahuan. Niatnya walau liburan, anak-anak tetap terpapar pengetahuan lah, hehe. 

Awalnya saya khawatir bacaan nonfiksi dan sains akan berat buat si abang. Tapi buku series What on Earth dari Brian Williams ini membuat kami jadi ketagihan baca nonfiksi. Bukan cuma mereka yang masih bocil, tapi saya juga jadi ‘gila’ baca sains kalau modelan bukunya begini.

Tentang Buku Seri Sains Ada Apa di Bumi? Petir oleh Brian Wiliiams
Gaya penulisan, jenis font dan ilustrasinya membuat betah membaca. Tidak terasa berat seperti buku paket sekolah. Sebaliknya, sensasi membacanya ringan dan bikin nagih. Sub judul dalam buku berupa pertanyaan-pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu anak, seperti: 

Apakah Awan Mengandung Listrik? 

Mengapa Kita Tidak Boleh Berteduh di Bawah Pohon? 

Ada Berapa Bentuk Petir? 

Setiap sub judul kemudian diberi penjelasan sederhana dengan bahasa yang ringan. Bahkan pengetahuan umum seperti penemu penangkal petir dan cara kerja penangkal petir juga dijelaskan dengan sederhana dan mudah dipahami. 

Peristiwa besar serta fakta-fakta terjadinya petir juga disebutkan dan ditampilkan dalam kotak fakta yang tampilannya nyaman di mata, contohnya peristiwa ‘ajaib’ seorang pengawas hutan Amerika Bernama Roy Sullivan yang tersambar petir tujuh kali namun selamat. Begitu membaca fakta ini, anak sulung saya langsung ber WOW, WOW dengan adiknya. KOK BISA? KOK BISA? Katanya yang saya jawab dengan kalimat pendek “kuasa Tuhan”, hihi. 

Jika seandainya semua buku paket anak SD seperti ini, saya rasa para guru akan lebih mudah lagi untuk menyukseskan program literasi di sekolah. Jika sekolah meminta anak membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai lalu memajang buku tipe ini di ruang kelas. Saya bisa membayangkan tangan-tangan kecil itu berebut menggapai buku untuk dibaca. 

Beberapa Bocoran Fakta Sains Tentang petir dari Buku Ini 

1. Petir ternyata 6 kali lebih panas dari matahari 
2. Petir bermanfaat dalam menyuburkan tanah. Mengapa? Di buku ini dijelaskan bahwa sambaran petir menyatukan nitrogen dan oksigen di udara. Air hujan yang kaya akan nitrogen jatuh ke tanah dan menyuburkannya. Dengan cara ini petir membantu terciptanya kehidupan di bumi karena semua tumbuhan dan hewan memerlukan nitrogen. 

Nah, mau tambahan fakta lagi? Bisa lanjut berkelana ke toko buku atau berkunjung ke perpustakaan di daerahmu. Walaupun koleksi Perpustakaan Daerah Lombok Timur tidak banyak, saya senang dan bersyukur Pusda kami punya koleksi buku ini. 

reading Brian Williams's book.

Identitas Buku
 

Judul         : Ada Apa di Bumi? PETIR. 
Penulis      : Brian Williams 
Penerbit    : Erlangga for Kids 
Tahun       : 2007

Monday, November 27, 2023

Misteri Hutan Batu: Novel Anak Tentang Misteri dan Petualangan Tiga Sekawan


Apa sih manfaat membaca cerita misteri bagi anak?

Di zaman ini dimana gadget menjadi teman bermain, buku menjadi kurang menarik bagi anak. Tapi banyak juga orang tua yang tetap menumbuhkan minat baca anak dengan mendongengkan sebelum tidur, atau berlangganan buku-buku anak dengan ilustrasi dan cerita yang menarik. Mulai dari yang bertema agama, sekolah dan keluarga. Lalu dari sekian banyak buku dengan tema yang aman-aman saja, mengapa perlu membaca buku misteri? Bagaimana jika anak tumbuh jadi penakut? Oh no! 

Cerita misteri menjadi suatu daya tarik sendiri untuk anak. Seperti yang kita sadari bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan buku misteri bisa jadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada budaya membaca. Rasa ingin tahu akan membuat mereka bertahan pada bacaan dan melatih fokus mendata informasi. Selama mengikuti alur cerita beragam pertanyaan dan prediksi akan muncul sebagai upaya menebak endingnya. Di sini terlihat bahwa skill dalam pemecahan masalah atau problem solving yang tentunya terkait dengan kemampuan berpikir kritis akan terlatih. Bonusnya, ketika merasa jawaban atau tebakan mereka benar maka secara alami rasa percaya diri menguat dalam diri anak. Lalu bagaimana jika salah tebak ending? Apa mereka akan down dan sedih? No, kemungkinan besar justru terjadi refleksi dan anak jadi belajar untuk berpikir dan memandang masalah dari beberapa sudut pandang. 

Tentang Buku Misteri Hutan Batu

Nah kali ini, hasil gentayangan di iPusnas nemu seri Petualangan Jack Bolin yang ditulis oleh Witaru Emi. Sebuah novel anak yang bertema misteri dan petualangan. Review seri pertamanya yang berjudul Misteri Hantu Merah aku tulis di Paberland ya, baca aja. Nah buku Misteri Hutan Batu ini adalah petualangan kedua dari Jack dan dua sahabatnya yakni Lin dan Bobol dalam mengungkap misteri yang terselubung di Hutan Batu. Bab pertama novel ini menurutku oke banget dalam mencuri perhatian anak untuk lanjut membacanya.

Petualangan Jack, Bobol dan Lin kali ini adalah mengungkap misteri mengamuknya sosok Suminten di Hutan Batu. Pertemuan pertama Jack dengan Suminten meninggalkan rasa penasaran di kepala jack. Ia beberapa lama terus bertanya-tanya apakah Suminten adalah hantu atau bukan. Memanfaatkan rasa penasaran Jack, Lin membuat sebuah ‘jebakan’ agar Jack ikut serta dalam Lomba reog mewakili sekolah mereka. Tentu Jack sempat protes namun akhirnya ia menikmati menjadi tokoh Prabu Kelana Sewandana dalam pertunjukan reog yang unik itu. 

Thursday, November 23, 2023

Apakah Masih Ada Orang Ngeblog di 2024?

