Monday, August 26, 2013

On a Journey

Saya menemukan lagi sebuah catatan lama yang tersimpan dalam hardisk laptop saya yang lama. Nampaknya sisi melankolis saya sedang sangat kuat waktu itu. Sebuah pengingat... tentang waktu..

Dulu kita hanya sperma yang melakukan perjalanan menuju rahim. Membelah dan tumbuh, kemudian lahir. Menangis, merengek, melakukan hal-hal yang manis dengan balutan kepolosan. Sweet… kita mengalami banyak hal dan itu tanda bahwa kita tumbuh. Merangkak, berjalan kemudian mendapati diri kita pandai berlari.

Akhirnya kita sampai pada masa pubertas, muda, energik, penuh gairah dan ingin tahu. Masuk ke dalam ruang pencarian jati diri. Menemukan dan memulai  desain prinsip serta tujuan hidup. Fase itu terus berjalan hingga nantinya sampai pada pelaminan. Menikah. Punya anak dan menjadi orang tua.

Waktu untuk kesekian kalinya begitu setia mengajar kita. Namun ia juga apik dalam menasehati dengan memberi   tanda akan waktu yang menjemput. Ia memberi  tanda dengan uban, dengan sakit, dan juga kerut.. juga dengan berita “waktu” dari orang lain… namun, menyimakkah kita ketika di masjid menggema pengumaman
“Innalillahi….. telah meninggal dunia… Fulan bin Fulan…….”

Bukankah kita juga tengah menunggu diumumkan?
Rasa-rasanya… perjalanan kita memang membutuhkan “bekal” lebih banyak lagi.

Black Room,  di Zuhur  September 2011

9 comments:

  1. Replies
    1. Yang penting dikau renungkan sajala Lu, no problemo comment dikau gaje gaje yang penting dikau baca dan paham :)

      Delete
  2. Wah, postingan sederhana berbekanlah kejujuran dan kejadian yang nyata. Koq bisa ya, terpikirkan sampai ke sana. Salut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ada Bunda Yati :) makasi uda berkunjung bunda :) cerita-cerita bunda di blog juga sederhana tapi inspiring :) salut balek!

      Delete
  3. Huhuhu,
    mengingkatkan nih >,<
    Tampiasih ya... *eh bener kan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh ya bener... waaah bisa sasak language juga neh haha :)

      Delete
  4. ctatan lamaku sdh enth kmn win...hikz..jd sedihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang enaknya kita punya arsip (hard copy) dan simpen di blog hahaha :)

      Delete

Mendongenglah...