Friday, May 31, 2013

My First Email

Pertama kali berkenalan dengan internet di tahun 2007. Awalnya saya ingin mengirim naskah cerpen saya ke salah satu majalah remaja, di salah satu ketentuan pengiriman disebutkan untuk tidak menulis cerpen di bagian body email. Saya yang baru melek komputer dan baru tahu cara masuk warnet langsung puyeng. Apa itu Body email? Waktu itu bahkan cara membuat email saja saya tidak tahu.
Bersama teman saya Ira Nyoret, saya akhirnya pergi menemui saudara jauh satu kampoeng si Weird Man alias Bang Ncep yang kos nya beberapa meter dari kos Ira. Si Nyoret waktu itu membutuhkan email untuk mengirim tugas kuliah, sedangkan saya sebenarnya tidak hanya membutuhkan email tapi membutuhkan ilmoe ngenet lainnya, bahkan saya sudah membuat list apa saja yang akan saya tanyakan. Ya, saya memang kepo banget!

Takut salah info, saya pun membawa majalah remaja berisi ketentuan pengiriman cerpen. Bang Weird Man membaca sendiri dan manggut-manggut, tapi dia menunda untuk menjelaskan karena harus memberikan tutorial cara membuat email pada kami. Parahnya, loading internet waktu itu lama sangaat sehingga kami memutuskan untuk pulang dan berjanji akan kembali besok. Tapi karena kesibukan kuliah, saya jadi tidak bisa belajar langsung pada bang Ncep. Tapi lucky nya Ira sudah belajar dan dengan senang hati mengajari saya membuatnya. Saya masih ingat siang itu kami menuju warnet dekat Unram. Ira mengajari saya dengan baik, entah apa yang saya pikirkan waktu hingga membuat email dengan alamat cicit_cu@yahoo.co.id. Jadilah sejak saat itu saya resmi memiliki email, thanks Bang Ncep, thanks Ira Nyoret. Dan alhamdulillah, email ini aktif sampai sekarang, walaupun  kini saya juga memiliki belasan email lainnya :p

Titik Didih
Sejak bisa membuat email, saya gandrung mengunjungi warnet. Belajar ngutak atik dunia maya. Google adalah mesin pencari pertama yang saya tahu. Saya pun mencari banyak hal mulai dari gambar-gambar anime maupun alamat web yang sudah ada dalam catatan saya sejak SMP, Hahaha.

Hingga akhirnya saya tertarik untuk mendownload video,
saya sama sekali tidak tahu caranya. Tidak tahu program apa yang harus dipakai, dan sebagainya. Akhirnya ditengah kebuntuan saya meminta tolong seorang teman untuk mengajari saya. Sayangnya, dia tipikal orang yang rada pelit ilmoe. Dia hanya berkata nanti-nanti, didesakpun hanya memberikan penjelasan dan tutorial ribet. Akhirnya saya sadar bahwa dia memang tidak mau mengajari saya. Dengan hati yang patah saya mulai asal mengklik semua yang bisa saya klik. Mencari program apa yang bisa saya gunakan. Hasilnya, saya bisa!

Sejak saat itu setiap kali ada seseorang yang meminta saya untuk mengajarinya membuat email, atau blog saya langsung berusaha mengajarinya. Karena saya tahu seperti apa rasanya tidak tahu, seperti apa rasanya meminta untuk diajari tapi tidak diajari.

Sampai sekarang, saya masih perlu belajar banyak hingga suatu saat mungkin bisa mengajari seseorang yang membutuhkan bantuan saya.
Untuk seseorang yang dulu tidak mau mengajari saya, Thanks.. Saya sekarang tahu apa yang perlu saya lakukan.  

Note
Ngomong-ngomong, tidak menulis naskah di body email maksudnya adalah naskah di lampirkan saja filenya, jadi tidak di copy paste langsung di email.


7 comments:

  1. eh, eh... awas lu ya!! dulu juga dikaw belum bisa lari jatuh bangun dulu.. *nyiepin granat lempar ke Gomong

    ReplyDelete
  2. Emailnya banyak banget yak... minta satu dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahay, semuanya disayang jadi nggak bisa diminta... :)

      Delete
  3. th 1997 aku dah punya email pake usa.net dulu hahaha. berarti kita selisih 10 th yaa hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks.. Om... tahun 1997 aku baru umur 9 tahun... jangankan email, komputer aja belom megang saya mah..

      Delete

Mendongenglah...