Terakhir saya mendongeng di blog ini adalah pada tahun 2015 lewat postingan cerpen Aroma Ibu yang kala itu saya ikutkan pada event Storial.co, sebuah platform menulis yang sayangnya sudah tutup permanen. Dan sekarang setelah 8 tahun saya kembali ngeblog. Mengapa?

Mengapa masih mau ngeblog ketika justru banyak orang mulai meninggalkan dunia blog untuk migrasi menjadi Youtuber atau Tiktoker? Bahkan ada ulasan artikel mengenai alasan-alasan mengapa sebaiknya berhenti menulis blog. Blog sudah mati. Sudah tiada, sudah innalillah! Dan beberapa bahasan betapa sudah tidak zamannya lagi nulis blog. Artikel-artikel itu cukup membuat down dan pesimis.

Tapi hei! saya tentu tidak akan berhenti pada satu artikel. Tulisan blogger senior sekaligus penulis cerita anak Dewi Rieka ini jadi motivasi untuk kembali nulis blog. Tak cukup satu, penyemangat lain dari blogwalking ke tulisan di blog Mama Dudu juga membuat semangat kembali menyala. Bahkan beberapa artikel bertebaran di medium dengan bahasan betapa ngeblog di 2024 masih memiliki potensi dan peluang yang bagus untuk bersinar.

Jika tujuan ngeblog untuk mendapat penghasilan lewat google adsense mungkin memang akan butuh effort yang extra. Hal ini karena perlu memenuhi persyaratan adsense dan kudu juga menghadapi persaingan dengan media besar.Tentunya, media media ini sudah punya juru kunci dan dukun SEO yang mahir. Lalu semua itu jika dibandingkan dengan pemula yang baru netes, ya you know la… Tidak salah juga sih jika dalam artikel yang saya baca itu memberikan saran untuk jangan ngeblog.

Tapi kenapa malah lanjut ngeblog? kenapa malah beberes di blog ini dan buat postingan-postingan baru? Alasannya? Karena saya suka nulis. Blog ini telah jadi teman buang kata sejak 2010. Sebenarnya banyak tulisan amit-amit yang saya umpetin lagi ke draft, hehehe… malu aja itu tulisan kan lahir dari zaman muda bin labil bin lebay. Jadi, biarkan saja mereka tenang di dalam draft. Tanpa sinaran publikasi hihi.

Saya memang dan mungkin akan selalu menyukai menulis. Saat memutuskan untuk kembali ngeblog, saya sempat bertanya pada google dengan kata kunci ini

Apa blogspot masih ada?

Apa orang masih akan ngeblog di tahun 2024?

Jujur, selama rentang waktu 8 tahun saya memang tidak menulis lagi di blog ini. Jadi saya khawatir jika Blogspot tutup atau tergantikan dengan platform lain. Tapi syukurlah, blogspot masih ada. Masih aktif.

Semangat itu menyala kembali, jikapun blogspot sudah tidak ada saya sempat ingin memulai dari awal semuanya, membuat blog baru di platform lain. Tapi karena ternyata blogspot masih ada ya, lanjut saja dengan blog pendongeng kata ini.

Pengalaman Ikut Kelas Ngeblog Pemula #5 oleh Wulan Kenanga

Monday, November 20, 2023

Novel Di Tanah Lada: Membaca Sang Pemenang II Lomba Novel DKJ 2014

Semasa kuliah di Mataram, saya membeli novel Tanah Tabu yang ditulis Anindita Siswanto Thayf. Saya memutuskan untuk membeli novel dengan cover anak kecil bergaun kumal itu karena tertulis sebagai Pemenang 1 pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2008. Pikir saya kala itu, dengan membaca Tanah Tabu saya akan tahu seperti apa sih novel berkualitas yang berhasil melewati penilaian dewan juri DKJ. Setelah membacanya, saya lumayan paham mengapa, hehe.

Serupa dengan alasan membeli novel Tanah Tabu, ketika melihat novel Di Tanah Lada tersedia di iPusnas maka otomatis langsung masuk rak pinjaman. Nama penulisnya yang unik sebenarnya telah lebih dulu saya kenali sejak membaca seri Fantasteen berjudul Teru-Teru Bozu dan Ghost Dormitory Sydney, Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie atau lebih mudah bagi saya mengingatnya sebagai Ziggy Z.

Ada beberapa kesamaan yang saya sadari pada kedua novel ini. Pertama, judulnya sama-sama memilih kata Tanah. Satunya Tanah Tabu, dan satunya lagi Tanah Lada. Kedua, tokoh yang dipilih sebagai penutur dan sudut pandang (POV) cerita sama-sama anak kecil. Pada Tanah Tabu, tokoh Leksi mewakili cerita tentang tanah Papua, sedangkan sosok Ava pada novel Di Tanah Lada menceritakan konflik dalam keluarga, atau dalam pandangan saya ini tentang KDRT.

Gaya bertutur Ziggy dalam novel ini terbilang unik karena menggunakan gaya berceloteh anak-anak yang polos dan kadang mirip seperti meracau. Tokoh Ava yang kemudian saya tahu bernama Salva adalah bocah berumur 6 tahun yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari sang hantu. Nama lain hantu inilah yang membuat saya miris. Ava berujar pendek akan ketakutannya pada hantu.

Nama hantunya Papa.

Hal menyedihkan lainnya dalam novel ini adalah ketika Ava bercerita bahwa sang ayah awalnya ingin memberikan dia nama Saliva yang berarti ludah. Kreatifitas papanya saya rasa agak sesat disini. Saya rasa kita bisa membayangkan seperti apa karakter seseorang yang memilih kata ludah untuk menamai anaknya. Tapi syukurlah akhirnya ia diberi nama Salva yang berarti penyelamat. Rentetan celoteh atau saya sebut sebagai racauan tokoh Ava menggambarkan trauma akan perlakuan sang papa, kekerasan verbal, juga kekerasan fisik.

Kesedihan berbalut rasa geli saya rasakan ketika membaca dialog Ava dengan tokoh P yang menjadi temannya.

