Monday, April 26, 2010

Keluhan Sebentar Saja


Beberapa kali sy sempat melihat bahwa tidak semua orang yang berprofesi dalam bidang pendidikan mampu mendidik dengan baik.
Saya dan teman hanya bisa bengong ketika seseorang dalam hal ini saya panggil X tiba-tiba keluar kelas dan meludah tepat didepan pintu kelas saat kuliah. Sekedar informasi, X bukan mahasiswa. Di waktu berbeda ada Z yang dengan santai mengucapkan kata “ B R e n g s E K” kepada seorang mahasiswa. Kronologisnya seperti ini :
Masih seperti hari yang sama seperti saat Z pertama kali memasuki kelas untuk mengajar. Membawa buku tebal. Rokok. Menyemburkan asap kesana-kemari. Kami berusaha sesopan mungkin mnegur dengan ramai-ramai menutup hidung. Berharap Z bertaubat dan menghentikan kepulan asap rokoknya. Tapi sampai akhir prkuliahan itu hanya mimpi bro....
Mnyedihkan sekali saat itu. Kami merasa benarr-benar kosong. Mata kuliah itu adalah mata kuliah paling malas diikuti. Mengugurkan kewajiban adalah hal paling mudah dilontarkan ketika ada yang bertanya : “ente masuk?”
Namun cahaya cemerlang juga singgah beberapa kali tatkala ilmu yang sebenanya, masuk lewat dosen yang saya beri nama Y. Beliau mengajar dengan sangat baik. Sempurna. Motivator yang baik. Dan inspirator bagi orang lain. Benar-benar bersinar. Ilmu itu benar-benar terasa sampai hati. Ini baru figur pendidik. Nuansa saat beliau pertama kali masuk kelas pun berbeda dengan yang lain. Ini dosen yang benar-benar dosen. Kalau yag pernah saya sebutkan sebelumnya mungkin figuran.
Semoga saya bisa lebih baik. Amin. Sampai di sini dulu. Kata-kata saya sangat kacau. Yang penting keluar dulu keluhan keluhan ini.

1 comment:

  1. Sangat bertolak belakang, kira-kira Pak Y itu udah pensiun belum yah ... kalau yang tokoh figuran itu, senang sekali saya meniru gaya bicaranya karena memang dialek kita memang sama.

    ReplyDelete

Mendongenglah...