Monday, April 12, 2010

Sahabat Strawberry


Saya memanggilnya Tiraberry. Penyuka dan pecinta buah strawberry. Mencintai bentuk dan rasanya. Saya yakin dia akan menjadi tipikal mama yang baik bagi anak-anaknya. Karena hobinya mencuci dan menyetrika. Karena itulah banyak dari anggota keluarganya sering menggunakan jasanya yang ia lakukan dengan sukarela. Wong hoby kok! Dia Perasa. Tipe wanita berhati halus. Mommy-mommy banget kan? Mungkin karena darah jawanya walaupun lebih banyak darah Lombok. Hehe…

Dia sangat suka di dapur. Ruang kerja yang menjadi daerah kekuasaannya. Mungkin bisa ditulis di depan pintu dapur “don’t disturb me!” awas Tirberry galak” hehhe. Piiisss. Menu yang biasa dia berikan kepada kami saat kerja kelompok dalam tugas-tugas kuliah adalah kangkung, jagung, lalapan dan tempe. 

Karena dia tidak bisa hidup tanpa tempe. Benar-benar wanita tempe. Ada satu hal yang membuat kami yang mengenalnya akan sering ingat padanya. Apalagi selain strawberry. Jika saya sedang berjalan-jalan dan tidak sengaja melihat ada wujud strawberry maka refleks melintas wajah ‘tengkongnya”. Satu lagi! Dia pecinta sinetron. Baru-baru ini favoritnya adalah ‘Cinta Fitri’ dan “Mawar Melati”. Dia sangat gandrung pada keduanya. Membuat saya menggeleng weleh-weleh. Berbeda sekali dengan saya yang menyukai film kartun, film india ,barat, dan drama korea..

Ada hal yang saya sayangkan dari dirinya. Dia tidak suka membaca. Capek katanya. Ngantuk, alasan yang juga pernah ia lontarkan. Bosan paling sering menjadi jampi-jampi penangkalnya ketika saya menawarkan sebuah buku. Pada dasarnya dia memang lebih suka mendengar. Saya akui bahwa dia adalah pendengar yang baik (tapi setelah saya hehehe.. piiiiissss..). itulah yang menyebabkan saya lebih sering menceritakannya “sesuatu’ yang saya dapatkan dari buku dibandingkan langsung menawarkannya membaca buku. Saya akui hal yang saya dapatkan dari interaksi dengannya adalah saya semakin cerewet dan lebih menguasai materi yang pernah saya dapatkan di buku. Baguslah. O ya dialah yang mengajari saya bahasa Jerman. Saya tawarkan untuk mengajarinya bahasa India tapi ia tolak. Hehehe. Dia juga mengajari saya main gitar. Walaupun masih fals tapi dia tetap memuji saya. Tipikal guru pengayom hihihi…
Hal lain yang ingin saya tuliskan adalah….. dia mencintai dengan tulus…
Gut danke !

(*mungkin to be continue*)
Mataram, 07 April 2010

2 comments:

  1. boleh tau siapa dia win?
    bukan anak bustro??

    ReplyDelete
  2. Hahaha,,, aku tau siapa orangnya,,,. tapi sayangnya dia tidak pernah mengajariku..!!!

    ReplyDelete

Mendongenglah...