Sunday, November 19, 2023

Review Buku Cerita Anak Bilingual di iPusnas : Satu Kaki Teddy


Dunia Teddy yang ceria berubah sesaat setelah membuka matanya di Rumah Sakit. Sebuah kecelakaan tak hanya merenggut senyum dan hatinya. Kini fisiknya tak lagi sempurna karena ia telah kehilangan satu kaki. Hari-harinya berganti suram dan sepi. Kedua kakak perempuannya kehabisan akal untuk mencoba mengembalikan senyum ceria Teddy.

Tak sampai di sana, kunjungan teman sekelas bersama gurunya juga tak membuat Teddy mau membuka hatinya. Ia memilih menutup dan mengunci pintu kamar. Rasa malu dan tidak percaya diri memenuhi relung jiwanya. 

Suatu hari Ayah, Ibu dan kedua kakaknya mengajak teddy untuk pergi piknik. Walaupun sebenarnya Teddy ingin ikut, ia terpaksa menolak ajakan keluarganya. Mengapa? Tak lain karena Teddy malu keluar rumah dengan keadaannya yang berkaki satu.

Sang Ayah yang paham kondisi Teddy mencoba cara lain untuk mencairkan hati anaknya. Ia meminta bantuan seorang sahabat yang bernama Paman George untuk menemani Teddy di rumah selama mereka piknik.

Ajaibnya, setelah bertemu Paman George Teddy berubah. Ia kembali menemukan senyumnya yang hilang. Warna dalam hidupnya kembali seiring harapan yang bersinar di hatinya. Apa yang dibawa Paman George? Mengapa sosoknya mampu mencairkan kebekuan hati Teddy dan mengembalikan harapan hidupnya? Jawaban-jawaban yang ada dalam buku ini memberi rasa haru kepada pembaca.

Kasih sayang dan harapan adalah hal yang dibutuhkan anak untuk melewati kisah hidupnya. setiap anak memiliki kisah dan perjalanan yang istimewa. Kekecewaan, kemalangan, keajaiban pun kebahagiaan mewarnai tumbuh kembangnya. Selama masa-masa itu orang dewasa diharapkan memiliki pengertian dan rasa sabar untuk dapat membimbing anak melalui hari-harinya.Karena kadang perasaan mereka yang sedih bukan hanya disebabkan masalah kecil serupa ingin beli jajan atau es krim. Anak-anak selayaknya orang dewasa bisa jadi diuji dengan masalah yang lebih berat. Kepada siapa mereka akan bergantung dan meminta hangat pelukan jika bukan orang tua (orang dewasa). 

Penggunaan dua bahasa dalam tuturan buku ini memberi manfaat ekstra untuk anak. Contohnya anak akan memiliki wawasan tentang budaya lain. Di samping itu, mengetahui bahasa asing membuka peluang lebih di masa depan. Tak sampai di sana, buku dengan ilustrasi penuh warna ini bukan hanya memberi pesan kepada anak-anak untuk tetap memiliki harapan dalam menghadapi masalah hidup. Namun juga sebuah alarm bagi orang dewasa agar selalu mencoba berbagai cara paling cinta untuk mengobati rasa sedih dan luka di hati seorang anak. Seperti pesan akhir dalam buku ini:

selama cinta dan harapan selalu ada, 

semuanya bisa dilalui dengan lebih mudah 

Tentang Buku

Judul        : Satu Kaki Teddy
Penulis     : Watiek Ideo dan Margaretta Devi
Penerbi    : BIP (PT. Bhuana Ilmu Populer)
Bahasa    : Bilingual (English-Indonesia)

Saturday, November 18, 2023

Dengan iPusnas, Mendongeng Sebelum Tidur Menjadi Lebih Mudah

Ketika saya mencoba mengingat masa kecil, salah satu hal paling membekas adalah kenangan dimana ibu saya bercerita sebelum tidur. Contohnya cerita rakyat suku Sasak semacam Tegodek-Godek Kance Tetuntel-Tuntel atau Putri Nyale. Kadang ibu juga bercerita tentang dongeng karangan beliau sendiri. Tak hanya mendongeng, ibu juga sering membawa buku cerita untuk saya sepulang bekerja. 

Salah satu buku cerita yang saya baca berulang-ulang sampai ingat betul penulisnya adalah buku dengan tokoh Dodo yang ditulis bapak Lindung Ratwiawan. Saya menyukainya karena menurut saya kala itu ceritanya lucu dan membuat saya sering terbahak.  Di lain waktu Majalah anak semacam Bobo, Aku Anak Sholeh dan Majalah Ino menjadi bestie saya di rumah. Masih kuat di ingatan betapa senangnya ketika mendapat edisi Buku Kumpulan Dongeng Bobo yang isinya dongeng semua dengan ilustrasi yang menarik. Rasa happy-nya masih terasa sampai sekarang, hehe.

Beranjak tua, ya.. maksudnya dewasa lah kesukaan saya terhadap buku cerita anak-anak masih ada. Bahkan terbersit ingin jadi ilustrator dan penulis buku anak, haha. Buku-buku itu unyu dengan ilustrasi keren yang  bikin gemes, uhuk.

Baca Gratis Buku dan Novel di iPusnas

Sekedar bernostalgia atau mendongeng untuk the bocil sebelum tidur membuat saya sering berkunjung ke iPusnas. O ya, iPusnas merupakan Perpustakaan Digital Nasional dengan ribuan koleksi buku yang dapat diakses gratis. Saya ulang, GRATIS. 

Mau cari buku cerita anak? buanyak! Maunya yang bilingual? Ada sayang, ada! Bahkan buku kumpulan dongeng Bobo yang saya sebutkan di atas juga tersedia di iPusnas. 

Cara Membaca Buku dan Novel Gratis di iPusnas

Friday, November 17, 2023

Rekomendasi Buku Cerita Berbahasa Sasak, Mbojo dan Samawa untuk Program Kamis Budaya Di Sekolah


Setiap Kamis para pelajar dan pegawai di lingkungan kabupaten Lombok Timur akan terlihat menggunakan pakaian adat Sasak, yakni baju lambung bagi wanita dan slewoq (kain tenun khas sasak) yang dipadukan ikat kepala yang disebut sapuq bagi laki-laki. Hal ini umum terlihat semenjak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor 188.45/529/ORG/2019 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Untuk mendukung program yang ditujukan untuk meningkatkan kearifan lokal dan mencintai budaya sasak ini maka beberapa sekolah juga mengusung literasi budaya dengan menampilkan pentas atau pertunjukan kecil di lingkup sekolah. Kegiatannya beragam, ada yang menampilkan kemampuan bewaran (bercerita) mengenai cerita rakyat,  membaca lelakaq (pantun berbahasa sasak), tari kreasi dengan iringan lagu daerah, hingga unjuk kemampuan begolohan/bebanyolan (semacam stand up comedy) yang juga menjadi salah satu mata lomba dalam festival Tunas Bahasa Ibu 2023. Kegiatan-kegiatan tersebut juga menjadi ajang pencarian bakat bagi sekolah sekaligus melatih kemampuan anak untuk tampil di depan publik. Program ini nampaknya berbuah manis, sejumlah 22 penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 berhasil diraih oleh perwakilan Lombok Timur. 

