Monday, May 27, 2013

I am Inspired

Beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk membuat akun facebook baru. Bukan karena apa-apa, tapi aku rasa aku butuh untuk lebih memperhatikan orang-orang yang memang sudah kukenal. Lebih banyak melihat dan menyapa mereka, karena memang di dunia nyata kami jarang bertemu. 
Ada keasyikan tersendiri ketika melihat update kabar terbaru dari mereka, aktivitas, kegemaran, bahkan gosip terbaru
Beberapa dari mereka masih sama seperti dulu, ya.. update status paling berisi galau dalam hati. Namun beberapa dari mereka juga memberiku inspirasi. Oh mungkin tak hanya inspirasi, tapi mereka sudah berubah menjadi reminder. Ya.. Alarm yang Allah kirimkan untukku. Mereka membuatku mengingat kembali mimpi-mimpiku, keinginan-keinginan serta potensi yang karena kelalaian dan mungkin kemalasanku menjadikannya sekarat.
Kak Na bareng Kak Anto
Pertama, Nana Yunita aku biasanya memanggilnya Kak Na. Dia sudah menjadi a wife sekarang. Walaupun aku jarang berkunjung ke rumahnya yang penuh dengan aneka tanaman, aku tahu ia dan suaminya  punya mimpi yang sedang sama-sama  mereka usahakan. mulai dari menerbitkan buku (Oke kami sama sama penyuka literasi), kegiatan sosial dll. 
Beberapa waktu yang lalu kami sempat berkontemplasi, ketika itu aku menemuinya saat sedang break dari acara pelatihan Boga di LPMP Mataram. Aku ingat apa yang dengan pelan ia ucapkan.
"Ternyata dengan dia (suaminya--red) aku bisa sedikit-demi sedikit mewujudkan mimpi-mimpiku".
Aku ingat sekali rona wajahnya saat mengucapkan ini. Dan saat itu juga diam-diam aku merasa harus segera berbenah, merapikan banyak hal. Merapikan mimpi-mimpiku, dan mulai pasang ancang-ancang untuk mencoba meraihnya. Allah tahu aku sudah lama hiatus, hibernasi yang kelewatan. Karena itu dia mempertemukanku jauh-jauh hari dengan orang-orang ini. Orang-orang yang menjadi alarm untukku. Selang beberapa lama, sms dari Kak Na menjadi penghiburku. Mungkin ia tak pernah tahu bahwa sms itu sangat tepat waktu, dan memang sedang kubutuhkan. Sebuah sms yang menenangkan, sesaat menjelang tidur. 
17 April 2013, 19.16 pm
Asw. Tak penting berapa banyak orang yang mengenalmu, yg terpenting adalah berapa banyak org yang bahagia karena kau ada. Subhanallah, sungguh Allah mencintai org yang bekerja keras dan bermanfaat bagi sesamanya, night.
Sausan and Her dream
Kedua, Sausan. Dia pecinta KPop. Ok, dalam hal ini kami sama. Pertama kali bertemu dengannya tahun 2009. Sama-sama aktif di BEM Unram waktu itu. She is smart girl, dan tentunya menyenangkan. Aku baru saja melihat-lihat album fotonya di FaceBook. Foto-foto saat dia ikut dalam acara The 2012 Youth Camp for Asia's Future ke Korea Selatan. Bagi para penggemar KPop tentunya ini moment yang daebak banget! Melihat foto-fotonya, aku jadi teringat mimpi-mimpiku lagi. Mimpi-mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Selama beberapa waktu ini Allah memberiku banyak pemahaman. Banyak peringatan, dan bahkan ia memberiku alarm yang tak henti-hentinya berdering, hanya saja aku terlalu fokus mencari inspirasi di luar sana, mencari tokoh-tokoh hebat di luar sana. Sedangkan sungguh! Sebenarnya sejak awal alarm itu berada di dekatku, nyaring berbunyi mencoba membangunkanku dari kemalasan dan dari keterlupaan.

Ketiga, Ivy. Dia teman SMA-ku. Aku tahu banyak tentang perjuangannya. Nggak ada fotonya ding, tapi dia bisa dikunjungi di blog ini. Dia selalu bersemangat dan nggak gampang menyerah. Saat aku sedang mempersiapkan diri untuk masuk dunia kampus di tahun 2007. Dia tengah berjuang keras untuk mendapat izin kuliah dari abahnya. Namun Abahnya sampai pada titik final dan tetap pada keputusan untuk tidak memberikan izin kuliah. Walaupun berat Ivy menerimanya, aku tahu gimana susahnya menuruti orang tua ketika kita sendiri memiliki keinginan yang besar untuk diwujudkan. Ada kalimat Ivy yang masih aku simpan sampai sekarang. 

Keputusan Abah untuk tidak memberi izin buat kuliah mungkin salah, tapi aku yakin keputusanku untuk patuh sama beliau itu nggak salah. Ridha Allah itu Ridhonya ortu.
Akhirnya Ivy menuruti kemauan abahnya. Mereka mendirikan Bengkel Honda dan konsen dengan bisnis itu. Kemarin Ivy ke Jakarta untuk lomba tentang Honda (Ahass dan masalah bengkel--aku nggak terlalu ngerti) dan dia meraih juara 3. Aku tahu dengan moment itu Ivy bukan saja membuktikan bahwa Ridho Allah itu ada di ridho Orang Tua, tapi sekaligus juga sebagai reward buat dia setelah begitu banyak masalah dan hal rumit lain dalam perjalanannya. Dan denger-denger, bonus hadiahnya dia bakalan liburan ke Singapura dalam waktu dekat. Hahaha... Good!  


Untuk Sausan, Ivy dan Kak Na... Thank You 

3 comments:

  1. ayoooo kejar kembali mimpi2 itu kak...
    sya dengan jepang dan kamera DSLR saya ^_^

    ReplyDelete
  2. melihat ada nama gue dblog loe tu, ngerasa seneng lebih seneng dari pas menang kmren.. (alay bin lebay kumat)... hehehe

    Loe juga alarm buat gue. Smoga Allah selalu menjadikan kita sahabat.. Aamiin.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Rabb :) tetaplah bergerak Vi.. Kita nggak pernah tahu hati siapa yang akan tergerak dengan langkah kita :) dan semoga menggerakkan ke arah kebaikan :) aamiin

      Delete

Mendongenglah...