Wednesday, March 16, 2011

Sampahmukah?

"Buang sampah itu"
Kalimat ini begitu sering terdengar dalam keseharian kita. Saya jadi tahu... Bahwa cara pandang kita terhadap sesuatu, posisinya dalam hati dan pentingnya dalam kehidupan kita menentukan nilai hal tersebut. Hal-hal yang kita anggap tak penting dan tak berguna akan mungkin sekali kita buang dan memberinya label ‘sampahku’.
Tapi bagi orang lain yang memandangnya dari sudut berbeda, atau dalam situasi yang berbeda akan mengambilnya dan menyayanginya kemudian memberinya label “hartaku” . Mau beberapa contoh versi saya?

1.Bagi kebanyakan orang, ia akan membuang botol minuman di tempat sampah” tapi bagi pemulung, mereka akan mencari botol itu. Satu botol penting bagi mereka untuk menyambung hidup.


2.Pada umumnya pasangan yang sudah menikah, mereka mendamba anak dan akan menjaga mereka dengan sekuat tenaga. Memberi ASI ekslusif. Bekerja keras untuk mempersembahkan yang terbaik bagi buah hati. Tapi bagi pasangan yang “di kebon semalem” anak yang meringkuk di rahim itu MUNGKIN akan di berikan bodrex, sprite, fanta, coca-cola atau alkohol. Jika itu gagal.. maka setelah lahir akan di isi di tas kresek hitam, lalu di buang di tempat sampah.

Saya teringat sebuah pernyataan dalam acara Oprah, “ sampah bagi anda mungkin harta bagi orang lain”.

Mataram, 2011

Dedicated:
pemulung yang tersenyum padaku pagi itu...
Bayi-bayi korban mutilasi dan aborsi yang kulihat di TV

No comments:

Post a Comment

Mendongenglah...