Kegiatan-kegiatan ini pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah gempuran budaya asing yang masuk melalui arus globalisasi. Para siswa yang secara kontinu terlibat pada kegiatan budaya diharapkan menjadi generasi global yang tetap mengenali dan cinta pada budaya sendiri.

Download dan Baca Online Buku Cerita Anak Berbahasa Sasak


Untuk mendukung kegiatan literasi sekolah bertema budaya lokal Sasak ini, saya mendapati bahwa Kantor Bahasa NTB memiliki koleksi bacaan cerita anak berbahasa sasak yang dapat di download di sini. Tak hanya bacaan berbahasa sasak, koleksinya juga tersedia dalam bahasa suku NTB lainnya yakni suku Mbojo dan Samawa. Bahkan tersedia versi terjemahan bahasa Indonesia yang akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka. Kendati belum terlalu banyak koleksi buku, namun beberapa di antaranya saya rasa bisa dijadikan sebagai referensi dan media belajar para siswa. Semangat membaca, semangat berkarya!

Thursday, November 16, 2023

Belajar Bahasa Inggris Melalui Serial Horor Mr. Midnight


Salah satu cara asyik belajar bahasa asing adalah dengan menonton film. Untuk kalian yang suka film ringan dengan tema remaja dan persahabatan coba intip series Mr. Midnight. Series ini akan cocok dipasangkan dengan cemilan favorit kalian. Tenang saja, sekalipun series horror tapi horornya bukan yang membuat kita sampai tidak berani ke kamar mandi sendirian kok.

Mengapa saya merasa Mr. Midnight cocok untuk pelajar yang sedang belajar Bahasa Inggris? Menurut saya bahasanya ringan, aksen yang aman di telinga membuat saya merekomendasikan Mr. Midnight sebagai tontonan untuk mengasah dan menambah kosakata bahasa Inggris pemula. Seperti saya ini lah contohnya hehe. Dari segi cerita juga remaja friendly karena memang bertema anak sekolahan.

Mr. Midnight ini merupakan serial remaja produksi Beach House Picture. Series ini diangkat dari serial buku horor yang populer di Singapura berjudul Mr. Midnight karya James Lee. Pada awal tontonan saya menduga-duga bahwa ini adalah produksi lokal, karena wajah pemainnya Indonesia sekali. Apalagi ketika mulai dialog, tokoh Tyar bukannya memanggil mommy, atau mom tapi Ibu. Aksennya juga menurut saya sangat akrab di telinga. Tidak heran karena Tyar diperankan oleh Idan Aedan yang merupakan aktor dari Malaysia.

Series ini merupakan kolaborasi antara beberapa aktor dari Indonesia, Singapura dan Malaysia. Hal ini yang kemungkinan besar membuat nuansanya seperti melihat film Indonesia namun dengan bahasa Inggris. Saya rasa ini cocok untuk ditonton oleh kalian yang sedang atau mau belajar bahasa Inggris. Dialog-dialognya ringan, khas remaja dengan aksen yang tidak njelimet di telinga sehingga memudahkan untuk memahami kata-katanya. Ada 13 episode dengan durasinya yang tak lama, hanya 30 menit untuk setiap episode. Aman kan?

Alur cerita Mr. Midnight

Di awal episode saya langsung menyukai series ini. Narasi tentang setting tempat Tanah Merah dan misterinya dijadikan pembuka. Series ini menceritakan tentang Tyar dan sahabatnya yakni Ling, Nat dan Zoe yang mulai berhadapan dengan fenomena-fenomena aneh nan mistis di sekitar mereka.

Peristiwa-peristiwa mistis yang berhasil mereka selesaikan ditulis dalam blog yang diberi nama Mr. Midnight. Dengan bimbingan ayah Ling, Tyar berusaha memaksimalkan kemampuan dukunnya untuk membantu para hantu dan menyelesaikan beberapa masalah yang ternyata merupakan ulah dari iblis yang bernama Hutan Lahir.

Hal tersebut semakin kompleks ketika Tyar yang ternyata memiliki darah dukun mulai mencari rahasia yang disembunyikan orang tuanya. Khawatir akan bangkitnya sang iblis Hutan Lahir, Tyar dan sahabatnya berusaha untuk untuk mencegah walaupun di tengah usaha, mereka harus berhadapan dengan sang ibu yang menolak mengungkap rahasia kekuatan dukun yang dimiliki Tyar.
Masalah-masalah yang dihadapi juga tak melulu tentang hantu, pertengkaran Tyar dengan ibunya, konflik antar sahabat dan permasalahan setiap tokoh juga menjadi warna dalam series ini. Enjoy!

Budaya Ketoprak, Cinta dan Dakwah dalam Novel Nun oleh Afifah Afrah

Membaca adalah jendela dunia. Buku diumpamakan sebuah jendela yang akan mengantar kita pada pemandangan menakjubkan tentang banyak hal. Dalam novel karya Afifah Afrah ini kita bisa menemukan kisah cinta, perjuangan hidup, pengetahuan tentang budaya Indonesia dan dakwah. Budaya ketoprak asal Surakarta yang dimunculkan dalam novel ini bukan hanya sebagai penghias atau pemanis. Bagi mereka yang suka menulis, membaca novel ini bisa memberi inspirasi tentang bagaimana memadukan suatu pengetahuan budaya dalam karya fiksi. Hal ini menyadarkan bahwa sebagai warga Indonesia sudah sewajarnya kita menampilkan dan memperkenalkan budaya sendiri lewat karya, dan Afifah Afra melakukannya dengan baik. Ia menyisipkan 11 macapat yang merupakan urutan kehidupan sebagai alur setiap bab novel ini. 

