Tuesday, July 9, 2013

Story of Pay-Pay

Rezeki itu datang dari tempat yang tidak di sangka-sangka…
Hari ini saya mendapat sebuah pepaya dari Ade (teman kantor), kata Ade itu pepaya California. Karena senang saya menimang pepaya itu beberapa menit, menggendongnya kemana-mana, bahkan saya sudah memberinya sebuah nama “pay-pay”. Ya setidaknya sebelum saya menelannya dia pernah merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari saya. Setidaknya kami pernah punya kenangan yang manis :p

Setelah puas menimang Pay-pay, saya memasukkannya ke dalam tas, rencananya nanti setiba di rumah dia akan saya penggal menjadi dua bagian, setelah itu akan dikuliti, di cuci dan kemudian di mutilasi berbentuk dadu. Baru masukkan ke kulkas dan di makan, what a tragic life Pay, but one of us must stay alive, so our memories can be written like this :P

Pay-Pay in Memoriam
Ok, kembali ke topic tentang Rezeki. Sebenarnya, sudah lama saya memiliki keinginan untuk menulis tentang ini karena banyak hal seputar rezeki yang saya alami. Beberapa waktu yang lalu saya membawa sebungkus jajanan yang kami di Lombok menyebutnya Jaje Komak. Awalnya jajanan ini saya niatkan untuk teman kos saya si Liza, tapi dalam perjalanan ke kos, saya teringat harus bertemu Tira. Dalam perbincangan di rumah tira akhirnya jaje komak itupun dieksekusi.

Selanjutnya sebungkus Jatu Stick yang awalnya untuk teman saya Fu, akhirnya dieksekusi oleh Nyai Kelepon karena ia kelaparan tengah malam. Namun beberapa hari selanjutnya Fu tetap mendapatkan sebungkus Jatu Stick yang lain setelah Nyai Kelepon menggantinya.

Masih banyak hal lain sebenarnya namun dua kejadian di atas nampaknya sudah cukup mewakili. Selama menulis postingan inipun saya sibuk bertanya-tanya, apakah Pay-pay untuk saya ataukah saya hanya sebuah jembatan agar pay-pay sampai pada orang yang Allah pilih. Atau bisa jadi Pay-pay lah jembatannya. Untuk menghubungkan saya dengan orang lain. Bukankah sepiring makanan dapat mendekatkan hati? Hati saya dan keluarga atau mungkin dengan tetangga atau mungkin juga dengan orang yang entah siapa…

Btw, makasi ya Pay pernah hadir dalam hidup saya, Alhamdulillah…

4 comments:

  1. Eh pepaya itu nikmat lo kalau di eseng eseng (tumis) agak pedas sedikit gitu. Nikmat joss tenan.

    Selamat untuk kenikmatan pepaya, semoga semakin sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He tumis? saya gak pernah nyoba.. :)

      Delete
  2. Jadi ingat kebiasaan saling beliin lauk. Rezeki. 6 huruf yang misterius datangnya kapan, bagaimana, dan apa. Btw pay-paynya kok kelihatan jamuran? hehehe...

    ReplyDelete

Mendongenglah...