Tuesday, March 5, 2013

Sadar!


Sebenarnya sudah lama baca buku ini, saya adalah tipikal orang yang jauh lebih gandrung membaca cerpen dibanding novel. Hanya beberapa novel yang sempat saya lirik. dan nampaknya untuk ke depan, saya akan mulai merubah 'kesombongan' saya dan mulai hunting beberapa novel bagus. 
Untuk novel Negeri 5 Menaranya A. Fuadi ini sebenarnya sudah saya baca dulu, hanya saja itu tadi, 'kesombongan saya' nampaknya sedikit menutup 'cahaya' novel ini. Hingga barulah terbuka ketika saya berjalan-jalan ke salah satu blog favorit dan menemukan kembali ulasan tentang novel ini.
Memang benar, 'kesombongan' bisa membutakan  dan menjauhkan inspirasi yang mungkin (seharusnya) sudah memberi pengaruh terhadap saya sejak awal. Kesombongan pun beragam ya, bisa berwujud kemalasan saya menyelesaikan bacaan novel itu, atau tak sepenuh hati memperhatikan diksinya, sehingga tak heran jika saya terlambat sadar bahwa saya harusnya sadar sejak dulu. Soooo bad win, bad!
Kutipan yang dikutip ini lah yang membuat saya insya Allah akan menjejaki kembali novel ini, soon!
perasaan saya amat sesuai dengan kutipan ini.. walaupun saya belum bertemu A. Fuadi, saya ingin berterima kasih dan meminta maaf dalam waktu yang bersamaan. terima kasih menulis dengan bagus, dan maaf karena saya pernah "sombong' dan tak terlalu serius menyelesaikan membaca novelnya. But, saya akan merubah attitude yang kurang baik ini.

Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup.
Jangan pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar.
Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun. Karena kalianlah master dan penguasa hati kalian. Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang sukses.
(Novel Negeri 5 Menara-A. Fuadi)


2 comments:

  1. lha tumben berkunjung Lu... :) hidup lagi di Blog? haha thanks uda mampir.

    ReplyDelete

Mendongenglah...