Sedikit membahas tentang budaya ketoprak yang digambarkan dalam novel. Ketoprak merupakan suatu seni pertunjukan tradisional yang dulu dipentaskan sebagai hiburan bagi rakyat setelah seharian bekerja. Selain sebagai hiburan, tujuan lain ketoprak adalah menanamkan nilai-nilai moral untuk menumbuhkan jiwa kejujuran atau kepahlawanan. Nampak bukan? Bahwa leluhur kita telah mengenal drama musical sejak lama. 

Tokoh novel ini adalah seorang gadis manis bernama Nun. Mengingat Afifah Afra adalah seorang penulis cerita islami, nama Nun rupanya terinspirasi dari ayat Al-Quran surah Al-Qolam. Nama yang unik dan berbeda dari tokoh novel lain. Nun Walqolami. 

Nun tinggal di tepi kali Anyar bersama keluarganya. Ia digambarkan sebagai gadis cerdas dari keluarga pemulung, yang harus menyimpan mimpinya untuk menjadi guru karena tak mampu melanjutkan sekolah. Penyebabnya tak lain sulitnya keadaan eonomi keluarga. Hidup membawanya menjadi pemain ketoprak bersama tetangga karismatik yang menjadi cinta monyetnya, Mas Wir. 

Pangeran lain dalam kehidupan Nun datang melalui sosok Naya. Seorang pemuda cerdas yang tertarik meliput pertunjukan grup ketoprak yang dimainkan kelompok Nun. Sejak liputan itu bukan hanya pertunjukan ketoprak yang mulai ramai pengunjung, namun perasaan Nun dan Naya juga turut ramai oleh debar rasa. Tidak semulus kisah para putri, cinta Nun dan Naya mengalami pasang surut. Kehidupan menuntun Nun melalui banyak hal, kebahagian, kekecewaan dan yang terparah adalah ia kehilangan anggota keluarga dengan cara menyakitkan. masalah-masalah dalam hidup menjadikan Nun menderita gejala depresi. Masalah psikologis juga menjadi warna lain dalam cerita ini. Fenomena mistis yang diceritakan di awal novel nampaknya merupakan suatu kondisi psikologis yang berkembang menjadi rumor dikalangan masyarakat. Lewat Nun, rumor tersebut nampaknya ingin dijadikan sebagai pembelajaran tentang mental health oleh Mba Afifah agar kita tak melulu membawa mistis terhadap fenomena yang dianggap aneh atau janggal.

Pada akhirnya di ujung kisah, Nun juga menjadi sebuah nasihat bagi para pencari jodoh. Bagaimana perjuangan meyakinkan orang tua akan pilihan hati, pilihan yang akhirnya diambil dengan risiko harus mengorbankan pilihan lainnya. Tokoh-tokoh dalam cerita ini seakan memberi pesan bahwa memilih belahan jiwa bukan hanya mengenai rasa namun kita perlu mempertimbangkan kekufuan dan adanya restu. 

Tentang Buku 

Judul           : Nun Pada sebuah Cermin (Fiksi) 
Penulis        : Afifah Afra
Penerbit      : Republika/2015 
Tebal           : 370 halaman

Monday, December 14, 2015

[Cerpen Writing Project #DearMama] 3 Aroma Ibu

Ibu?
Ia terkadang seperti kesedihan yang terlalu sempurna.
Ia jarang mengucap bahasa cinta, namun selalu memeluk kami dengan doa yang tak putus-putus. Agar kami sehat, kami cerdas dan mendapat jodoh yang baik. Yang setia. Yang tak gemar memberi luka, seperti bapak.
***
--Aroma hujan
Lukisan di kepalaku tentang ibu adalah sepasang payudara yang nampak layu dengan dominasi warna abu-abu. Sedangkan ingatan paling dalam yang kupunya  adalah sepasang matanya yang sembab di suatu sore. Awalnya kukira karena aku pulang terlambat dan dalam keadaan kotor pula sehabis bermain di genangan-genangan air yang ditinggalkan hujan. Tapi tidak! Bukan itu. Bertahun kemudian ketika aku telah remaja dan mampu membaca raut, aku paham alasannya menangis sore itu. Hatinya luka, dan mengetahui luka itu hatiku pun ikut luka.
Aroma hujan di bulan Desember membawa luka lain di hatiku. “Selamat ulang tahun,” kata ibu. Suaranya terdengar ceria. Dan sampai sekarang ia tak pernah tahu bahwa bulir tangisku pecah tanpa suara ketika di Desember 2010 itu ia mengucapkan selamat ulang tahun dan membawa sepasang sepatu yang ia beli di pasar dengan harga lima puluh ribu. Aku ingat bercerita tentang model sepatu baru yang kulihat sering dipakai teman-teman kampus. Ibu menemukan tiruannya di pasar, dan demi melihat kakiku memakainya ia menerobos hujan dan riuh pasar.
Menyadari itu hatiku terluka, aku merasa sangat buruk ketika di bulan yang sama aku bahkan lupa mengucapkan selamat padanya. Selamat untuk harinya, hari ibu.
Aku tahu, lamat-lamat di setiap turun hujan ia mendoakan kebaikan-kebaikan di sepanjang umurku.
“Berdoalah! Keluarkan doa terbaikmu, hujan itu membawa barakah nak,” pesannya. Dan ibu akan senyap sebentar, khusyuk pada pinta-pinta terbaiknya. Selalu… selalu tentang aku, kami. Anak-anaknya.

--Aroma Bawang Merah
            Kalian tahu apa masalah terbesar para bayi kebanyakan?
Berpisah dari puting ibunya.
Kalian tahu apa yang diharapkan anak sepulang sekolah?
Sepiring makanan hangat dan pelukan yang menyambutnya di pintu rumah.
Walaupun mungkin kecupan di keningnya dari bibir pucat yang tanpa lipstick dan pelukan itu beraroma kecut keringat. Baginya, ibu sendiri yang tercantik. Tapi mungkin tidak bagi bapak.
            Ibu harusnya bisa merawat diri, tuntut bapak. Namun waktunya yang 24 jam telah terkuras untuk di dapur dan sumur. Banyak mainan dan barang yang harus dirapikan. Ada setumpuk pakaian yang harus dicuci dan disetrika. Banyak tamu yang datang dan membutuhkan kopi. Banyak sanak yang harus dijamu.
Berhias? Ibu mandi dan mengenakan daster baru di sore hari. Selang beberapa menit. Waktunya makan malam. Ia akan masuk dapur dan terlihat bekerja cepat, membuat sambal bawang. Sambal tersaji, ada sembab di matanya, ada percikan sambal di daster barunya, dan oalah…. Aroma sabun itu telah terganti dengan aroma bawang. Tak apa bagiku, tak apa bagi kami anak-anaknya. Tapi mungkin tidak bagi bapak. Harusnya ibu wangi…. Harusnya.

--Aroma Kopi
Akan aneh jika aku terbangun tanpa ada aroma kopi. Sehabis subuh dengan masih mengenakan telekung, ibu akan sibuk menyeduh kopi. Untuknya… untuk bapak.
Aku selalu bertanya-tanya mengapa ibu bertahan dalam ikatan pernikahan yang telah melukainya sebegini banyak. Namun ternyata waktu telah mengikatnya dalam kenangan. Kata ibu, luka adalah bagian dari kenangannya. Namun ia juga punya banyak hal-hal manis yang ia simpan dalam peti ingatan.
Bagiku itu mungkin seumpama kopi yang selalu ia seduh sehabis subuh. Untuknya, untuk bapak.  
Mungkin bukan waktunya untuk heran. Bukankah kita tahu rasa kopi? Kenangan ibu pastilah seumpama itu. Pekat, pahit namun ia tetap menyeduhnya setelah berpuluh-puluh subuh, karena mungkin wangi kopi itu telah mengikat indra penciumnya, dan rasanya pastilah juga telah melekat pada cecap lidahnya.
***
Ibu?
Ia memang terkadang seperti kesedihan yang terlalu sempurna, namun aku hampir lupa ia juga pernah tersenyum, dan menangis tertawa karena lelucon bapak. Mungkin aku yang lupa dan mencoba melukis wajahnya dengan ingatan yang patah-patah. Mungkin aku yang tak lihai mengenal bahasa bahagianya. Mungkin aku perlu membersamainya saat gerimis turun di Desember ini, berbicara sambil menyeruput kopi dari cangkir yang sama. Berbicara tentang entah, lalu merencanakan yang nanti-nanti.
Tiba-tiba rindu ibu. Ingin pulang dan memeluknya. Namun sebelum itu dalam gerimis yang luruh satu-satu di magrib ini, kuamini sebuah doa dariku sendiri untuk ibu. Agar nanti mimpinya yang paling dalam, yang mungkin sering lupa ia panjatkan karena doanya sibuk mendahulukan kebaikan-kebaikan untuk kami dapat tercapai. Mimpinya sama dengan mimpi seorang tua di kampungku. Menjejakkan kaki di tanah suci, lagi-lagi aku yakin di sana.. ibu akan kembali memeluk kami dengan doanya. Agar kami sehat, kami cerdas. Ya…agar kami anak-anaknya ini…bahagia.


Catatan: Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Writing Project #DearMama yang diselenggarakan oleh nulisbuku.com dan Storial.co

Monday, November 25, 2013

Mengenal Mehyar Khaddour : Pemeran Khalid bin Walid dalam Serial Omar

Tahu Mehyar Khaddour?

Nggak? 

Jika kalian penggemar Serial kolosal Omar - Umar bin Khattab-yang dulunya di putar di MNC TV pasti kenal wajahnya. Yup! Mehyar adalah pemeran Khalid bin Walid. Salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal jago berkelahi, menguasai taktik perang dan tenar dengan sebutan Saifullah (Pedang Allah).

Mehyar ini juga merupakan actor Syria, sama seperti Sameer Ismail yang berperan sebagai Omar. Ingat kan? Dulu pernah saya tulis di sini

Mau tebak berapa umurnya? Pas-pasan kok, 30 tahun. Ia lahir pada tanggal 10 Oktober 1983. Mehyar lulusan sebuah sekolah acting yang terkenal lho, yakni Syrian High Institute of Dramatic Art. Debut actingnya ia mulai di tahun 2007 pada sebuah film berjudul 'Antara", lanjut ke TV series lainnya yakni Zahrat Anrjis pada tahun 2008, Al Dawarma tahun 2009, lalu Al Ghoufran di tahun 2010, pokoknya banyak!

Selain itu katanya ia juga aktif dalam bermain teater, mungkin turunan dari jiwa sang ayah yang seorang penyair. Kalian tahu? Ayah Mehyar adalah seorang penyair Syiria yang populer, yakni Fayez Khaddour!

Garang dalam peran sebagai Khalid bin Walid --Omar Series-- 2012

Ok, kembali ke bahasan Mehyar dalam serial Omar. Tentunya bukan sebuah peran yang mudah untuk mengambil role sebagai Khalid. Mehyar dalam wawancaranya pun membenarkan ini. Ia berkata bahwa pengalamannya beracting dan bekerja sama dengan sang sutradara --Hatem Ali-- dalam serial ini merupakan sebuah pengalaman yang istimewa dan menyenangkan. Banyak persiapan yang ia lakukan agar bisa memberikan performance terbaik sekaligus berbeda dari actor lain --yang dulunya juga pernah berperan sebagai Khalid--

Friday, November 22, 2013

Gimana Mau Nulis? I am Totally Blocked!

Sharing hasil baca buku Roy Peter Clark Help For Writers!

Writer’s Block, kalian kenal kan?
Ayo bunuh dia! X(

Para penulis, terutama kita yang pemula sudah tentu sangat mengenal the famous problem yang satu ini. Yea, kalian pernah kan mengalami ini : sudah duduk manis di depan laptop dan siap menulis namun tiba-tiba mandek. Membeku.  Satu menit, dua menit, satu jam, dan akhirnya berjam-jam hanya menatap layar dengan tatapan pasrah. What is the prob?

Ide? Banyak!

Alur cerita? Uda mantap di kepala.

Bahkan kalimat-kalimat dan dialog-dialog mantap sudah membayang.

Tapi…

Apa kata pertama untuk memulai? Apa kalimat awal yang pas?

Mandek! Sudah menulis kalimat awal, hapus! Kurang pas, kurang mantap, kurang memuaskan! Klise ah…! Nggak keren! Ngak bagus, apus! Apus! Akhirnya? Nggak nulis sama sekali. Deadline lomba? Berlalu begitu saja, dan ya.. satu kesempatan say good bye.

Kita sering menyebut itu sebagai Writer’s Block. Dan ya.. kemungkinannya ini memang writer’s block. Ciri paling kuat adalah You May Sit Frozen at The Keyboard.

Apa penyebab Writer's Block?

Wednesday, November 13, 2013

2 Options if You Only Write Crap!

Jika yang kau tulis hanya 'sampah', apakah ini waktunya untuk berhenti?
Jika memang kalian menulis 'sampah', mungkin dua opsi ini bisa jadi pilihan. 

Love Letter to Jambi : 4 Reasons Why I'll Love Jambi

Dear Jambi…

Sejak menyadari bahwa kalimat ‘Lamo Tak Jumpo” yang sering kugunakan bercanda dengan temanku ternyata adalah dialek daerahmu, aku merasa suatu saat kita akan terhubung. Lucu bukan? Aneh bukan? Bagaimana hal-hal yang keliatannya kecil bisa merubah dan mempengaruhi perasaan kita. 

Aku pikir ini bukan kebetulan, mungkin ini skenarioNya untuk membuatku sampai padamu. Itulah sebabnya aku memasukkanmu dalam daftar salah satu tempat yang ingin kukunjungi dan tak sabar memberitahumu tentang:

Why I think I will love you? 
These are my reasons:

Kamu nggak Hanya Menyimpan Peninggalan Sejarah Nusantara, tapi juga Salah Satu Warisan Sejarah Dunia! 
Jambi, kamu tu unik, kamu tu antik… Kamu punya kompleks percandian Hindu-Budha terluas di Indonesia, dan bahkan Se-Asia Tenggara. Kamu juga harus tahu kalau Angkor Wat nya Kamboja yang pernah dijadikan setting untuk film Tomb Rider masih kalah luas dari kamu. So chin up! Kamu memang sudah wow dan pantas dicintai.

Monday, November 4, 2013

Winning #OllieBooks

Masih ingat tentang postingan Do I need to Slap Myself? Di sana gue cerita tentang bagaimana gue mencoba melawan rasa malas dengan ikut tantangan kecil di twitter. Sebuah tamparan ringan untuk rasa malas, and akhirnya hari ini gue menamparnya dengan lebih keras. Gue Menang! dan barusan gue baca DM mba Ollie kalo buku impor tentang Creative Writing yang jadi hadiahnya bakal dikirim besok *uhuk :)
Can't wait to read this book, uhuk :)
The Process
Oke, ini cerita selengkapnya. Waktu itu gue yang sedang dirasuki rasa malas kronis bin bosan membuka twitter dan dengan perasaan gamang membaca twitt twitt para cuiter. Nah di sana gue liat tentang pengumuman #OllieBooks. Gue emang punya satu buku yang ditulis mba Ollie, judulnya Yes You Can dan pernah gue bahas di postingan iniSebelum memutuskan untuk ikut, ada bisik-bisik (yang gue duga kuat dari setan) untuk nggak ikutan. Tapi akhirnya sisi baik gue ngebisikin balik bahwa gue harus lawan rasa malas yang sudah beberapa hari ini makin parah.
Moment Uhuk :)
So yeah, akhirnya gue milih ikutan. Gue mulai mikir konsep foto, menurut gue kalo fotonya biasa kayaknya bakalan kalah soale make up gue habis, dan wajah gue masih dipenuhi aura rasa malas, kalo tetap paksa lanjut ngekspos wajah, gue takut Mba Ollie bakalan silau dengan kecantikan gue yang tiada tara ini (kalo silau kan berarti fotonya gak bisa  di liat) *hihi jadi gue milih gaya foto tanpa harus ngekspos wajah. Dan jadilah seperti yang gue posting kemarin :)

Saturday, October 26, 2013

The Pain of Bearing Untold Story

There is no greater agony than bearing an untold story inside you
--Maya Angelou--

Saya rasa seberapa biasa pun seseorang dengan kesendirian, ia akan tetap merasa sepi. Sepenyendiri-penyendirinya seseorang, seintrovert-introvertnya mereka, mereka tetap butuh seorang pendengar.

Bukan! bukan hanya seorang pendengar, tapi seseorang yang membuat nyaman hati mereka.. seseorang yang mereka percaya, seseorang yang dengannya mereka berani memperlihatkan luka, yang di depannya mereka berani menunjukkan tangis... seseorang yang dengan sabar menjadi pendengar tentang cerita mereka yang patah-patah dan bercampur suara serak, yang itu pun masih tertahan di tenggorokan, yang membuat cerita mereka mungkin akhirnya hanya mampu ruah dalam tangis yang panjang... dan bahkan dalam tangis yang diam.

Orang-orang seperti ini benar-benar membutuhkan seorang pendengar, namun adakah yang mengerti bahwa sebuah tangis yang diam juga adalah sebuah cerita? adakah kau, kalian dan saya mau menjadi pendengar dari suara-suara sepi? Ya.. menjadi pendengar dari cerita yang tak bisa diceritakan...

Note:
Pasti sakit sekali bukan? :(

Sunday, September 22, 2013

Menang Mini Give Away Tarapuccino Hadiah 3 Novel

Pengumuman dari Blog Mba Riawani Elyta :) *seneng
Setelah Menang Mini Give Away beberapa waktu yang lalu, saya jadi rajin menyambangi Syaikh Gugel. Tanya-tanya kali aja ada Give away lain yang cocok ama saya. Eh, alhamdulillah nemu juga Kuis Give Away berhadiah 3 buah novel dari Mba @RiawaniElyta. Tantangannya menulis Flash Fiction yang nggak lebih dari 200 kata. 

Karena merasa cocok dengan kuis ini, akhirnya aku putuskan untuk ikut serta dan mulai menulis, kurang lebih 15 menit kemudian Flash Fiction ku yang berjudul Pahatan Luka selesai. Tanpa pikir panjang, aku posting saja di kotak komentar blog Mba Riawani. 

Setelah memposting FF,  kusempatkan untuk membaca FF peserta Give Away lain, *ceritanya ngintip saingan hehe, dan mulai sok-sokan melakukan penilaian. Waktu itu FF berjudul Dialog Terakhir yang ditulis oleh mas Dedul kuperkirakan bakal jadi salah satu kandidat pemenang. Bagus soale.. *plok plok

Dan ternyata perkiraanku benar, 1 jam yang lalu Mba Riawani Elyta men-tag pengumuman Give Away ini di Facebook. Ada 3 pemenang, salah satunya aku *hehehe. Yuk simak 3 Flash Fiction yang terpilih di bawah ini :)

Saturday, September 7, 2013

Menang Mini GiveAway

Oke, saya sedang berbahagia.. mungkin aura saya bakalan pink dengan kilauan yang mempesona *mabok :p
Penguman dari blog mba @ningaiyu
Tanggal 3 september kemarin saya (seperti biasa) ngobrol dengan syaikh Google, waktu itu kami ngomongin tentang Lomba Menulis. Dari syaikh saya mendapat informasi tentang Mini GiveAway. Itu semacam mini quiz yang sering diadakan oleh para blogger baik hati, jadi mereka ngasi semacam tantangan seperti nulis review, atau jawab pertanyaan ringan dan pemenang bakalan dikasi hadiah yang bisa berupa buku, novel, pernak-pernik, pulsa dan lainnya. 

Sebenarnya saya sering baca tentang Mini Give Away tapi tidak pernah benar-benar ikutan. Nah kali ini beda, saya memutuskan untuk ikut dengan konsep ‘siapa tahu menang’, lagian setelah lirik-lirik hadiahnya oke juga sih :) *ngarepnya makin besar haha

Mba Bloggernya @ningaiyu memberikan persoalan dan meminta peserta memberikan pandangannya, ada yang comment bijak, berapi-api tapi ada juga yang nyablak semena-mena bin konyol :) Ini nih screen cut pertanyaannya.

Monday, September 2, 2013

Barakallahu Laka (Persiapan Merayakan Cinta)

“Baarakallahu laka, wa baaraka’alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir”
Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan

Kemarin teman dekat saya --Liza-- menikah, dan saya sibuk berpose dengannya sebelum akhirnya ia khusyuk dalam prosesi akad pernikahannya. Tidak hanya berpose, sayapun sibuk mencoba-coba memakai hena, ya.. ini hari nyentet (centil) jadi nikmati saja :)

Kami mengobrol sambil menunggu iringan penjemput yang akan memboyong liza. Walaupun ia terlihat diam, kemungkinan besar hatinya penuh deru. Sebentar lagi ia akan menjadi istri seseorang, hirarki ketaatanpun akan berubah, namun nilai ibadah akan berlipat *mau :p

Mau? Tentu saja! Bukan hanya bank atau kosmetik yang ngangkat konsep syar’i, romantis-romantisan juga kudu syar’i, caranya? Ya Halalain dong ikatannya #NikahSana!
Kiri: Ivy sedang memakaikan hena di tangan kecilku, kalau yang kanan mah Liza baru selesai dandan
Namun kata mau juga membutuhkan proses tunggu, saya sadar bahwa pernikahan bukan hanya selesai dengan kata mau atau ingin, lantas tuing-tuing duduk manis di pelaminan. Berbicara tentang proses tunggu tentu saja kita juga akan membahas tentang persiapan *hoho

Nah paparan tentang persiapan pernikahan ini dirangkum menjadi 5 item oleh Salim A. Fillah dalam buku Barakallahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta terbitan Pro-U Media.

Pertama, Persiapan Ruhiyah (spiritual).
Ini menyangkut proses perbaikan kita dalam menata sikap mental agar lebih bertanggung jawab, lebih sabar dan dapat lebih mengendalikan ego. Tak lupa juga untuk meningkatkan kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.

Kedua, Persiapan Ilmu-Intelektual
Ini ada banyak, contohnya ada ilmu parenting untuk mendidik anak agar menjadi generasi berkualitas, ada ilmu tentang bagaimana cara berkomunikasi yang makruf kepada pasangan *nggak lupa ilmu rayuan—ini asah juga—hehe. Ada pula ilmu tentang bagaimana mengatur finansial keluarga. Saya pernah membaca tentang ini, dalam sebuah artikel di majalah Ummi, dijelaskan bahwa penting adanya keterbukaan mengenai penghasilan diantara suami istri.

Dengan begitu bukankah kita bisa lebih mudah mengatur target dan rencana-rencana :) jadi gampang pilah-pilah, sekian untuk ini, sekian untuk itu, lainnya untuk ditabung, lainnya untuk setoran apabila ada hutang produktif (kredit rumah, motor dsb), dan tentunya ada juga untuk sedekah :) *yang ini kudu inget!

Ketiga, Persiapan Fisik
Sehat-sehatin diri, kan bisa olahraga, senam, jaga makanan, kalau sakit ya mbok di ikhtiarkan sembuhnya :) contoh kalau panu segera beri kalpanax, kalau pilek beli sanaFLU! Kalau pusing kan ada Bodrex! *sorry ini penjelasannya dari saya bukan dari Salim A. Fillah :D

Keempat,  Persiapan Material
Ulasannya cukup singkat, berikhtiar untuk SEGERA MANDIRI :)

Kelima, Persiapan Sosial
Nah disini kita dianjurkan untuk mulai belajar (kalau sudah ya ditingkatkan belajarnya) untuk bersosialisasi, paham bagaimana say hai dan say salam kepada tetangga karena kan dakwah bisa dimulai dari yang paling dekat :) *asyiknya itu punya tetangga hobi masak, kita bakal dapat seporsi hidangan cicip yang semoga kian mendekatkan hati, mengeratkan ukhuwah, kalau bahasa temen saya never ending ukhuwah :)

Dan yang tidak kalah penting menurut saya adalah memperbanyak do’a. Agar segera bertemu dengan ia yang terpilih, jika sudah bertemu maka semoga diberikan kemampuan untuk saling mengenali dan memantapkan hati, agar waktu tak terlalu lama berjeda hingga membangkitkan angan-angan yang kian melebarkan pintu-pintu syaitan…

P.S
Selamat buat Liza dan Kukoh, Barakallahu :) Semoga keluarga kalian selalu diliputi barakah :)